Category Archives: Jurusan

Prosedur penanganan sampah

h11

Prosedur penanganan sampah

Sampah dapat diartikan limbah pada sisa aktivitas manusia, tidak terpakai, dapat bersifat organik maupun non organik, karena membahayakan kesehatan dan lingkungan maka sampah harus dibuang/disingkirkan/dikelola dari lingkungan.

Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. Adapun yang termasuk ke dalam kategori sampah organic, yaitu :

  • Sampah dapur
  • Sampah cair/lemak
  • Potongan kertas
  • Daun-daun
  • Karton/kardus
  • Potongan kayu

Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya.

Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk laiannya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton. Sedangkan yang termasuk ke dalam kategori sampakk non organic adalah :

  • Pecahan kaca/botol
  • Plastik/fiber
  • Logam
  • Kaleng
  • Poliester
  • Karet/getah

Untuk penanganan sampah organic dilakukan dengan cara :

  • Sampah dibungkus dengan plastik sampah dan diikat agar tidak berserakan.
  • Sampah dibuang setiap hari pada tempat yang telah ditentukan.
    • Pastikan plastik sampah dan tempat sampah tidak bocor.
    • Tempat penampungan sampah harus tertutup rapat.
  • Bila sampah tidak diangkut maka sampah dapat ditimbun atau dimanfaatkan sebagai kompos.

Sedangkan untuk sampah non organic penanganannya dilakukan dengan cara :

  • Masing-masing sampah non organik harus dipisahkan menurut jenisnya.
  • Sampah dibungkus dengan plastik sampah dan diikat agar tidak berserakan.
  • Bila sampah tidak diangkut maka sampah dapat dimanfaatkan sebagai daur ulang atau dibakar ditempat yang aman.
  • Bila sampah dibakar, sisa pembakaran sebaiknya ditimbun di dalam tanah.

Sampah Organik dan Anorganik

sampah (1)

Sampah Organik dan Anorganik

Sampah dapat diartikan limbah pada sisa aktivitas manusia, tidak terpakai, dapat bersifat organik maupun non organik, karena membahayakan kesehatan dan lingkungan maka sampah harus dibuang/disingkirkan/dikelola dari lingkungan. Perhatikan klasifikasi sampah dan limbah bahan kimia.

Adapun yang termasuk ke dalam kategori sampah organic, yaitu :

  • Sampah dapur
  • Sampah cair/lemak
  • Potongan kertas
  • Daun-daun
  • Karton/kardus
  • Potongan kayu

Sedangkan yang termasuk ke dalam kategori sampakk non organic adalah :

  • Pecahan kaca/botol
  • Plastik/fiber
  • Logam
  • Kaleng
  • Poliester
  • Karet/getah

Sementara yang termasuk ke dalam limbah bahan kimia adalah :

  • Residu hasil pembakaran
  • Zat amonia
  • Zat klorin
  • Sisa abrasive
  • Karbon
  • Sulfur
  • Baterai bekas

Limbah bahan kimia

image14

Limbah bahan kimia

Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik.

Komponen yang tergolong ke dalam kategori limbah bahan kimia adalah sebagai berikut :

  • Residu hasil pembakaran
  • Zat amonia
  • Zat klorin
  • Sisa abrasive
  • Karbon
  • Sulfur
  • Baterai bekas

Penanganan limbah sendiri dilakukan dengan cara :

  • Perhatikan petunjuk dalam menangani sisa atau limbah bahan kimia.
  • Limbah harus dipisahkan menurut jenisnya dan tidak boleh dicampur agar tidak menimbulkan senyawa baru yang berbahaya.
  • Limbah bahan kimia tidak boleh dibakar.
  • Selama menangani limbah bahan kimia sebaiknya menggunakan pelindung.
  • Jauhkan tempat pembuangan limbah bahan kimia dengan sistem pipa air.
  • Jauhkan tempat pembuangan limbah bahan kimia dari lingkungan yang ramai

Klasifikasi sampah

17_20150513_204509

Klasifikasi sampah

Sampah dapat diartikan limbah pada sisa aktivitas manusia, tidak terpakai, dapat bersifat organik maupun non organik, karena membahayakan kesehatan dan lingkungan maka sampah harus dibuang/disingkirkan/dikelola dari lingkungan.

Sampah Organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos. Adapun yang termasuk ke dalam kategori sampak organic, yaitu :

  • Sampah dapur
  • Sampah cair/lemak
  • Potongan kertas
  • Daun-daun
  • Karton/kardus
  • Potongan kayu

Sampah Anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya.

Sampah ini dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk laiannya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton. Sedangkan yang termasuk ke dalam kategori sampakk non organic adalah :

  • Pecahan kaca/botol
  • Plastik/fiber
  • Logam
  • Kaleng
  • Poliester
  • Karet/getah

Untuk penanganan sampah organic dilakukan dengan cara :

  • Sampah dibungkus dengan plastik sampah dan diikat agar tidak berserakan.
  • Sampah dibuang setiap hari pada tempat yang telah ditentukan.
  • Pastikan plastik sampah dan tempat sampah tidak bocor.
  • Tempat penampungan sampah harus tertutup rapat.
  • Bila sampah tidak diangkut maka sampah dapat ditimbun atau dimanfaatkan sebagai kompos.

Sedangkan untuk sampah non organic penanganannya dilakukan dengan cara :

  • Masing-masing sampah non organik harus dipisahkan menurut jenisnya.
  • Sampah dibungkus dengan plastik sampah dan diikat agar tidak berserakan.
  • Bila sampah tidak diangkut maka sampah dapat dimanfaatkan sebagai daur ulang atau dibakar ditempat yang aman.
  • Bila sampah dibakar, sisa pembakaran sebaiknya ditimbun di dalam tanah.

Sampah dan Limbah

sampah

Sampah dan Limbah 

Istilah sampah atau limbah tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Pada dasarnya, ada klasifikasi sampah dan limbah kimia. Sebelum kita membahas hal tersebut, sebaiknya kita bahas sedikit mengenai sampah dan limbah.

Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya, dalam proses proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk-produk yang dihasilkan setelah dan selama proses alam tersebut berlangsung.

Akan tetapi karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan maka sampah dapat dibagi menurut jenis-jenisnya. Sementara limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga).

Di mana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus atau black water dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).

Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik.

Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Nilai dasar

sila-1

Nilai dasar

Meskipun nilai bersifat abstrak dan tidak dapat diamati oleh panca indra manusia, namun dalam kenyataannya nilai berhubungan dengan tingkah laku manusia. Setiap meiliki nilai dasar yaitu berupa hakikat, esensi, intisari atau makna yang dalam dari nilai-nilai tersebut.

Nilai dasar berifat universal karena menyangkut kenyataan obyek dari segala sesuatu. Contohnya tentang hakikat Tuhan, manusia serta mahkluk hidup lainnya. Apabila nilai dasar itu berkaitan dengan hakikat Tuhan maka nilai dasar itu bersifat mutlak karena Tuhan adalah kausa prima (penyebab pertama).

Nilai dasar yang berkaitan dengan hakikat manusia maka nilai-nilai itu harus bersumber pada hakikat kemanusiaan yang dijabarkan dalam norma hukum yang diistilahkan dengan hak dasar (hak asasi manusia).

Dan apabila nilai dasar itu berdasarkan kepada hakikat suatu benda (kuatutas,aksi, ruang dan waktu) maka nilai dasar itu juga dapat disebut sebagai norma yang direalisasikan dalam kehidupan yang praksis. Nilai Dasr yang menjadi sumber etika bagi bangsa Indonesia adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Etika Deskriptif dan Etika Normatif

polite_preschoolers

Etika Deskriptif dan Etika Normatif

Mungkin anda sudah sering sekali mendengar apa itu nilai dasar. Nilai dasar ini sendiri biasanya juga dikaitkan dengan nilai instrumental yang berlaku dalam kehidupan social. Akan tetapi, masih banyak di antara kita yang tidak mengetahui apa itu nilai dasar.

Nilai memuat elemen pertimbangan yang membawa ide-ide seorang individu mengenai hal-hal yang benar, baik, atau diinginkan. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang apa itu nilai dasar dan nilai instrumental, sebaiknya kita bahas apa itu moral dan etika, karena kedua istilah tersebut sangat berkaitan erat dengan apa itu nilai dasar.

Etika berasal dari Bahasa Yunani yaitu ethos yang berarti kebiasaan, Selain etika, dikenal juga Moral atau Moralitas yang dari bahasa Latin yaitu mos yang juga berarti kebiasaan.

Pengertian etika adalah suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran tertentu atau bagaimana kita bersikap dan bertanggung jawab dengan berbagai ajaran moral.

Sedangkan Moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. Fungsi etika dibedakan menjadi dua yaitu : Sebagai subjek tujuannya Untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakan itu salah atau benar, buruk atau baik dan sebagai Objek adalah menunjukkan cara melakukan sesuatu (moral).

Seperti yang kita ketahui, Etika dibagi menjadi dua jenis yaitu etika deskriptif dan etika Normatif. Etika Deskriptif adalah Etika yang menyoroti secara rasional (Masuk Akal) dan kritis tentang apa yang diharapkan manusia mengenai sesuatu yang bernilai dan Etika Normatif adalah Etika yang berisi norma-norma yang menuntun tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan mengenai Etika dan Moral ini tidak bisa lepas dari Norma-Norma yang sudah berlaku dalam masyarakat. Adapun pengertian Norma yaitu Etika yang mengenai norma-norma yang menuntun tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Macam-Macam Norma tersebut seperti : Norma Agama, Norma Kesusilaan, Norma Kesopanan, Norma Adat, dan Norma Hukum.