Bentuk-bentuk Orbital | ujiansma.com

Kamu Berada di:
Home » Pembelajaran » Bentuk-bentuk Orbital

Bentuk-bentuk Orbital

 

Bentuk-bentuk Orbital

Mungkin istilah bentuk bentuk orbital ini masih cukup asing bagi sebagian dari kita. Secara sederhana ketika kita membaca judul ini, mungkin hal pertama yang terpikir ke dalam benak kita adalah orbit pada sistem tata surya yang ada.

Akan tetapi, tahukah anda bahwa bentuk bentuk orbital ini tidak hanya merupakan kajian dari tata surya saja, melainkan sebuah kajian umum dalam kimia. Meskipun masih jarang anda dengar atau baca, namun bentuk bentuk orbital ini merupakan materi yang cukup penting.

Di dalam kimia sendiri, hibridasi merupakan sebuah konsep bersatunya orbital orbital pada atom yang kemudian akan membentuk orbital hybrid yang baru dan sesuai dengan penjelasan kualitatif sifat dari ikatan atom.

Konsep mengenai orbital yang terhibridasi ini sangatlah berguna, terutama dalam menjelaskan bentuk orbital molekul dari sebuah molekul. Konsep ini juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari teori ikatan valensi.

Meskipun terkadang diajarkan secara bersamaan dengan teori VSEPR, teori ikatan valensi dan hibridisasi ini sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan teori VSEPR. Tentunya dari uraian tersebut anda telah memahami apa yang dimaksud dengan hibridisasi pada orbital.

Untuk lebih jelas mengenai bentuk bentuk orbital, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

  • Orbital S

 

Salah satu bentuk bentuk orbital yang cukup populer adalah orbital S. orbital ini juga merupakan bentuk orbital yang paling sederhana. Dimana setiap subkulit s terdiri atas 1 buah orbital yang berisi 2 elektron.

Orbital s sendiri berbentuk seperti bola simetri yang menunjukkan bahwa setiap elektron mempunyai kerapatan yang sama, jika jarak dari inti atom juga sama. Semakin jauh letak elektron dari inti atom, maka kerapatannya juga akan semakin rendah.

Nilai bilangan kuantum suatu orbital juga mempengaruhi ukuran orbital. Semakin besar nilai bilangan kuantum utama, maka ukuran orbitalnya juga akan semakin besar.

  • Orbitral P

 

Pada umumnya, bentuk orbital p ini seperti balon yang terpilin. Kepadatan elektron juga tidak tersebar secara merata, melainkan terkonsentrasi di dalam dua daerah yang terbagi sama besar dan terletak pada dua sisi yang berhadapan dari inti yang terletak di tengah.

Subkulit P sendiri terdiri dari 3 orbital, dimana setiap orbital mempunyai bentuk yang sama. Perbedaan ketiga orbital tersebut terletak pada arah, dimana terkonsentrasinya kepadatan elektron. Biasanya orbital P ini digambarkan dengan menggunakan satu kumpulan sumbu x, y dan z, sehingga diberi tanda px, py dan pz.

  • Orbital D dan F

 

Setiap subkulit pada orbital D terdiri dari 5 orbital dengan bentuk kelima orbital yang tidak sama. Orientasi orbital d dilambangkan dengan dxy, dxz, dyz, dx2-y2 dan dz2. Empar orbital mempunyai bentuk yang sama dan setiap orbital mempunyai 4 lobe kepadatan elektron.

Adapun perbedaannya yang terletak pada arah berkumpulnya kepadatan elektron. Sementara itu, orbital lainnya mempunyai bentuk yang berbeda, tetapi memiliki energi yang sama dengan keempat orbital d lainnya.

Sementara orbital f mempunyai bentuk orbital yang lebih rumit dan kompleks dari pada orbital d.  setiap subkulit f masing masing mempunyai 7 orbital dengan energi yang setara pula.  Orbital ini hanya digunakan untuk unsur unsur transisi yang terletak lebih dalam lagi.

  • Sejarah

 

Teori hibridisasi ini sebenarnya pertama kali diperkenalkan oleh Linus Pauling dalam menjelaskan struktur molekul seperti metana. Secara historis konsep ini sebenarnya dikembangkan untuk sistem sistem kimia yang sederhana, namun pendekatannya selanjutnya diaplikasikan lebih luas dan sekarang ini dianggap sebagai sebuah heuristic yang efektif untuk menyajikan dan merasionalkan struktur senyawa organic.

Teori ini sebenarnya tidak sepraktis teori orbital molekul dalam hal perhitungan kuantitatif.  Masalah masalah pada teori hibridasi ini terlihat lebih jelas pada ikatan yang melibatkan orbital d, seperti yang terdapat pada kimia koordinasi dan kimia organologam.

Perlu anda ingat dengan baik bahwa orbital adalah sebuah model representasi dari tingkah laku elektron elektron dari molekul. Teori hibridasi juga sering digunakan dalam kimia organic untuk menjelaskan molekul.

Inilah sekilas mengenai bentuk bentuk orbital. Semoga bermanfaat


Posted by 0 Responses
     

Comments are closed.

Jun
20
2013
 
 
ujiansma.com Search form
DUKUNG GERAKAN LULUS UAN 100% Yang GAG DUKUNG berarti GAG PENGEN LULUS!!!



Recently Active Users
admin