Category Archives: IPS

Nilai dasar

sila-1

Nilai dasar

Meskipun nilai bersifat abstrak dan tidak dapat diamati oleh panca indra manusia, namun dalam kenyataannya nilai berhubungan dengan tingkah laku manusia. Setiap meiliki nilai dasar yaitu berupa hakikat, esensi, intisari atau makna yang dalam dari nilai-nilai tersebut.

Nilai dasar berifat universal karena menyangkut kenyataan obyek dari segala sesuatu. Contohnya tentang hakikat Tuhan, manusia serta mahkluk hidup lainnya. Apabila nilai dasar itu berkaitan dengan hakikat Tuhan maka nilai dasar itu bersifat mutlak karena Tuhan adalah kausa prima (penyebab pertama).

Nilai dasar yang berkaitan dengan hakikat manusia maka nilai-nilai itu harus bersumber pada hakikat kemanusiaan yang dijabarkan dalam norma hukum yang diistilahkan dengan hak dasar (hak asasi manusia).

Dan apabila nilai dasar itu berdasarkan kepada hakikat suatu benda (kuatutas,aksi, ruang dan waktu) maka nilai dasar itu juga dapat disebut sebagai norma yang direalisasikan dalam kehidupan yang praksis. Nilai Dasr yang menjadi sumber etika bagi bangsa Indonesia adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Etika Deskriptif dan Etika Normatif

polite_preschoolers

Etika Deskriptif dan Etika Normatif

Mungkin anda sudah sering sekali mendengar apa itu nilai dasar. Nilai dasar ini sendiri biasanya juga dikaitkan dengan nilai instrumental yang berlaku dalam kehidupan social. Akan tetapi, masih banyak di antara kita yang tidak mengetahui apa itu nilai dasar.

Nilai memuat elemen pertimbangan yang membawa ide-ide seorang individu mengenai hal-hal yang benar, baik, atau diinginkan. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang apa itu nilai dasar dan nilai instrumental, sebaiknya kita bahas apa itu moral dan etika, karena kedua istilah tersebut sangat berkaitan erat dengan apa itu nilai dasar.

Etika berasal dari Bahasa Yunani yaitu ethos yang berarti kebiasaan, Selain etika, dikenal juga Moral atau Moralitas yang dari bahasa Latin yaitu mos yang juga berarti kebiasaan.

Pengertian etika adalah suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran tertentu atau bagaimana kita bersikap dan bertanggung jawab dengan berbagai ajaran moral.

Sedangkan Moral adalah ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. Fungsi etika dibedakan menjadi dua yaitu : Sebagai subjek tujuannya Untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakan itu salah atau benar, buruk atau baik dan sebagai Objek adalah menunjukkan cara melakukan sesuatu (moral).

Seperti yang kita ketahui, Etika dibagi menjadi dua jenis yaitu etika deskriptif dan etika Normatif. Etika Deskriptif adalah Etika yang menyoroti secara rasional (Masuk Akal) dan kritis tentang apa yang diharapkan manusia mengenai sesuatu yang bernilai dan Etika Normatif adalah Etika yang berisi norma-norma yang menuntun tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan mengenai Etika dan Moral ini tidak bisa lepas dari Norma-Norma yang sudah berlaku dalam masyarakat. Adapun pengertian Norma yaitu Etika yang mengenai norma-norma yang menuntun tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Macam-Macam Norma tersebut seperti : Norma Agama, Norma Kesusilaan, Norma Kesopanan, Norma Adat, dan Norma Hukum.

Perumusan visi

02

Pada saat perumusan visi misi biasanya merupakan proses yang melelahkan bahkan sering menjadi perdebatan sendiri antar anggota organisasi. Tetapi pada saat visi dan misi sudah terbentuk, pelaksanaannya menjadi tidak sesuai. Jadi sungguh disayangkan sekali jika proses perumusan visi misi yang melelahkan pada akhirnya hanya menjadi hiasan dinding semata

Pertanyaannya adalah kenapa hal ini bisa terjadi? Tentunya ada yang salah dengan visi misi tersebut sehingga hanya dijadikan hiasan dinding semata. Dari beberapa artikel yang saya baca, agar visi dan misi tidak hanya berakhir di dinding kantor saja maka terdapat beberapa panduan agar visi misi dapat menjadi kekuatan dalam mencapai tujuan organisasi.

Jansen Sinamo (2005) yang memberikan beberapa kriteria mengenai kriteria visi dan misi yang hidup dan efektif, di antaranya adalah :

  • Visi-misi harus sesuai dengan roh zaman dan semangat perjuangan organisasi
  • Visi-misi harus mampu menggambarkan sosok organisasi idaman yang mampu memikat hati orang
  • Visi-misi harus mampu menjelaskan arah dan tujuan organisasi
  • Visi-misi harus mudah dipahami karena diungkapkan dengan elegan sehingga mampu menjadipanduan taktis dan strategis
  • Visi-misi harus memiliki daya persuasi yang mampu mengungkapkan harapan, aspirasi, sentimen, penderitaan para stakeholder organisasi
  • Visi-misi harus mampu mengungkapkan keunikan organisasi dan menyarikan kompetensi khas organisasi tersebut yang menjelaskan jati dirinya dan apa yang mampu dilakukannya
  • Visi-misi harus ambisius, artinya ia harus mampu mengkiristalkan keindahan, ideal kemajuan, dan sosok organisasi dambaan masa depan, sehingga mampu meminta pengorbanan dan investasi emosional dari segenap stakeholder organisasi.

Visi yang efektif antara lain harus memiliki karakteristik seperti :

  • Imagible (dapat di bayangkan).
  • Desirable (menarik).
  • Feasible (realities dan dapat dicapai).
  • Focused (jelas).
  • Flexible (aspiratif dan responsif terhadap perubahan lingkungan).
  • Communicable (mudah dipahami).

Visi-Misi Organisasi

a

Visi-Misi Organisasi

Tentunya istilah visi bukan lagi hal yang baru bagi kita semua. Biasanya, istilah ini juga akan dikaitkan dengan misi. Penggunaan visi atau misi biasanya digunakan oleh perusahaan atau organisasi. Namun, bagaimana proses perumusan visi itu sendiri ?

Hampir sebagian bahkan semua organisasi apabila ditanya tentang ”Apakah organisasi saudara mempunyai visi dan misi?” maka semuanya akan menjawab punya, tapi hampir sebagian besar dilematika dalam organisasi adalah bagaimana peran dari visi dan misi yang mereka susun tersebut. Apakah visi dan misi tersebut dipakai sebagai kekuatan dalam mencapai tujuan organisasi ataukah hanya berakhir sebagai hiasan dinding yang dipajang di kantor?

Visi-misi organisasi merupakan perumusan pandangan organisasi untuk mencapai maksud dan tujuan yang menjadi bidang garapannya, sementara visi-misi individu pemimpin merupakan perumusan langkah-langkah dan pandangan dari pemimpin itu untuk mewujudkan tercapainya visi misi organisasi.

Pada pelaksanaanya, tak sedikit organisasi ataupun orang perseorangan kebingungan dalam perumusan dari visi-misi yang seharusnya dirumuskan sebelum suatu organisasi terbentuk atau sebelum seseorang didaulat ataupun diangkat menjadi seorang pemimpin.

Jika sudah demikian, biasanya arah organisasi atau pemimpin yang tidak merumuskan visi misi dari awal, menjadikan organisasi berjalan apa adanya dan tidak ada arah yang jelas kemana organisasi akan berlabuh mencapai tujuannya.

Oleh karenanya, visi-misi menjadi sesuatu yang mutlak ada dan dikuasai oleh elemen organisasi, dan yang terpenting adalah dikuasai oleh pimpinannya, karena visi-misi ini merupakan perumusan atas segala rencana/planning yang merupakan langkah pertama yang harus ditempuh dalam prinsip-prinsip manajemen.

Manfaat hubungan antar pribadi

communication

Manfaat hubungan antar pribadi

Adapun beberapa manfaat hubungan antar pribadi, di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Menemukan Diri Sendiri. Salah satu tujuan komunikasi interpersonal adalah menemukan personal interpersonal dengan orang lain kita belajar banyak sekali tentang diri kita maupun orang lain. Komunikasi interpersonal memberikan kesempatan kepada kita untuk berbicara tentang apa yang kita sukai dan kita ingini.
  • Menanamkan Identitas yang Positif kepada Orang Lain, sehingga kita memiliki image yang baik di mata masyarakat. Dengan demikian, mereka memiliki kesempatan lebih untuk mendapatkan kepercayaan dari orang lain dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang baik.
  • Membuka Wawasan Diri untuk Mulai Memahami Orang Lain di Luar Diri Kita. Informasi-informasi yang kita dapatkan tentang orang lain dapat memudahkan kita untuk memprediksi bagaimana pola pikir individu tersebut, bagaimana cara mereka menyikapi suatu permasalahan, bagaimana pendapat dan perasaan mereka terhadap sesuatu hal.
  • Lebih Mudah dalam Menghadapi Individu dan dapat Meminimalkan Kemungkinanterjadinya konflik antara cara pandang kita sendiri dengan cara pandang orang tersebut.
  • Memahami Emosi dan Muatan Emosi tersebut
  • Dapat Memahami Makna Tersirat yang disampaikan Maupun ditampilkan oleh orang lain.
  • Bisa Memprediksi Tingkah Laku Orang Lain
  • Dan masih banyak lagi

Faktor yang mempengaruhi hubungan interpersonal

848162_detail

Faktor yang mempengaruhi hubungan interpersonal

Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi hubungan interpersonal, yaitu :

  • Komunikasi efektif. Komunikasi interpersonal dinyatakan efektif bila pertemuan antara pemangku kepentingan terbangun dalam situasi komunikatif—interaktif dan menyenangkan.
  • Ekspresi wajah. Ekspresi wajah menimbulkan kesan dan persepsi yang sangat menentukan penerimaan individu atau kelompok. Wajah telah lama menjadi sumber informasi dalam komunikasi interpersonal dan merupakan alat komunikasi yang sangat penting dalam menyampaikan makna dalam beberapa detik raut wajah akan menentukan dan menggerakkan keputusan yang diambil.
  • Kepribadian sangat menentukan bentuk hubungan yang akan terjalin. Kepribadian mengekspresikan pengalaman subjektif seperti kebiasaan, karakter dan perilaku. Faktor kepribadian lebih mengarah pada bagaimana tanggapan dan respon yang akan diberikan sehingga terjadi hubungan.
  • Stereotyping merupakan cara yang banyak ditemukan dalam menilai orang lain yang dilibatkan pada kategorisasi tertentu. Individu atau kelompok akan merespon pengalaman dan lingkungan dengan cara memperlakukan anggota masyarakat secara berbeda atau cenderung melakukan pengelompokan menurut jenis kelamin, cerdas, bodoh, rajin, atau malas.
  • Kesamaan karakter personal. Manusia selalu berusaha mencapai konsistensi dalam sikap dan perilakunya atau kita cenderung menyukai orang lain, kita ingin mereka memilih sikap yang sama dengan kita, dan jika menyukai orang, kita ingin memilih sikap mereka yang sama.
  • Dan lainnya

Model-model hubungan interpersonal

11-3-1-Introduction-to-Interpersonal-Relationships(1)

Model-model hubungan interpersonal

Ada beberapa teori yang menjelaskan mengenai hubungan interpersonal, yaitu :

  1. Model Pertukaran Sosial

Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu transaksi dagang. Orang berhubungan dengan orang lain karena mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya.

 2. Model peranan

Model peranan menganggap hubungan interpersonal sebagai panggung sandiwara. Disini setiap orang harus memerankan peranannya sesuai dengan naskah yang telah dibuat oleh masyarakat. Hubungan interpersonal berkembang baik bila setiap individu bertidak sesuai dengan peranannya.

 3. Model interaksional

Model ini memandang hubungan interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistem memiliki sifat-sifat struktral, integratif dan medan. Semua sistem terdiri dari subsistem-subsistem yang saling tergantung dan bertindak bersama sebagai suatu kesatuan.

Selanjutnya, semua sistem mempunyai kecenderungan untuk memelihara dan mempertahankan kesatuan. Bila ekuilibrium dari siste terganggu, segera akan diambil tindakannya. Setiap hubungan interpersonal harus dilihat dari tujuan bersama, metode komunikasi, ekspektasi dan pelaksanaan peranan.