Budaya Politik di Indonesia | ujiansma.com

Kamu Berada di:
Home » Pembelajaran » Budaya Politik di Indonesia

Budaya Politik di Indonesia

 

budaya politik

Istilah budaya politik ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar dari anda. hal ini karena mungkin anda pernah mendengar istilah ini atau bahkan mempelajari mengenai budaya politik di Indonesia, khususnya ketika anda duduk di bangku sekolah atau kuliah.

Sebenarnya, materi mengenai budaya politik ini dibahas secara khusus dalam mata pelajaran kewarganegaraan. Mungkin mata pelajaran tersebut bukanlah mata pelajaran favorit anda. akan tetapi, sebenarnya budaya politik di Indonesia ini merupakan topik yang cukup menyenangkan, mengingat bahwa kita sendiri tinggal di Negara Indonesia.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya bila kita mengetahui seperti apa budaya politik di Indonesia itu sendiri. Namun, sebelum mengetahui hal tersebut, ada baiknya bila anda mengetahui apa yang dimaksud dengan budaya politik itu sendiri.

Secara umum, budaya politik diartikan sebagai pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan bernegara, penyelenggaraan administrasi Negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat dan norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya.

Selain itu, budaya politik juga dapat diartikan sebagai suatu sistem atau nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik untuk masyarakat seluruhnya.

Dari uraian tersebut, mungkin anda telah mendapatkan gambaran seperti apa budaya politik itu. Akan tetapi, bagaimanakan dengan budaya politik di Indonesia ? untuk kebih jelas mengenai budaya politik di Indonesia, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

 1.      Bagian budaya politik

 

Secara umum. budaya politik itu sendiri bisa dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :

-         Budaya politik apatis (acuh, masa bodoh dan pasif)

-         Budaya politik mobilisasi (didorong atau sengaja dimobilisasi)

-         Budaya politik partisipatif (aktif)

Adapun beberapa tipe dari budaya politik, yaitu :

-         Budaya politik parochial atau budaya politik yang tingkat partisipasi politiknya sangat rendah. Dapat dikatakan sebagai parochial apabila frekuensi orientasi terhadap mepat penentu budaya politik mendekati nol. Pada umumnya, tipe budaya politik ini terdapat pada masyarakat suku Afrika atau pedalaman di Indonesia

-         Budaya politik kaula yang masyarakatnya sudah relatif maju, baik dari segi social atau ekonominya, namun masih bersifat pasif. Dapat dikatakan kaula karena frekuensi orientasi mengenai struktur dan peranan dalam pembuatan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah tidak terlalu diperhatikan. Dengan kata lain, dalam budaya politik ini sudah ada pengetahuan yang memadai mengenai sistem politik secara umum, serta proses penguatan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah

-         Budaya politik partisipan yang ditandai dengan kesadaran politik yang sangat tinggi. Masyarakat sudah mampu memberikan opininya dan aktif dalam kegiatan politik serta sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai empat dimensi penentu budaya politik. Masyarakat juga cenderung diarahkan pada peran pribadi yang aktif dalam semua dimensi, meskipun perasaan dan evaluasi mereka terhadap peranan tersebut bisa saja bersifat menerima atau menolak.

 2.      Budaya politik di Indonesia

 

Pada umumnya, budaya politik di Indonesia sendiri terdiri dari :

  • Hirarki yang tegar

 

Pada umumnya, masyarakat Jawa dan sebagian besar masyarakat Indonesia lainnya bersifat hirarkis. Dimana stratifikasi social ini tampak dari adanya pemisahan yang tegas antara penguasa dengan rakyat kebanyakan. Masing masingnya terpisah dalam tatanan hirarkis yang sangat ketat.

Alam pikiran, sopan santun dan aspek lainnya diekspresikan sesuai dengan kelasnya masing masing. Misalnya penguasa menggunakan bahasa yang kasar pada rakyat kebanyakan dan sebaliknya rakyat harus menggunakan bahasa yang halus.

  • Kecendrungan patronage

 

Pola hubungan patronage merupakan salah satu budaya politik yang sangat menonjol di Indonesia. Pola hubungan ini bersifat individual dan dalam kehidupan politik bisa kita lihat dari para pelaku politik, dimana mereka lebih mencari dukungan dari atas dari pada menggali dukungan dari bawah.

  • Kecendrungan neo patrimonialistik

 

Merupakan salah satu kecendrungan dalam kehidupan politik di indonesia yang meskipun memiliki atribut yang bersifat modern dan rasional seperti birokrasi, perilaku Negara masih memperlihatkan tradisi dam budaya politik yang bersifat patrimonial.

Inilah sekilas mengenai budaya politik di Indonesia. Semoga bermanfaat


Posted by 0 Responses
     

Comments are closed.

Jun
3
2013
 
 
ujiansma.com Search form
DUKUNG GERAKAN LULUS UAN 100% Yang GAG DUKUNG berarti GAG PENGEN LULUS!!!



Recently Active Users
admin