Category Archives: IPA

Tanah Adisol : Tanah Subur akibat Letusan Gunung

Tanah Adisol : Tanah Subur akibat Letusan Gunung

Bumi adalah sebuah planet yang memungkinkan manusia hidup didalamnya, tentu saja semua itu telah direncanakan oleh Tuhan Yang Maha Esa sang pencipta kita yang telah menciptakan semuanya itu kepada kita. Berbagai penunjang kehidupan manusia, seperti lapisan ozon, oksigen, material penting berupa batuan, tanah, dan air menjadikan bumi sebagai satu-satunya planet yang sejauh ini masih bisa dihuni oleh manusia, tumbuhan dan hewan, tentu saja untuk saat ini masih Bumi saja planet yang bisa ditempati karena adanya material-material yang mendukung untuk kehidupan manusia dalam kehidupannya sehari-hari. Material tersebut nayatanya memang sangat berguna bagi kehidupan manusia, batu, air dan tanah. Semuanya memiliki peranan penting yang tidak bisa saling menggantikan satu dan lainnya. Material bumi berupa batu dan tanah terbagi berdasarkan beberapa jenis. Tanah misalnya, untuk perkebunan dan pertanian, jenis tanah andisol dinilai memiliki keunggulan dibanding dengan jenis tanah yang lain, mungkin karena dari karakteristiknya ataupun dari unsure-unsur yang ada di dalam tanah tersebut.

Karakteristik Tanah Andiosol

Tanah andisol atau yang lebih dikenal dengan istilah tanah andosol dengan warna rata-ratanya kehitaman. Tekstur dari tanah jenis andisiol atau andosol sangat beragam jenisnya. Tanah ini bisa berbentuk tanah liat dan tanah lempung yang memiliki tekstur yang kasar dari tanah biasanya. Zat yang terkandung di dalamnya sebagian besar adalah abu vulkanik dari letusan gunung merapi. Tanah jenis ini banyak dijumpai di daerah-daerah yang berada di sekitar gunung berapi, biasanya dapat kita lihat di sekitar daerah pulau jawa yang banyak terdapat gunung merapinya pasti juga banyak adanya tanah jenis ini. Tidak jarang daerah yang terkena musibah gunung meletus, justru tanahnya akan lebih subur daripada sebelumnya. Selain unsur hara, zat lain yang terkandung dalam tanah andisol ini adalah zat-zat organic. Zat organic banyak terkandung pada lapisan tengah dan atas, sedangkan pada tanah yang berada di lapiusan bawah, kandungan organic maupun unsure hara cenderung sedikit. Tanah andisol mampu mengikat air dalam jumlah yang cukup tinggi, zat karbon yang terkandung juga lebih tinggi dibandingkan dengan tanah jenis lain. Jadi karakter dari tanah andisol itu adalah tanah yang memiliki kesuburan yang melebihi dibandingkan dengan tanah lainnya, walaupun terkadang kita lihat pada daerah yang dekat merapi sulit untuk menanam tanaman karena bisa saja merapi meletus dan menghancurkan tumbuhan yang telah ditanam sebelumnya, bukankah itu hanya membuang waktu dengan sia-sia dan dengan percuma juga. Tapi dilihat dari tanahnya, tanahnya itu memiliki potensi yang sangat besar untuk menghasilkan tanaman yang baik dan bagus karenanya merapi itu dapat menyuburkan tanah.

Gambaran Umum Tanah

Tanah yang memiliki nama latin solum pada dasarnya adalah salah satu bagian dari kerak bumi yang mengandung banyak mineral dan zat-zat organic, tanah mengandung banyak unsur hara dan air yang tentu saja kita ketahui sangat dibutuhkan oleh tanaman ataupun tumbuhan dalam proses pertumbuhannya, baik itu dalam proses dari perkecambahannya, artinya mulai dari tumbuh sampai memunculkan radikal, dimana bagian itu lah yang pertama keluar dan kemudian dari proses untuk mendapatkan makanan sendiri, yaitu fotosintesis dan proses lainnya.

Tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya tanah memiliki tekstur yang berongga. Tekstur berongga inilah yang akhirnya menjadi tempat bagi akar untuk tumbuh dengan sangat ideal. Rongga pada tanah memberikan ruang pada akar untuk bernapas dan berkembang. Selain bisa digunakan sebagai pondasi dalam mendirikan sebuah bangunan, tanah juga rupanya menjadi tempat tinggal bagi semua mikroorganisme. Bukan hanya itu, tanah juga dapat menjadi tempat hewan darat mencari makan dan bergerak bebas.

Berkaitan dengan iklim, tanah memegang peranan penting sebagai pengendali erosi dan pengontrol air tanah. Meskipun tidak jarang tanah itu sendiri pun sering tererosi. Tanah pada dasarnya terbuat dari batu yang mengalami pelapukan. Pelapukan batuan tersebut dibantu oleh organisme-organisme yang bertugas untuk menutupi bebatuan sehinggan batu ita akhirnya perlahan melapuk dan hancur.

Mengenal Ekosistem Padang Rumput

Mengenal Ekosistem Padang Rumput

Ekosistem adalah suatu tatanan kehidupan yang meliputi berbagai jenis makhluk hidup, dimana makhluk-makhluk hidup ini memiliki hubungan timbal balik yang sangat erat, saling mempengaruhi dan tentu saja tidak bisa dipisahkan satu sama yang lainnya, jadi kita dapat mengerti dengan adanya suatu ekosistem itu, maka akan bisa menyatukan apa saja yang ada didalamnya tersebut. Suatu organisme yang hidup pada lingkungan tertentu akan beradaptasi dengan lingkungan tersebut, selain daripada itu organisme ini juga akan mempengaruhi keadaan fisik dari suatu lingkungan yang ada di sekitarnya. Hal inilah yang disebut dengan timbal balik yang saling mempengaruhi hingga terbentuklah suatu ekosistem.

Pengertian Ekosistem Padang Rumput

Di bumi, ada berbagai macam jenis ekosistem, salah satunya yang paling umum dan sering didengar adalah ekosistem padang rumput. Ekosistem ini terbentuk pada daerah yang tropic maupun daerah yang subtropik yang memiliki curah hujan di sekitar 25-30 cm/tahunnya. Di Indonesia, ekosistem padang rumput ini biasanya dapat kita temukan di pulau Nusa Tenggara, khususnya dibagian timur dari pulau tersebut, terdapat banyak sekali ekosistem padang rumput di pulau tersebut. Awal terbentuknya ekosistem ini adalah dari kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan tanaman/rumput secara meluas. Rumput yang melimpah ini akhirnya menarik hewan-hewan pemakan rumput yang biasa disebut dengan herbivore dan kelompok hewa ini pun kebanyakan dan mayoritas tinggal di sana. Banyaknya hewan herbivore atau pemakan rumput tersebut ini lalu menarik hewan pemangsa (karnivora) untuk ikut datang dan menyerang hewan-hewan pemakan rumput tersebut. Dan dari sinilah terbentuknya rantai makanan dengan sistem seperti ini, rumput yang tumbuh disana biasanya dimakan oleh hewan pemakan tumbuhan atau yang biasa kita kenal dengan nama herbivore lalu hewan hewan pemakan rumput ini dimakan hewan pemakan daging yang biasa disebut dengan karnivora, dan akhirnya hewan ini pun dijadikan sebagai pengurai oleh mikroorganisme tertentu dan setelah itu sisa-sisa yang tidak bisa diuraikan tersebut akan menjadi rumput lagi, hal inilah yang mendasari terbentuknya ekosistem padang rumput.

Komponen Pendukung Ekosistem Padang Rumput

Pada ekosistem ini, kita akan menemukan beberapa jenis organisme yang mendukung terbentuknya ekositem padang rumput yang tentu saja sering kita temui pada saat kita ke tempat yang mempunyai ekosistem ini. Yang pertama adalah organisme autotrof, seperti yang telah kita tahu bahwa organisme ini adalah jenis organisme yang bisa membuat atau menyintesa makanan sendiri tentu saja dengan bantuan dari cahaya matahari, air dan komponen udara yang ada disekitarnya. Organisme autotrof pada ekosistem ini adalah tanaman atau rumput. Rerumputan ini pun hidup beradaptasi dengan kelembaban lingkungan yang memiliki curah hujan tidak teratur.

Yang kedua adalah organisme heterotrof, organisme yang kedua ini adalah jenis organisme yang tidak bisa membuat makanannya sendiri, tentu saja organisme ini akan mengandalkan bantuan dari autotrof tadi untuk dapat mendapatkan makanan untuk dirinya. Contoh dari organisme ini adalah seperti zebra, rusa, kangguru ataupun bison. Hidup hewan ini bergantung pada rumput-rumput yang hidup di sekitar mereka. Organisme yang lainnya adalah seperti hewan pemangsa yang menjadi konsumen kedua setelah hewan pemakan rumput tersebut, contohnya adalah seperti singa, anjing liat ataupun ular. Hewan pemangsa ini menggantungkan hidupnya pada hewan-hewan pemakan rumput yang menjadi target dari mangsa mereka tersebut.

Yang ketiga adalah abiotik, selain dari makhluk hidup, di ekosistem padang rumput ini juga terdapat komponen yang tidak hidup yaitu komponen abiotik. Komponen ini meliputi batu, tanah, air dan udara ataupun sinar matahari. Dan yang terakhir adalah pengurai. Sebenarnya pengurai termasuk dalam heterotrof, tapi karena tugas utamanya adalah untuk menguraikan bahan organic dari benda hidup yang sudah mati, jadi pengurai berbeda dengan heterotrof tersebut. Contoh dari pengurai tersebut adalah jamur dan bakteri. Mereka akan menyerap hasil penguraian dan membuang beberapa bahan sederhana untuk digunakan kembali oleh produsen. Ekosistem padang rumput adalah bagian dari kehidupan kita, jadi kita tidak boleh menganggu ataupun merusaknya, karena itu sama saja kita mengganggu keseimbangan alam yang telah diciptakan secara sempurna oleh Tuhan.

Horison Tanah yang Utama

Horison Tanah yang Utama

Horizon tanah atau disebut juga lapisan tanah bisa kita lihat dengan membuat profil tanah. Profil tanah itu sendiri dapat dibuat dengan menggali tanah yang ukurannya sekitar satu meter persegi sampai kedalaman tertentu, sesuai ketebalan tanah dan tingkat kebutuhan analisis yang akan dilakukan. Horizon tanah itu hampir terdapat di semua jenis tanah apapun, kita mengenal banyaknya jenis tanah yang ada di Indonesia ini, kita tahu ada yang disebut dengan tanah fertisol, grumusol, latosol, renzina, dan tanah lainnya. Horizon tanah itu terkadang mengandung suatu zat yang berguna untuk tanah juga, dapat kita lihat seperti unsur-unsur yang terdapat dalam tanah itu, unsur-unsur itulah yang nantinya akan membantu pertumbuhan dari tanaman yang ditanam dalam sana, tetapi terkadang dalam horizon tanah tertentu ada kandungan yang banyak tidak dibutuhkan oleh tanaman sehingga tidak semua tanah itu dapat dimanfaatkan untuk tanaman karena pengaruh horizon dari tanah tersebut juga. Penggalian tanah tadi dilakuakan agar tidak lain adalah untuk mengetahui tingkat kesuburan, porositas, kelembapan, serta kandungan mineral unsure hara. Horizon tanah akan memberikan gambaran jelas mengenai kondisi fisika dan kimia tanah tersebut dengan melihat struktur yang terdapat di dalamnya. Intinya, ada lima horizon tanah utama pada suatu tanah yang dilihat dari profil tanah yaitu sebagai berikut.

Yang pertama adalah horizon O, lapisan ini adalah lapisan organic yang terdapat di lapisan paling atas tanah dengan ketebalan hanya beberapa sentimeter dari permukaan. Lapisan organic ini sangat kaya dengan humus yang tentu saja humus ini berguna untuk menyuburkan tanah. Horizon tanah ini mempunyai beberapa cirri khas yang tentu saja berbeda dengan horizon tanah lainnya, ciri-cirinya adalah sebagai berikut memiliki warna tanah yang gelap, dari cokelat sampai warna kehitam-hitaman. Terdiri dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti daun yang telah membusuk atau ranting-ranting dari sisa penebangan ataupun pengambilan hasil produksi dari pohon-pohon dan tentu saja nantinya semuanya itu akan diuraikan menjadi bahan oraganik nantinya.

Yang kedua adalah horizon A, lapisan ini adalah lapisa kedua dari tanah setelah lapisan O yaitu lapisan yang banyak mempunyai bahan organic tadi, lapisan ini disebut dengan lapisan bagian atas atau disebut juga dengan top soil. Memiliki rata-rata ketebalan antara 20-35 cm. horizon A masih relative subur jika dibandingkan dengan lapisan-lapisan lainnya yang berada dibawahnya, karenanya pada lapisan ini masih memiliki suatu unsure yang lebih bagus dibandingkan dengan yang dibawahnya sehingga kesuburan tanahnya masih terjaga. Horizon ini sering juga dinamakan dengan zona eluviasi, yaitu wilayah pencucian partikel-partikel tanah oleh air hujan. Terutama, partikel liat yang butirannya sangat halus dan partikel debu.

Yang ketiga adalah horizon B, lapisan ini sering disebut dengan nama subsoil mungkin karena lapisan ini berada di pertengahan dari lapisan-lapisan yang ada. Lapisan ini merupakan zona iluviasi yaitu tempat pengendapan partikel tanah yang mengalami pencucian dan terlarut dalam air dari horizon A. lapisan subsoil ini ditandai dengan warnanya yang lebih terang dibandingkan dengan horizon tanah yang lainnya. Hal ini disebabkan karena horizon ini bahan-bahan organiknya sangat kurang. Bahkan, tidak ada. Itulah sebabnya mengapa horizon B ini merupakan lapisan tanah yang rendah tingkat kesuburannya. Karenanya di horizon ini sangat tidak ditemukan kesuburan pada horizon ini.

Yang keempat adalah Horison C, lapisan ini adalah lapisan setelah horizon b yaitu lapisan yang disebut dengan zona regolith, yaitu lapisan batuan dasar yang sudah mulai mengalami proses penghacuran dan pelapukan. Lapisan ini sudah tidak memiliki kesuburan lagi karena belum menghasilkan bahan-bahan organic yang didapatkan melalui proses pelapukan.

Yang kelima adalah lapisan paling dasar dari horizon yaitu lapisan paling bawah dari horizon tanah yang ada. Lapisan ini terdiri dari lapisan batuan dasar yang masih pejal dan utuh karena belum mengalami proses-proses pelapukan sama sekali. Lapisan ini tentunya tidak memiliki kesuburan karena dari segi struktur masih merupakan benda padat yang tidak memiliki bahan organic sedikit pun. Batuannya masih keras dan berbentuk padat.

Ekosistem Padang Pasir, Pengertian Ekosistem Padang Pasir,Komponen Pendukung Ekosistem Padang Pasir

Apa sih ekosistem Padang Pasir itu?

Ekosistem adalah suatu sistem kehidupan yang terdiri dari berbagai jenis komponen baik itu makhluk hidup maupun benda mati, itulah yang biasanya terdapat dalam ekosistem. Semua organisme yang hidup pada lingkungan tertentu akan terpengaruh oleh keadaan lingkungan tersebut sehingga mereka harus beradaptasi dengan lingkungan yang ada disekitarnya mereka, dengan cara itu mereka bisa mempertahankan hidup untuk waktu yang sangat lama. Sedangkan di dalam kelompok makhluk hidup itu sendiri, mereka saling terikat satu sama lain. Hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi inilah yang akhirnya memunculkan suatu ekosistem, dimana hewan ataupun tumbuhan saling berpengaruh dan bisa juga pada benda matinya ataupun dalam sumber daya alamnya.

Pengertian Ekosistem Padang Pasir

Ada bermacam-macam jenis ekosistem, mulai dari ekosistem air, darat, maupun buatan. Salah satu ekosistem darat adalah Ekosistem Padang Pasir atau yang biasa disebut dengan gurun. Ekosistem ini dapat kita jumpai pada daerah yang bergurun atau sama sekali dan jarang ditemukan hujan pada tempat tersebut, sehingga tempat tersebut itu menjadi gurun dan berpasir. Ekosistem ini sangat mudah dikenali. Ciri-cirinya adalah suhu udara yang panas di siang hari, tanha yang gersang dan tidak subur, curah hujan sangat rendah, perbedaan suhu diantara malam dan siang hari sangat signifikan (pada siang hari itu cuacanya sangat panas dan pada malam hari sangat dingin, bukankah itu suatu perbedaan suhu yang signifikan. Ekosistem ini banyak kita temui di benua Afrika.

Komponen Pendukung Ekosistem Padang Pasir

Pada ekosistem ini tentu saja mempunyai beberapa organisme yang terdapat didalam ekosistem itu sendiri yang membantu terbentuknya ekosistem padang pasir. Yang pertama adalah autotrof, organisme ini bisa membuat makanannya sendiri dengan bantuan dari cahaya matahari, air dan komponen udara. Seperti yang kita ketahui bahwa tanpa adanya makanan yang tersedia, organisme ini bisa membuat makananny sendiri, didalam sini adalah tanaman. Keadaan lingkungan yang sangat panas di padang pasir, mempengaruhi jenis tanaman mana yang bisa bertahan hidup di daerah seperti ini, mungkin tanaman seperti kaktus yang bisa bertahan hidup didalam sini, tanaman ini sangat cocok hidup di daerah gurun karena memang tidak perlu membutuhkan banyak air dank arena air yang tersedia di daerah ini pun sangatlah sedikit. Daun-daunnya yang menyerupai jarum, mencegah evaporasi (penguapan) kadar air dalam kaktus ke udara itu berlebihan, sehingga kaktus tetap dapat memiliki kadar air yang cukup pada batangnya.

Yang kedua adalah heterotrof yaitu organisme ini adalah jenis organisme yang merupakan konsumen karena memang tidak bisa membuat makanan sendiri seperti tanaman. Contoh hewan pemakan tumbuhan disini adalah seperti unta atau onta sedangkan hewan pemakan daging atau karnivora yang terdapat disini adalah seperti kalajengking, semut, kadal maupun ular, hewan disini bisa bertahan disini karena mereka sudah beradaptasi di daerah ini sudah cukup lama. Hewan yang berada disini sangat berbeda sekali dengan hewan-hewan yang biasanya hidup dalam lingkungan yang tropis karena penyusun tubuhnya itu memiliki perbedaan yang signifikan, oleh karena itu hewan-hewan seperti yang diatas dapat bertahan hidup didaerah yang sangat panas dan tidak ada airnya sama sekali.

Yang ketiga adalah lingkungan abiotik adalah komponen mati atau tak hidup mendukung keseimbangan ekosistem padang pasir. Komponen abiotik ini meliputi tanah, pasir, batu, udara, maupun air. Komponen-komponen yang disini adalah mendukung ekosistem padang pasir ini agar dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga ekosistem ini dapat berjalan dengan terus menerus.

Yang keempat atau terakhir adalah pengurai adalah organisme yang bertugas untuk menguraikan bahan organic dari makhluk hidup yang sudah mati (misalnya seperti tanaman mati, bangkai hewan). Pengurai atau yang biasa disebut dengan decomposer ini akan menyerap sebagian hasil penguraian dan membuang beberapa zat sederhana ke tanah untuk digunakan oleh produsen tak lain adalah tanaman gurun itu sendiri misalnya seperti kaktus. Jadi kita tahu bukan apa ekosistem padang pasir itu dan cenderung ekosistem ini banyak terdapat di daerah gurun.

Tanah Latosol, Salah Satu Jenis Tanah di Sekitar Kita

Tanah Latosol, Salah Satu Jenis Tanah di Sekitar Kita

Dalam kehidupan ini, salah satu yang kita perlukan adalah tanah. Karena tanah merupakan tempat kita untuk bercocok tanam, membangun bangunan, dan lain-lain. Tapi tahukah anda bahwa tanah yang kita injak setiap hari berbeda-beda? Di setiap daerah di Indonesia kita ini memiliki tanah yang jenis dan kandungan yang ada didalamnya yang beranekaragam. Selain itu, di Indonesia sebagian besar wilayahnya memiliki tanah yang subur yang dapat di tanami berbagai macam tanaman. Salah satu alasannya adalah Indonesia terletak di kawasan iklim tropis yang memiliki suhu yang baik serta curah hujan yang tinggi.

Anda semua tahu apa aja kandungan yang ada didalam tanah? Secara umum tanah itu terdiri dari susunan berberapa bahan pokok. Bahan pokok tersebut antara lain sebagai berikut :

  • Bahan mineral

Bahan mineral adalah bahan yang mengandung unsur kimia yang aktif. Tanah mendapatkan unsur mineralnya dari proses pelapukan yang dialami oleh batuan induk dalam jangka waktu tertentu.

  • Bahan organik

Bahan organik adalah bahan dasar penyusun tanah yang berasal dari pembusukan organisme mati. Pembusukan ini bisa dikarenakan mikroorganisme atau jasad renik.

  • Air

Air adalah salah satu komponen yang berguna bagi tanah, karena air yang ada didalam tanah membawa mengalirkan beberapa komponen yang diperlukan tanah.

  • Udara

Tahukah anda bahwa didalam tanah terdapat udara? Karena adanya udara, maka organisme pengurai yang ada didalam tanah dapat hidup.

Komposisi komponen penyusun tanah yang baik adalah 45%, 5%, 25%, 25% untuk susunan yang ada diatas. Tanah yang baik tercipta bukan hanya karena susunan komponen diatas. Namun juga atas bantuan dari luar yaitu suhu dan curah hujan yang ada di daerah tersebut.

Seperti yang saya katakan diatas, bahwa di Indonesia itu sebagian besar wilayahnya memiliki tanah yang subur. Namun di setiap jenis tanahnya berbeda-beda dan memiliki karakteristik berbeda sehingga antara daerah satu dengan yang lainnya dapat saling bergantungan. Karena bila di suatu daerah di Indonesia tidak dapat menanam suatu tanaman karena tidak cocok terhadap tanahnya, maka daerah lain yang memiliki karakteristik tanah yang lain bisa menanamnya dan mengekpor tanaman tersebut ke wilayah itu. Karena hal inilah maka kekayaan sumber daya tanah di Indonesia seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin. Jadi apa aja jenis tanah yang anda ketahui? Lalu dimana aja tanah itu adanya? Baiklah saya akan menjelaskan beberapa jenis tanah yang ada di Indonesia beserta lokasinya.

  1. Tanah Litosol

Apa itu tanah litosol? Tanah litosol merupakan tanah yang belum terjadi perkembangan setelah terjadi pelapukan. Tanah ini memiliki keunggulan, yaitu tanah ini cukup subur. Tanah ini ada di Pulau Jawa, Nusa Tenggara, dan Maluku. Tanah ini bagus sebagai hutan.

  1. Tanah Latosol

Seperti judul artikel yang ada diatas, tanah latosol ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia, kecuali untuk wilayah Nusa Tenggara dan Maluku Selatan sehingga tanah ini merupakan salah satu tanah yang ada di sekitar kita. Tanah ini memiliki berbagai macam warna. Tanah latosol ada yang berwarna merah, cokelat ataupun warna kuning. Tanah ini cukup subur untuk dijadikan sebagai lahan pertanian maupun perkebunan.

  1. Tanah Alluvial

Tanah alluvial adalah tanah muda yang dalam proses pembentukannya masih terlihat campuran dari bahan organik dan bahan mineralnya. Tanah ini dapat dimanfaatkan sebagai hutan maupun sebagai lahan pertanian karena tanah ini cukup subur. Tanah ini biasanya di temukan di daerah aliran sungai. Tanah ini terdapat di daerah sepanjang aliran sungai Pulau Jawa, Nusa Tenggara,Maluku Selatan, serta Pulau Sumatera. Tanah ini disebut juga tanah entisol.

  1. Tanah Andosol

Tanah andosol adalah tanah yang berasal dari abu vulkanik letusan gunung berapi. Sehingga biasanya tanah andosol ini disebut tanah vulkanik. Tanah ini memiliki karakteristik yang mudah dikenali sesuai dengan namanya. Andosol berarti tanah hitam, maka tanah ini biasanya berwarna hitam. Tanah ini subur sehingga cocok sebagai lahan perkebunan dan pertanian. Tanah ini biasanya terdapat dilereng gunung berapi. Tanah ini ada di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Itulah beberapa jenis tanah yang ada di Indonesia. Namun selain tanah tersebut masih ada jenis-jenis tanah lainnya seperti tanah gambut, tanah mediteran, tanah grumosol dan tanah renzina. Oleh karena banyaknya jenis tanah yang ada di Indonesia itulah maka Indonesia wajib memanfaatkan sumber daya tanahnya.

Tanah Kapur, Tanah Tanpa Unsur Hara

Tanah Kapur, Tanah Tanpa Unsur Hara

Tanah mempunyai beragam jenis dan beragam jenis juga kegunaannya. Dalam kegunaan nya kebanyakan tanah itu yang mempunyai manfaat yang baik dan sangat berguna bagi kita. Apalagi tanah itu merupakan hasil alam yang digunakan sebagai tempat hidup kita. Tetapi ada juga tanah yang juga kurang berguna bagi kita.

Beberapa Kegunaan Tanah Yaitu :

  1. Tanah berguna sebagai tempat untuk kita menginjakkan bumi. Tanpa tanah bagaimana kita mau menginjakkan bumi ini.
  2. Tanah digunakan untuk menanam tumbuhan dan sebagai salah satu sumber utama yang diperlukan oleh tumbuhan untuk melakukan proses kehidupannya. Oleh tumbuhan secara spesifiknya tanah diperlukan untuk melakukan proses penyerapan sari-sari makanan dan zat unsur hara yang terkandung didalamnya. Proses yang sangat dibutuhkan untuk proses fotosintesis dan pertumbuhannya.
  3. Untuk hewan pun tanah sangat dibutuhkan. Karena tanah digunakan sebagai tempat hidup, tempat mencari makanan dan banyak lagi fungsi dari tanah yang digunakan oleh para hewan. Tanpa tanah mungkin beberapa hewan akan punah dan tidak dapat tinggal lagi.
  4. Tanah juga digunakan sebagai bahan-bahan untuk pabrik. Beberapa jenis tanah sangat menguntungkan pabrik dalam menjadikannya bahan utama dalam proses pembuatan barang. Seperti dalam pembuatan dan pengolahan semen dibutuhkan pasir.
  5. Tanah digunakan sebagai lahan untuk pertanian dan perkebunan. Dengan begitu maka para petani dapat mencari nafkahnya dan secara umum pun menguntungkan semua orang dengan hasil yang diperolehnya. Tetapi tanah yang digunakan haruslah tanah yang cocok untuk lahan pertaniannya. Tanah yang paling sering digunakan yaitu tanah humus dan tanah vulkanik. Tanah vulkanis banyak ditemukan disekitar lereng-lereng gunung berapi.

Tanah adalah lapisan kulit bumi yang terluar yang terbuat melalui proses pelapukan dan pembusukan sisa-sisa makhluk hidup atau tumbuhan. Tanah membutuhkan proses dalam pembentukan nya. Ada yang cepat dan ada yang lambat. Proses yang lambatlah yang biasanya merupakan jenis tanah yang bagus. Bermacam-macam kegunaan akan tanah membuat tanah itu sangat dimanfaatin. Tanah pun juga banyak diteliti oleh para ahli. Mereka ingin mengetahui apa saja fungsi dari tanah itu yang masih bisa kita manfaatkan lagi. Karena mungkin saja tanah Maih memiliki banyak macam misteri yang masih banyak kegunaannya. Tetapi penyebaran tanah sekarang akan sulit untuk ditebak karena akibat dari global warming. Tanah kapur banyak kita temukan di daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara dan Maluku.

Tanah kapur merupakan tanah yang tidak subur karena tidak mempunyai unsur hara. Tanah kapur ini terbuat dari batuan kapur. Untuk tanah ini sangat tidak memungkinkan untuk dijadikan lahan pertanian dan lahan perkebunan. Tanah ini jika kita tumbuhi tanaman maka tidak akan bisa untuk berkembang. Karena memang tanah kapur ini tidak memiliki unsur hara sama sekali. Tetapi tetap saja semua tanah memiliki fungsinya masing-masing. Dari perbedaan itu lah yang membuat salah satu perbedaan dari macam-macam tanah.

Untuk tanah kapur keunggulan nya adalah sebagai bahan untuk bangunan. Karena tanah ini sebagai bahan utamanya. Tanah ini sebagai bahan campuran yang bagus dan struktur nya yang keras jika dicampurkan dengan semen atau bahan sejenisnya. Inilah yang merupakan manfaat utama dari tanah kapur ini.

Hal Spesial Dari Tanah Kapur

Memang menurut teori orang bahwa tanah kapur itu tidak bisa digunakan sebagai tanah untuk bercocok tanam. Tetapi ada fungsi unik dari tanah kapur. Yaitu sebagai penetral tingkat keasaman bagi tanah yang tingkat asamnya tinggi. Karena ketinggian keasaman tanah akan membuat sulit nya terjadi kesuburan akan tanaman yang menempatinya. Cara untuk membuat tanah yang tingkat keasaman tinggi itu yaitu dengan mencampurkannya dengan tanah kapur. Tanah kapur dicampurkan sedikti dengan tanah yang tingkat ketinggian asam yang tinggi. Tetapi jangan sampai tanah pencampuran dari tanah kapur ini sangat banyak. Karena akan membuat racun yang mematikan bagi tanaman-tanaman. Hal yang sangat berbahaya.

Untuk itu maka kita harus mengetahui jenis-jenis tanah dan kita juga harus mengetahui fungsi-fungsi dari tanah itu. Jangan sampai sembarangan dalam penggunaannya.

Ilmu Tanah: Sumber Daya Alam Tanah

Ilmu Tanah: Sumber Daya Alam Tanah

Anda semua tahukan bahwa di Indonesia itu salah satu aspek yang paling perlu untuk dikelola dan dikembangkan adalah tanah. Tanah di Indonesia subur dan di setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda, namun subur. Hal ini yang menyebabkan tanah di Indonesia harus dikelola dengan baik. Karena kelebihan sumber daya tanah yang ada di Indonesia membuat sebagian besar kehidupan ditopang oleh sektor pertanian. Itu membuat kita harus mengetahui yang namanya ilmu tanah. Pertama-tama kita harus tahu apa itu tanah. Tanah merupakan hasil dari proses panjang pelapukan yang terjadi pada batuan induk yang ada di permukaan bumi ini. Setelah mengalami proses pelapukan, batuan induk tersebut kemudian mengalami bermacam-macam pengaruh dari bahan organis. Sekarang mari kita mengenal jenis-jenis tanah yang ada di Indonesia dalam rangka mempelajari sumber daya alam tanah.

Jenis-Jenis Tanah

Sumber daya alam tanah merupakan salah satu materi dari ilmu tanah. Maka dari itu, jenis-jenis sumber daya alam tanah yang ada di Indonesia wajib kita ketahui. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

Tanah Humus

Anda semua pasti tahu tanah humus. Karena tanah ini yang biasanya dipakai sebagai tanah untuk menanam bunga di rumah anda. Tanah humus tersebar di Pulau Sumatera, Jawa Barat, dan Irian Jaya. Tanah ini adalah tanah yang berasal dari sisa pembusukan sisa-sisa tumbuhan dan juga berasal dari pelapukan dari bahan-bahan organik. Tanah ini mempunyai ciri berwarna kecoklatan dan sangat subur, dan tanah ini cocok untuk ditanami tanaman kelapa, padi, dan nenas. Tanah ini subur karena banyak mengandung unsur-unsur yang diperlukan tumbuhan.

Tanah Alluvial

Anda semua udah mengenal yang namanya tanah alluvial? Tanah alluvial tersebar di Sumatera bagian timur, Kalimantan Barat, Jawa bagian utara, dan didaerah sekitar dataran rendah dan sepanjang aliran sungai. Tanah ini terbentuk karena proses pengendapan dari lumpur-lumpur sungai. Karenanya tanah alluvial ini disebut juga tanah endapan. Ciri-ciri tanah ini adalah memiliki warna kelabu keras, memiliki karakteristik permukaan yang keras dan pijal apabila dalam keadaan kering, dan akan menjadi lengket saat dalam keadaan basah.

Tanah Vulkanik

Anda mungkin pernah mendengar yang namanya tanah andosol. Tahukah anda bahwa tanah andosol dan tanah vulkanik adalah sama? Tanah ini diberi nama tanah vulkanik dikarenakan tanah ini berasal dari abu bekas letusan gunung berapi. Namun tanah ini bernama tanah andosol karena warna dari tanah ini yang hitam. Yang penting tanah ini sangat subur dan biasanya berada pada lereng-lereng gunung. Tanah ini tersebar di Pulau Sumatera, Pulau Bali, dan Lombok. Selain cirinya yang berwarna hitam, tanah ini memiliki ciri-ciri lain, yaitu tanah ini berbutir halus. Tetapi walaupun berbutir halus, tanah ini tidak mudah ditiup angin.

Tanah Laterit

Dari tadi kita mengenal tanah yang subur, namun tidak semua tanah subur. Ada jenis tanah yang tidak subur contohnya adalah tanah laterit. Tanah laterit ini berasal dari tanah humus. Namun tanah ini tidak subur karena kandungan humusnya terbawa oleh air hujan. Biasanya tanah ini berwarna kuning kemerahan. Tanah laterit ini ada di Banten, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Pacitan.

Tanah Pasir

Tanah pasir merupakan salah satu jenis tanah yang tidak subur. Tanah ini berasal dari pelapukan batuan sedimen dan batuan beku. Hal yang membuat tanah ini tidak subur karena tanah ini berbutir kasar dan tanah ini tidak dapat menyimpan air. Tanah ini biasanya terdapat di Pulau Sumatera dan Pulau Sulawesi.

Tanah Gambut

Tanah gambut tersebar di pantai timur Sumatera, pantai barat dan selatan Kalimantan, serta di pantai selatan Irian Jaya. Namun sebenarnya apa itu tanah gambut? Tanah gambut adalah salah satu jenis tanah yang tidak subur karena tanah ini berasal dari pembusukan tanaman di daerah rawa. Tanah ini disebut juga tanah organosol.

Tanah Kapur

Tanah kapur atau tanah renzina bahkan ada juga yang menamainya tanah mediteran merupakan tanah yang kurang subur namun dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Tanah ini berasal dari pelapukan batuan kapur. Tanah ini ada di Pulau Sumatera, Nusa Tenggara, Pulau Maluku serta di Jawa Timur dan Tengah.

Jadi anda semua sudah tahu apa aja jenis tanah yang ada di Indonesia. Namun tanah di Indonesia tidak hanya sekedar itu saja. Jadi dalam ilmu tanah anda wajib mengetahui semua jenis tanah bahkan yang ada di luar Indonesia.