Category Archives: Beasiswa

Seputar Beasiswa Monbukagakusho d2, d3, S1, S2 Jepang

Beasiswa MonbukagakushoJepang adalah salah satu Negara luar biasa yang ada di Asia Tenggara. Meskipun wilayahnya kecil, tetapi Jepang menjadi Negara yang sangat produktif menghasilkan produk-produk yang sangat banyak kita jumpai, terutama di pasar teknologi. Selain itu, Jepang sudah benar-benar menjadi Negara yang selalu tumbuh dan berkembang pesat dengan semangat dan kreatifitasnya yang tak pernah luntur walaupun pernah mengalami kehancuran karena kejadian bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945. Sehingga Jepang dewasa ini menjadi Negara yang disegani dunia. Karena perkembangannya inilah banyak sekali orang yang ingin menu ntut ilmu di negeri sakura ini. Apalagi pemerintah Jepang selalu memberikan program beasiswa setiap tahunnya. Program beasiswa ini dikenal dengan Monbukagakusho (?????) atau MEXT (Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology) atau dikenal juga dengan Monkasho atau Monbusho. Beasiswa ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, Ilmu pengetahuan dan Teknologi Pemerintah Jepang. Beasiswa ini terbuka bagi seluruh orang di dunia dan termasuk Negeri kita Indonesia.

Indonesia dan Jepang sudah cukup lama menjalin hubungan bilateral di bidang pendidikan dan kebudayaan. Sudah banyak pelajar Indonesia yang belajar di Jepang karena beasiswa dan juga dengan biaya sendiri. Beasiswa yang cukup banyak dicari orang Indonesia adalah beasiswa Monbukagakusho ini. Beasiswa ini memberikan fasilitas berupa biaya hidup dan biaya studi selama berada di Jepang. Namun, beasiswa ini tidak memberikan jaminan kerja setelah selesai menempuh pendidikan di Jepang.  Program beasiswa yang ditawarkan oleh Monbukagakusho antara lain :

  1. Research Student bagi lulusan perguruan tinggi (S1 ataupun S2).
  2. Undergraduate, College of Technology, dan Professional Training College bagi lulusan SLTA.
  3. Japanese Studies bagi mahasiswa program studi Jepang.
  4. Teacher Training bagi guru.

Untuk program Beasiswa MEXT Research Student ada 2 macam, yaitu yang direkomendasikan oleh Kedubes dan yang direkomendasikan oleh universitas (dikenal juga dengan Monbusho U to U).

Beasiswa Monbukagakusho ini biasanya sudah dibuka sejak bulan April. Ada 2 tahap seleksi untuk meraihnya, yaitu:

  1. Primary screening di Kedutaan Besar Jepang di Indonesia.
  2. Secondary screening di MEXT di Jepang.

Primary screening adalah tahap paling awal berupa seleksi dokumen yang biasanya pada bulan April-Mei. Semua persyaratan yang diminta dikirimkan ke Bagian Pendidikan Kedubes Jepang. Kemudian dokumen-dokumen itu diseleksi dan yang lolos seleksi akan di tes tulis dan wawancara pada bulan Juli. Tes tulisnya hanya berupa tes bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Setelah itu tinggal menunggu pengumuman. Bagi yang lolos seleksi Primary screening ini artinya bisa lanjut ke seleksi selanjutnya yang diadakan di Jepang yaitu Secondary screening.

Pada Secondary screening, kita harus menyerahkan kembali dokumen –  dokumen seperti pada awal mendaftar dan ditambah satu dokumen lagi yaitu Letter Of Acceptance dari professor atau calon pembimbing kita di Jepang. Dokumen-dokumen tersebut diserahkan kepada Kedubes pada bulan Agustus-September. Dan sekarang kita hanya tinggal menunggu pengumuman terakhir yang biasanya keluar sekitar bulan Desember – Januari. Jika lolos tahap ini, maka bersiap-siaplah untuk terbang ke Jepang.

Setelah kita  dipastikan diterima, status kita barulah sebagai research student (non-degree). Jika ingin menjadi degree student, kita masih harus mengikuti admission procedure dari universitas yang bersangkutan. Degree yang dimaksud bisa saja master (untuk lulusan S1) ataupun doktoral (untuk lulusan S2).

Pada masa research student (non-degree) ini, kita akan belajar bahasa Jepang dan mempersiapkan diri untuk mengikuti tes masuk perguruan tinggi jika ingin mengambil Degree. Masa mendapatkan beasiswa sebagai research student maksimal hanya 2 tahun (untuk keberangkatan April) atau 1.5 tahun (untuk keberangkatan Oktober). Jika saat ujian masuk degree kita lulus, maka status beasiswa research student yang waktunya masih ada akan otomatis hilang dan kita didaftar sebagai penerima beasiswa S2 (2 tahun lagi) atau S3 (3 tahun lagi). Jika kita gagal di ujian pertama pada masa research student tersebut, maka kita bisa mengikuti ujian masuk kedua atau ketiga sampai masa research student habis. Jika sampai waktunya research student habis dan kita masih belum bisa lolos ujian, maka kita akan dipulangkan. Inilah sedikit informasi seputar Beasiswa Monbukagakusho. Semoga bermanfaat dan semangat mencoba!! J

Contoh Kata Pengantar Makalah

 Kata Pengantar MakalahKata pengantar makalah merupakan bagian dari sebuah makalah atau tulisan yang berfungsi sebagai pembuka yang diberikan oleh penulis sebelum membahas makalah secara keseluruhan. Apabila anda sedang membuat makalah maka anda tidak boleh hanya terpaku pada contoh makalah apalagi pada contoh kata pengantar, karena makalah terbaru itu memperbolehkan untuk menjelaskan secara singkat mengenai pembahasan penting makalah.

Untuk dapat menunjang nilai positif dari sebuah makalah, maka disini kata pengantar merupakan suatu bagian penting yang harus ada pada suatu makalah. Kalimat dan atau bahasa yang sesuai dengan ejaan yang disempurnakan penting untuk digunakan apabila kita akan membuat kata pengantar makalah yang baik. Kata pengantar yang baik tidak dibuat dengan bahasa yang bertele-tele, akan tetapi ditulis secara jelas dan mempunyai tujuan yang tepat, yaitu mampu memberikan penyelesaian akhir yang baik.

 

Dalam sebuah tulisan karya ilmiah, kata pengantar sangatlah penting artinya, karena tanpa kata pengantar, sebuah tulisan ilmiah bagaikan lagu tanpa intro, sehingga terasa hambar. Dalam sebuah karya tulis, kata pengantar menjadi sebuah kewajiban yang harus ada. Semua karya tertulis yang memang dibuat untuk keperluan formal memang harus menyertakan kata pengantar sebagai penjelasan yang mewakili tujuan dan sedikit ulasan dari isi kata pengantar tersebut.

Seringkali kita berfikir bahwa kata pengantar dibuat sebelum melakukan tulisan, akan tetapi banyak juga orang yang menuliskan kata pengantar setelah semua karya mereka jadi. Hal ini diperuntukkan supaya kata pengantar mampu menjelaskan apa yang benar-benar menjadi isi di dalam karya tulis mereka. Sehingga, apa yang ada pada kenyataannya memang sesuai dengan apa yang ada pada kata pengantar.

Seringkali kita malas membuat kata pengantar makalah  untuk membuat kata pengantar jika sedang mepet, oleh karena itu kita memerlukan kata pengantar makalah yang cepat. Hasilnya kita mencari contoh kata pengantar di internet. Akan tetapi jangan asal kita mengcopy contoh kata pengantar tersebut , kita hendaknya mengganti hal penting yang ada pada makalah yang membedakan makalah anda dan makalah lainnya terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

 

Akan lebih baik lagi jika anda mecari contoh kata pengantar untuk dijadikan referensi membuat kata pengantar sendiri yang baik. Oleh karena itu contoh kata pengantar yang baik mungkin penting artinya untuk memberikan inspirasi kepada anda untuk menulis sebuah kata pengantar yang terbaik pula.

Adapun beberapa poin penting yang biasanya disampaikan dalam suatu kata pengantar sehingga dapat mewakili secara keseluruhan hal yang ingin disampaikan antara lain:

1. Kata pengantar mampu membuat para pembaca penasaran untuk membaca secara keseluruhan isi buku atau karya yang ditulisnya.

2. Kata pengantar yang baik hendaknya menyapa pembaca agar tertarik dengan isi buku atau karya yang ditulisnya.

3. Kata pengantar menyampaikan pesan penulis tentang buku atau karya yang ditulisnya.

4. Kata pengantar menyampaikan kesan penulis saat dia dlam proses pembuatan buku atau karyanya.

5. Kata pengantar yang baik mampu memberikan semangat kepada para pembaca sehingga mempunyai motivasi untuk menyelesaikan bacaannya sampai kalimat terkhir.

Yang pasti, kata pengantar yang baik berisi unatian kata yang mampu menarik minat pembaca untuk membaca buku atau karya kita sampai akhir, menjadikan para pembaca penasaran. Begitupun apabila kata pengantar dibuat untuk sebuah makalah atau penulisan ilmiah.

Contoh kata pengantar yang layak diadaptasi :

Debian GNU/Linux terus terang merupakan salah satu keluarga Linux yang paling handal dan stabil. Diantara para pengguna Linux, termasuk saya, pasti akan menghormati mereka yang menggunakan Debian dan Slackware.

 

Askari Azikin telah meluangkan waktunya untuk menuliskan berbagai hal tentang instalasi dan pengoperasian Debian. Dimulai dari sistem file GNU/Linux, teknik instalasi Debian dari berbagai sumber dan kondisi. Dilanjutkan dengan teknik menggunakan shell, atau istilahnya mode  teks seperti DOS, Maupun berbagai teknik yang penting bagi administrator Linux seperti proses system, expresi regular, stream dan piping, simbolik link, boot loader, run level, cron hingga teknik mengkonfigurasi sistem baik ethernet card, video dsb.

 

Yang menarik dari buku ini, fokus tidak hanya berhenti pada operator atau administrator saja, tapi juga untuk programmer. Fasilitas untuk pemrogram C, shell scripting maupun teknik modifikasi dan instalasi kernel Linux hingga keamanan jaringan yang relatif kompleks diterangkan dalam buku ini.

 

Saya yakin pembaca akan merasakan manfaat yang sangat besar dari keberadaan buku ini terutama bagi mereka yang ingin menggunakan Linux Debian.

Selamat untuk Askari Azikin. Semoga dapat membantu bangsa ini untuk menjadi

lebih baik di masa mendatang.

Jakarta, April 2004

Onno W. Purboyo

Variabel Penelitian

Variabel PenelitianPengertian Variabel Penelitian

Variabel penelitian sangat penting keberadaannya dalam penulisan ilmiah, baik itu skripsi, tesis, disertasi maupun penulisan ilmiah yang berkaitan dengan penelitian yang lainnya. Variable penelitian menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam rumusan masalah sehingga menjadikan penting keberadaanya dalam penulisan karya ilmiah. Selain itu, penentuan kesimpulan secara tepat dari masalah yang dikaji oleh peneliti dapat diperoleh dari  informasi yang didapatkan dari kajian yang dilakukan pada variable penelitian. Sehingga, adanya variable penelitian hanya didapatkan apabila peneliti tersebut sudah memahami masalah yang akan diteliti serta sudah menemukan langkah demi langkah apa yang harus dilakukan untuk mengkajinya. Dalam melakukan pengumpulan data, metode pengelolaan data hingga langkah pengujian hipotesis, variable penelitian mengambil peran yang penting dalam persiapan untuk peneliti dalam menentukan metode yang akan digunakan.

 

Variabel Penelitian dan Jenis -jenisnya

Adapun jenis-jenis dari variable penelitian antara lain:

 

1. Variabel Bebas

Variabel bebas merupakan variable yang menyebabkan timbulnya variable terikat, dimana variabel ini dapat diubah-ubah, serta dapat memepengaruhi variable lain karena dapat diubah-ubah secara bebas oleh peneliti. Banyak nama yang dimiliki oleh variable bebas, diantaranya variable pengaruh, risiko, stimulus, predictor, independen, atau yang lainnya, namun yang lebih penting lagi bahwa dalam suatu penelitian keberadaan varibel ini adalah wajib.

 

2.Variabel Terikat

Variabel terikat adalah variable yang menjadi akibat dari adanya variable bebas. Variabel terikat sering pula disebut sebagai variabel dependen, variable pengaruh,variabel efek, variabel tergantung, variabel indogen, dan yang lainnya. Pada intinya variabel terikat menyatakan pengaruh dari adanya perubahan-perubahan yang dilakukan oleh variabel bebas dalam suatu penelitian.

3. Variabel Moderator

Yang dimaksud sebagai variabel moderator adalah variabel yang digunakan untuk menghubungkan antara variabel terikat dan variabel bebas, selain itu variabel ini juga ada yang menyebutnya sebagi variabel independen kedua. Sebagai contoh adalah pengaruh pemberian ekstrak dan fraksi kulit buah manggis terhadap pertumbuhan sel kanker pada mencit yang telah dibuat sakit. Dalam hal ini pemberian ekstrak dan fraksi kulit buah manggis merupakan variabel bebas, pertumbuhan sel kanker pada mencit adalah variabel terikat, sedangkan mencit yang telah dibuat sakit adalah variabel moderator.

 

4. Variabel Intervening

Variabel ini berada diantara variabel bebas dan variabel terikat, dimana variabel ini dinilai dari kajian yang dilakukan secara teoritis. Variabel ini tidak dapat diukur dan diamati akan tetapi memberikan pengaruh, meskipun pengaruh yang ditimbulkannya tidak terjadi secara langsung.

 

5. Variabel Kontrol

Variabel ini terdapat dalam penelitian yang menggunakan eksperimen. Adapun fungsi dari variabel ini adalah untuk menjaga variabel bebas dan variabel terikat dari pengaruh factor yang tidak layak untuk diteliti. Sebagai contoh pengaruh pemberian ekstrak dan fraksi kulit buah manggis terhadap pertumbuhan sel kanker pada mencit yang telah dibuat sakit. Dalam hal ini kata perngaruh menunjukkan adanya variabel kontrol.

 

Pengerucutan Variabel Penelitian

Selanjutnya, variabel penelitian dapat dibagi menjadi dua variabel setelah dikerucutkan, yaitu variabel yang dapat diukur dengan jelas, nyata dan yang kedua adala variabel yang tidak dapat diukur secara nyata namun tetap mempunyai pengaruh.

 

Variabel Penelitian dan Keterikatannya terhadap Studi Korelasional

Variabel penelitian yang mempunyai hubungan keterikatan terhadap studi korelasional ada 3 macam yaitu :

1. Studi Hubungan. Studi atau penelitian yang dilakukan ini digunakan untuk mendapatkan jawaban atau pemahaman dari variabel kompleks, sehingga apabila terdapat variabel yang diketahui tidak mempunyai hubungan sama sekali maka akan ditolak, sehingga yang benar benar diterima adalah variabel yang memang berhungungan dan dari sini akan timbul penelitian yang bersifat kausal-komparatif.

 

2. Studi Prediksi. Studi prediksi banyak sekali digunakan oleh para peneliti, apalagi jika terdapat keterikatan hubungan yang sangat layak antara variabel yang satu dengan yang lain, sehingga skor variabelnya dapat digunakan untuk memprediksi skor variabel lainnya. Sebagai contoh hasil ujian sekolah dapat digunakan untuk mempeediksi hasil ujian nasional pada masing-masing siswa.

 

3. Studi Korelasi dan Kausalitas. Studi ini digunakan oleh para peneliti untuk menganalisis hubungan variabel penelitian dalam jumlah yang besar yang terdapat dalam studi tunggal saja. Studi ini digunakan pada penelitian yang nantinya diharapkan hasil adanya hubungan kuat secara statistic korelasional (r) antara dua variabel, sehingga nantinya akan dilakukan uji lebih lanjut mengenai kausalitasnya. Studi ini dilakukan pada penelitian yang bersifat eksperimental.

Kalimat dan Unsur Pembentuknya dalam Kajian Bahasa Indonesia

Kajian Bahasa IndonesiaDalam salah satu kajian Bahasa Indonesia, klalimat sangatlah penting karena dengan menggunakan kalimat, seseorang dapat menyampaiakn maksud atau pesan secara jelas kepada orang lain. Diantara kita semua pasti sudah mengnal apa yang dimaksud dengan kalimat, mustahil apabila tidak karena sejak bangku sekolah dasar, kalimat sudah diperkenalkan.

Kalimat sangat penting artinya dalam komunikasi,  kenapa? Karena dalam kehidupan sehari –hari kita membutuhkan kalimat untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain, bisa dibayangkan apabila kita tidak bisa menggunakan kalimat dlam pergaulan sehari hari, maka semua orang yang ada di samping kita tidak akan bisa memahami apa yang kita utarakan.

Oleh karena pentingnya kalimat dalam kehidupan sehari-hari, dalam pelajaran Bahasa Indonesia kalimat memiliki porsi yang besar untuk dipelajari. Sebelum mencapai tataran pengkajian tetntang kalimat, terlebih dahulu mungkin diantara kalian sudah ada yang mengatahui tentang satuan bahasa lain yang dikaji secara khusus sebelum mencapai tataran kalimat, yaitu klausa, frasa, kata, fonem.

Akan tetapi, Pembahasan mengenai satuan bahasa yang lain tersebut, akan kita bahasa di lainkesempatan. Dalam artikel ini, penulis akan menitikberatkan pada pembahsan mengenai kalimat saja.

Secara sederhana, yang dimaksud dengan kalimata dalah suatu satuan bahsa yang sekurang kurangnya mengandung unsure subjek, presikat dan mengandung intonasi akhir. Kalimat adalah satuan bahasa yang terkecil  baik itu dalam wujud lisan maupun tulisan yang digunakan untuk mengungkapkan suatu pikiran secara utuh. Apabila satuan bahasa tersebut tidak memiliki setidaknya unsure subjek dan predikat, maka hal itu tidak dapat disebut sebagai kalimat, melainkan disebut sebagai frasa. Sedangkan yang dimaksud dengan intonasi final atau akhir adalah dalam tataran bahasa sering dilambangkan mengunakan tanda seru, tanda titik, tanda tanya. Selain itu suatu kalimat haruslha mempunyai makna, yang berrarti bahwa di dalamnya dapat mengungkapakan secara jelas apa yang ingin disampaikan oleh orang yang menyampaikan serta mengandung suatu pikiran pokok yang jelas.

Dalam Bahasa Indonesia, kalimat disusun oleh unsure –unsurnya seperti yang penulis jelaskan di atas. Unsur kalimat ini dalam buku tata bahasa lazim disebut sebagai jabatan kata dalam kalimat. Adapun secara sederhana, jabatan kata dalam kalimat atau pola dalam kalimat terdiri dari subjek, predikat, objek, pelengkap serta keterangan.

1. Unsur Kalimat subjek

Sesuatu hal yang dijadikan sebagai pokok dalam pembicaraan dalam sebuah kalimat yang menunjukkan pelaku, benda, sosok, masalah atau sesuatu yang lain dlam kalimat dimasukkan dalam fungsi sintaksis yang disebut sebagai subjek. Secara sederhana, yang dimaksud sebagai subjek adalah  fungsi sintaksis dalam kalimat yang dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan “siapa yang.. atau apa yang…”  dari yang dilakukan oleh predikat, sehingga ciri ciri dari subjek adalah:

1.  Dapat digunakan untuk menjawab atas apa atau siapa… kepada predikat

2. Merupakan kata benda atau kata lain yang dibendakan

Perhatikan contoh berikut:

a. Ayah sedang menyalakan mesin

b. Adik mencuci tangan menggunakan sabun

c. Jilbab itu cantik

Kata –kata yang dicetak miring merupakan fungsi sintaksis dalam kalimat yang disebut sebagai subjek. Ayah dalam hal ini bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan, siapa yang sedang menyalakan mesin, kemudian kata adik dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan siapa yang mencuci tangan menggunakan sabun, sementara kata jilbab dapat digunakan untuk menjawab apa yang cantik.

2. Unsur kalimat Predikat

Predikat dalam kalimat digunakan untuk memberikan penjelsan mengenai apa yang dilakukan oleh subjek. Dalam kalimat, predikat dapat menyatakan suatau pertnyatan, perintah, atau pertanyaan. Predikat dapat berupa kata kerja atau kata sifat yang disertai dengan kata –kata seperti telah, sdang, sudah, belum, dan akan. Predikat dapat menimbulakan pertanyaan apa atau siapa. Selain itu, predikat juga dapat berupa kata ialah, terutama apabila kalimat yang ada adalah kalimat majemuk bertingkat, maka anak kalimat penggantinya digunakan kata ialah.

Adapun ciri-ciri lain dari predikat adalah dapat berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, kata bilangan, dan kata depan. Perhatikan contoh di bawah ini:

a. Ali mengayuh sepeda dengan terengah-engah

b. Ayah mencukur kumis setiap satu minggu sekali

c.Ibu memasak sambil mendengarkan musik setiap pagi

Dalam hal ini, kata yang dicetak miring berfungsi sebagai predikat, yang ddapat memberitahukan apa yang dilakukan oleh subjek, seperti apa yang dilakukan Ali, Ayah, Ibu, yakni mereka sedang mengayuh, mencukur, serta memasak.

3. Unsur Kalimat Objek

Dalam kalimat, objek menunjukkan sesuatu hal yang dikenai perbuatan oleh predikat diamana objek dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang dilakukan oleh subjek. Dalam kalimat, posisi objek selalu berada di belakang predikat yang berupa kata kerja transitif, dimana objek sendiri berupa kata benda, frasa benda atau klausa.

Perhatikan contoh berikut:

a. Dona membaca buku

b. Hanum mencuci baju

c. Aisyah membeli pensil di toko Sembilan Lima

Kata-kata yang dicetak miring menunjukkan unsur objek, dimana buku digunakan untuk menjawab pertanyaan apa yang dibaca Dona, kemudian baju digunakan untuk menjawab pertanyaan apa yang dicuci Hanum, serta pensil digunakan untuk menjawab pertanyaan apa yang dibeli Aisyah di toko Sembilan Lima.

Dalam sebuah kalimat, jika verba yang digunakan adalah verba transitif, maka wajib menggunakan objek, akan tetapi jika verba yang digunakan adalah verba intransitive maka tidak wajib menggunkan objek, misalnya Else menari. Selain itu, objek juga terdapat dalam bentuk kalimat aktif, apabila kalimat aktif tadi diubah menjadi kalimat pasif, maka objek akan menduduki fungsi sebagai subjek.

4. Unsur Kalimat Pelengkap

Unsur pelengkap dalam kalimat hampir sama dengan objek, akan tetapi pelengkap tidak dapat berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif. Perhatikan contoh berikut :

a. Polisi itu membawa pistol

b. Polisi itu bersenjatakan pistol

Dalam kalimat (a) pistol berfungsi sebagai objek karena mampu menjawab apa yang dibawa polisi, serta dapat berfungsi sebagai subjek apabila dirubah menjadi kalimat pasif yaitu pistol dibawa polisi itu, akan tetapi pada kalimat (b), pistol berfungsi sebagai pelengkap karena tidak dapat berfungsi menjadi subjek apabila kalimat dirubah menjadi kalimat pasif.

5. Unsur Kalimat Keterangan

Keterangan dalam kalimat berfungsi untuk menerangkan bagian-bagian yang lain, yaitu menerangkan subjek, predikat, objek, pelengkap, dimana posisinya dapat diletakkan di awal, di tengah, maupun di akhir kalimat. Secara sederhana, keterangan dapat dibedakan menjadi keterangan waktu, tempat, cara. Perhatikan contoh berikut ini:

a. Adik mengerjakan tugas di kampus

b. Lala belajar matematika pada pagi hari

c. Aldi memperhatikan pelajaran dengan sungguh-sungguh

Kata yang dicetak di atas miring masing-masing menunjukkan keterangan tempat, waktu dan cara.