Category Archives: Jurusan

Ilmu Tanah: Sumber Daya Alam Tanah

Ilmu Tanah: Sumber Daya Alam Tanah

Anda semua tahukan bahwa di Indonesia itu salah satu aspek yang paling perlu untuk dikelola dan dikembangkan adalah tanah. Tanah di Indonesia subur dan di setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda, namun subur. Hal ini yang menyebabkan tanah di Indonesia harus dikelola dengan baik. Karena kelebihan sumber daya tanah yang ada di Indonesia membuat sebagian besar kehidupan ditopang oleh sektor pertanian. Itu membuat kita harus mengetahui yang namanya ilmu tanah. Pertama-tama kita harus tahu apa itu tanah. Tanah merupakan hasil dari proses panjang pelapukan yang terjadi pada batuan induk yang ada di permukaan bumi ini. Setelah mengalami proses pelapukan, batuan induk tersebut kemudian mengalami bermacam-macam pengaruh dari bahan organis. Sekarang mari kita mengenal jenis-jenis tanah yang ada di Indonesia dalam rangka mempelajari sumber daya alam tanah.

Jenis-Jenis Tanah

Sumber daya alam tanah merupakan salah satu materi dari ilmu tanah. Maka dari itu, jenis-jenis sumber daya alam tanah yang ada di Indonesia wajib kita ketahui. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

Tanah Humus

Anda semua pasti tahu tanah humus. Karena tanah ini yang biasanya dipakai sebagai tanah untuk menanam bunga di rumah anda. Tanah humus tersebar di Pulau Sumatera, Jawa Barat, dan Irian Jaya. Tanah ini adalah tanah yang berasal dari sisa pembusukan sisa-sisa tumbuhan dan juga berasal dari pelapukan dari bahan-bahan organik. Tanah ini mempunyai ciri berwarna kecoklatan dan sangat subur, dan tanah ini cocok untuk ditanami tanaman kelapa, padi, dan nenas. Tanah ini subur karena banyak mengandung unsur-unsur yang diperlukan tumbuhan.

Tanah Alluvial

Anda semua udah mengenal yang namanya tanah alluvial? Tanah alluvial tersebar di Sumatera bagian timur, Kalimantan Barat, Jawa bagian utara, dan didaerah sekitar dataran rendah dan sepanjang aliran sungai. Tanah ini terbentuk karena proses pengendapan dari lumpur-lumpur sungai. Karenanya tanah alluvial ini disebut juga tanah endapan. Ciri-ciri tanah ini adalah memiliki warna kelabu keras, memiliki karakteristik permukaan yang keras dan pijal apabila dalam keadaan kering, dan akan menjadi lengket saat dalam keadaan basah.

Tanah Vulkanik

Anda mungkin pernah mendengar yang namanya tanah andosol. Tahukah anda bahwa tanah andosol dan tanah vulkanik adalah sama? Tanah ini diberi nama tanah vulkanik dikarenakan tanah ini berasal dari abu bekas letusan gunung berapi. Namun tanah ini bernama tanah andosol karena warna dari tanah ini yang hitam. Yang penting tanah ini sangat subur dan biasanya berada pada lereng-lereng gunung. Tanah ini tersebar di Pulau Sumatera, Pulau Bali, dan Lombok. Selain cirinya yang berwarna hitam, tanah ini memiliki ciri-ciri lain, yaitu tanah ini berbutir halus. Tetapi walaupun berbutir halus, tanah ini tidak mudah ditiup angin.

Tanah Laterit

Dari tadi kita mengenal tanah yang subur, namun tidak semua tanah subur. Ada jenis tanah yang tidak subur contohnya adalah tanah laterit. Tanah laterit ini berasal dari tanah humus. Namun tanah ini tidak subur karena kandungan humusnya terbawa oleh air hujan. Biasanya tanah ini berwarna kuning kemerahan. Tanah laterit ini ada di Banten, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Pacitan.

Tanah Pasir

Tanah pasir merupakan salah satu jenis tanah yang tidak subur. Tanah ini berasal dari pelapukan batuan sedimen dan batuan beku. Hal yang membuat tanah ini tidak subur karena tanah ini berbutir kasar dan tanah ini tidak dapat menyimpan air. Tanah ini biasanya terdapat di Pulau Sumatera dan Pulau Sulawesi.

Tanah Gambut

Tanah gambut tersebar di pantai timur Sumatera, pantai barat dan selatan Kalimantan, serta di pantai selatan Irian Jaya. Namun sebenarnya apa itu tanah gambut? Tanah gambut adalah salah satu jenis tanah yang tidak subur karena tanah ini berasal dari pembusukan tanaman di daerah rawa. Tanah ini disebut juga tanah organosol.

Tanah Kapur

Tanah kapur atau tanah renzina bahkan ada juga yang menamainya tanah mediteran merupakan tanah yang kurang subur namun dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Tanah ini berasal dari pelapukan batuan kapur. Tanah ini ada di Pulau Sumatera, Nusa Tenggara, Pulau Maluku serta di Jawa Timur dan Tengah.

Jadi anda semua sudah tahu apa aja jenis tanah yang ada di Indonesia. Namun tanah di Indonesia tidak hanya sekedar itu saja. Jadi dalam ilmu tanah anda wajib mengetahui semua jenis tanah bahkan yang ada di luar Indonesia.

Mengenal Asam Sitrat dalam Dunia Industri

Mengenal Asam Sitrat dalam Dunia Industri

Dalam dunia pendidikan, siswa SMU sudah diajarkan mengenal asam sitrat. Asam sitrat (C6H8O7) merupakan asam organic lemah yang dapat ditemukan pada daun dan buah tumbuh-tumbuhan bergenus Citrus. Selain terdapat pada buah-buahan semacam nanas dan markisa, asam sitrat dengan konsentrasi tinggi terdapat pada jeruk lemon dan limau. Bentuk dari asam ini adalah Kristal atau serbuk putih yang merupakan senyawa intermedier dari asam organic. Asam sitrat ini mudah larut dalam air, spiritus, dan ethanol. Asam ini memiliki ciri-ciri yang tidak berbau dan berasa asam, jika asam ini dipanakan, maka asam sitrat akan meleleh kemudian terurai yang selanjutnya terbakar sampai menjadi sebuah arang.

Asam sitrat dapat dipakai untuk mengatur tingkat keasaman pada berbagai pengolahan makanan dan minuman, seperti produk air susu, selai, jeli, dan lain sebagainya. Larutan asam sitrat yang encer mampu berfungsi sebagai pencegah pembentukan bintik-bintik hitam yang terdapat pada udang. Penggunaan asam sitrat pada makanan cenderung aman karena senyawa ini bersifat alami dan terdapat pada semua jenis makhluk hidup. Keamanannya juga telah diakui oleh badan yang mengawasi tentang makanan tersebut, baik dari nasional maupun yang dari internasional. Kelebihan dari asam sitrat ini adalah dapat dengan mudah dimetabolisme dan dapat dengan mudah juga untuk dikeluarkan dari dalam tubuh kita.

 

Asam Sitrat dan Dunia Industri

Asam ini banyak digunakan dalam industry pangan, artinya disini asam ini banyak sekali digunakan dalam berbagai makanan yang kita konsumsi dalam kehidupan kita sehari-hari, industry pangan itu cenderung memakai asam sitrat mungkin untuk penambah rasanya. Kebutuhan dunia akan asam sitrat terus meningkat seiring berjalannya waktu ke waktu dengan kisaran antara 2-3 % dari tahun ke tahun. Sampai pada tahun 1920, semua asam sitrat itu diambil dari buah, yaitu buah lemon dan jeruk. Kini, asam sitrat juga dapat dihasilkan dari fermentasi menggunakan mikrooraganisme, yakni Aspergillus Niger.

Mikroorganisme ini adalah jamur yang digunakan secara komersial untuk pertama kalinya pada tahun 1923. Dalam memenuhi permintaan yang terus meningkat pada saat itu, maka efisiensi proses fermentasi terus dipelajari dan ditingkatkan dari tahap perkembangan yang sebelumnya, hal ini tentu saja akan dapat memenuhi permintaan dari para konsumen yang ingin memakai asam ini. Proses fermentasi ini terdiri dari dua tahap. Tahap yang pertama adalah pertumbuhan dari miselium dan tahap kedua adalah fermentasi pembentukan produk dengan penyerapan dari karbohidrat. Pada tahap kedua ini, karbohidrat yang dihasilkan lewat proses fermentasi itulah yang akan diubah menjadi asam sitrat yang nantinya akan digunakan dalam industry dunia pangan dan akhirnya dalam kehidupan sehari-hari manusia.

Saat ini, produksi asam sitrat secara komersial masih saja menggunakan mutan aspergillus niger. Namun, ada pula yang menggunakan mikroorganisme yang lain seperti Saccharomyces Lipolytica, Penicillium Simplicissimum, maupun A. Foeitidus. Hal ini digunakan untuk meningkatkan kemampuan produksi, sering dilakukan proses mutasi. Mutasi yang umum dilakuakn adalah dengan iradiasi ultraviolet dan nitrosamine selama 5 menit sampai 45 menit. Kultur selalu dijaga dalam medium PDA.

 

Tips fermentasi asam sitrat pada pratikum siswa :

Berikut akan disampaikan tips yang dapat digunakan oleh para siswa yang akan melakukan proses fermentasi asam sitrat, tentu saja hal ini akan dilakukan pada saat mereka melakukan pratikum sesuai dengan jadwal dari sekolah mereka masing-masing nantinya. Yang pertama adalah siswa harus memperhatikan factor pendukung selain dari komponen utama yang telah ada, yakni mikrooraganisme, dalam fermentasi. Factor-faktor pendukung yang perlu diperhatikan itu adalah komposisi nutrise media, kondisi lingkungan, Mangan dan logam lainnya, pengaruh senyawa pengkelat terhadap ion logam, pH, tipe dan konsentrasi gula, ammonium nitrat serta aerasi. Yang kedua adalah gunakan alat pelindung seperti sarung tangan atau kecamata pelindung saat menangani proses-proses fermentasi tersebut, kita tahu sendiri bukan jika kita terkena paparan dari asam sitrat kering ataupun larutan asam sitrat pekat dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata, dan tentu saja hal yang cukup berbahaya bukan.

Berkenalan Dengan Asam Basa

Berkenalan Dengan Asam Basa

Penjelasan mengenai asam basa yang paling memuaskan orang banyak tentang pemahamannya diberikan oleh Arrhenius pada tahun 1884. Arrhenius membagi zat ke dalam dua jenis, yakni asam dan basa. Sebuah zat dikatakan sebagai asam apabila zat tersebut mengandung atom hydrogen yang mampun terionisasi. Sementara itu, sebuah zat dikatakan basa jika mengandung ion hidroksi yang terionisasi, jadi inti dari pengertian tersebut adalah seperti ini, kalau asam itu mempunyai atom hydrogen dan untuk basa mengandung ion hidroksi, bukankah hal tersebut cukup jelas dan memiliki pengertian yang bagus sehingga orang yang ada di seluruh dunia dapat mengerti dan memahami apa yang telah diberikan oleh Arrhenius.

Awalnya teori tentang asam basa ini mengungkapkan bahwa suatu zat itu dikatakan asam ketika zat itu mengandung atom oksigen. Berdasarkan namanya oksigen itu berarti sesuatu yang menyebabkan menjadi asam. Namun, penjelasan yang dikemukakan oleh Arrhenius di atas mengalahkan teori yang lama bertahan ini, karena sebelum muncul teori Arrhenius pada tahun 1884, teori yang lama berbunyi oksigen itulah yang menyebabkan menjadi asam, padahal seperti yang kita ketahui bahwa oksigen itu adalah zat yang paling penting dalam pernafasan manusia dan juga sangat dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dari tumbuhan, dan tentu saja teorti dari Arrhenius mengatakan bahwa hydrogen lah yang menjadi awal munculnya asam tersebut.

Biasanya sebuah zat yang bersifat asam akan mempunyai rasa yang masa dan juga dapat bersifat korosif, hal ini tentu saja tergantung pada kadar kekuatan dari zat tersebut. Seperti contoh, bila anda memakan sebuah jeruk tentunya anda akan merasakan sensasi rasa asam ketika memakannya bukan, memang terkadang jarang sekali buah jeruk kita bilang rasanya itu asam, dan sering kali kita menyebut rasanya manis, tapi kalau kita resapi rasa itu secara signifikan, akan terdapat rasa asam yang terdapat pada jeruk itu, dan hal itu tentu saja dapat kita rasakan oleh lidah kita, hal ini karena memang terdapat kandungan asam dalam jeruk tersebut yakni asam sitrat.

Sementara itu, suatu zat yang bersifat basa itu mempunyai rasa yang pahit dan bersifat kaustik. Ketika anda melarutkan NaOH dengan konsentrasi yang rendah saja, anda akan menjumpai bahwa larutan tersebut berbentuk seperti sabun ketika anda memegang larutan yang telah dibuat tersebut. Teori yang dikemukakan oleh Arrhenius sendiri belum cukup untuk mengungkapkan seberapa besar tingkat kekuatan dari asam dengan asam lainnya atau tingkat kekuatan suatu zat basa. Pada tahun 1909, S.P.L. Sorensen mengemukakan sebuah teori untuk mengukur sebuah derajat keasaman dari sebuah larutan, dengan ini maka kita dapat megukur berapa keasaman pada sebuah larutan kita.

Dengan menggunakan minus logaritma dari konsentrasi larutan asam tersebut, Sorensen berhasil menemukan sebuah skala keasama dari sebuah larutan, dengan menggunakan teori ini, maka secara simultan dapat juga ditentukan tingkat kebasaan dari sebuah larutan.

Aplikasi Teori Asam Basa

Aplikasi dari teori asam basa dapat juga dan sering ditemui dalam kehidupan kita sehari-hari, hal ini dapat kita lihat pada saat kita atau orang lain yang mengalami sakit maag. Seseorang yang mengalami penyakit ini ketika kadar asam yang terdapat dalam lambung mereka melebihi ambang batas, atau biasa disebut dengan melewati angka yang normal. Oleh karena itu, perut akan terasa sakit sekali terutama di bagian lambung kita. Untuk mengatasi hal tersebut, kadar asam yang ada perlu dinetralkan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menambahkan basa kedalam tubuh kita. Hal itu bisa dilakukan dengan meminum obat yang kandungan utamanya adalah penetral asam.

Salah satu aplikasi dari yang lain adalah peristiwa pengawetan makanan. Konsep asam dan basa digunakan dalam pengawetan makanan dalam mencegah bakteri hidup dalam makanan yang sedang diawetkan tersebut. Bakteri tidak dapat hidup dalam medium (dalam hal ini makanan) yang mengandung kadar asam yang begitu tinggi. Dengan menggunakan fakta sederhana tersebut, orang-orang sejak zaman dahulu mengawetkan makanan dengan mempertinggi kadar asam yang ada dalam makanan tersebut.

Mengenal Lebih Jauh Tanah Andosol

Mengenal Lebih Jauh Tanah Andosol

Tanah adalah salah satu bagian dari bumi ini yang sangat penting dalam kehidupan ini, karena tanah merupakan tempat kita membangun tempat tinggal dan juga merupakan tempat kita menanam salah satu kebutuhan hidup kita, yaitu pangan seperti padi, sayur, serta buahan-buahan. Tanah memiliki proses pembentukan yang panjang. Anda-anda sudah tahu bagaimana asal-usul terbentuknya tanah? Mari saya jelaskan sedikit.

Asal-usul Terjadinya Tanah

Tanah berasal dari berbagai jenis batuan induk yang mengalami pelapukan kimia maupun fisika yang mengubah bentuk strukturnya. Karena proses pelapukan ini, struktur batuan induk ini kemudian hancur dan menjadi suatu struktur baru yang memiliki struktur yang sangat berbeda dengan batuan asalnya. Dalam proses pelapukan fisika, yang paling memiliki andil terbesar dalam pelapukan yang banyak terjadi pada batuan adalah derasnya curah hujan dan banyaknya sinar matahari yang menyinari batuan tersebut. Derasnya curah hujan akan mengikis lapisan terluar batuan tersebut. Semakin sering dan deras hujan tersebut, semakin cepat batu tersebut mengalami pengikisan, sehingga tanah menjadi lebih cepat terbentuk. Selain itu, matahari juga memiliki andil dalam pembentukan tanah. Sinar matahari akan menyebabkan mikroorganisme menjadi aktif dan melakukan pelapukan batu dari dalam.

Menurut proses pelapukan kimia, proses pembentukan tanah serta jenis tanah tersebut tergantung pada organisme hidup yang berperan dalam pelapukan tanah. Selain itu, waktu atau lamanya pelapukan menjadi salah satu faktor dari pembentuk tanah. Karena semakin lama batuan induk tersebut mengalami pelapukan, maka komponen yang ada di dalam batuan tersebut juga semakin banyak yang hilang. Karena kita sudah mengenal tanah dan juga proses terbentuknya, alangkah baiknya kita mengenal sedikit tentang salah satu jenis tanah yang ada. Dan tanah tersebut adalah tanah Andosol. Sekarang mari kita mengenal apa itu tanah andosol.

Tanah Andosol

Kata Andosol berasal dari kata “Ando” yang berarti hitam dan kata “sol” yang artinya tanah. Maka Andosol itu berarti tanah yang berwarna hitam. Tanah Andosol / tanah vulkanis ini memiliki ciri khas yang sangat mudah dikenal. Sesuai namanya, tanah ini memiliki warna yang gelap atau hitam, abu-abu, coklat tua hingga warna kekuningan. Tanah ini berasal dari sisa abu vulkanik dari letusan suatu gunung berapi. Oleh karenanya, tanah ini mudah dijumpai di daerah sekitar lereng gunung berapi.

Tanah Andosol ini sangat subur untuk ditanami dan tanah ini bertekstur gembur hingga menyerupai lempung, bahkan di beberapa wilayah, tanah ini bertekstur debu. Hal ini menjadi salah satu alasan petani menyukai tanah Andosol ini. Tanah ini mudah saat diolah. Mudah untuk  saat dicangkul dan salah satu kelebihannya memiliki pori-pori tanah sehingga sirkulasi udara mudah masuk kedalam akar-akar tanaman. Sehingga tanaman yang ditanami memiliki kemungkinan panen yang lebih tinggi karena tumbuhan tersebut memiliki pasokan udara yang cukup. Tanah Andosol ini biasanya digunakan sebagai lahan perkebunan untuk menanam tanaman seperti the, kopi, pinus, dan lain-lain. Hal ini dikarenakan tanah ini memiliki unsur hara sedang hingga rendah (N,P, dan K). Selain sebagai lahan perkebunan, tanah Andosol ini juga dapat dipakai sebagai lahan pertanian, biasanya dimanfaatkan untuk sawah, sayur-sayur, bunga potong, dan juga palawija. Walaupun memilik banyak kelebihan, tetapi tak ada yang sempurna di dunia ini. Begitu pula tanah ini. Tanah ini memiliki banyak kekurangan. Salah satu kekurangannya adalah :

Mudah Longsor

Tanah ini memiliki tekstur tanah yang gembur. Walaupun mudah saat pengolahannya, tanah dengan tekstur ini dapat menjadi masalah karena dengan kondisi tekstur yang gembur dan rapuh membuat tanah jenis ini sangat mudah terseret oleh air hujan, angin dan longsor atau mengalami erosi. Karena kekurangan itulah, para petani banyak menyiasatinya dengan menggunakan sistem tanam berteras.  Semua tau apa itu sistem tanam berteras? Sistem tanam berteras menyiasati tanah yang muda longsor ini dengan menanam rumput atau juga tanaman keras penguat teras di antara sela-sela teras bertingkat.

Nah, inilah yang kita ketahui tentang tanah andosol dan setelah kita ketahui maka cobalah untuk memanfaatkan dan juga mencegah hal yang tidak diinginkan dengan baik.

Mengenal Tanah Gambut

Mengenal Tanah Gambut

Definisi

Tanah gambut merupakan tanah yang dapat dimanfaatlan untuk sebagai bahan sumber energi. Tanah gambut merupakan salah satu tanah yang terbanyak didunia. Tanah gambut merupakan jenis tanah yang berasal dari pelapukan atau pembusukan dari sisa-sisa tanaman yang setengah busuk dan dalam prosesnya membutuhkan waktu yang sangat lama. Tanah gambut merupakan salah satu tanah yang digunakan untuk lahan pertanian dan kehutanan. Proses pembusukan tanah ini tidak dapat sempurna karena kandungan tanah yang kurang akan adanya oksigen. Secara geografis sekitar 60% lahan basah di Indonesia merupakan tanah gambut. Hal ini sudah dimanfaat kan untuk pertanian dan kehutanan.

Ciri-ciri Tanah Gambut

Tanah gambut merupakan tanah yang dengan banyak jumlah unsur zat haranya. Tanah gambut banyak kita temukan didaerah rawa karena tanah gambut merupakan tanah yang sering ditemukan didaerah yang becek. Karena juga tanah gambut merupakan jenis tanah yang pembentukan dihambat oleh daerah yang becek itu.

Ciri-ciri lahan ditanah gambut adalah :

  1. Beragam jenis pohon yang tumbuh di tanah gambut ini merupakan phon-pohon yang belum selesai di dekomposisi.
  2. Tanah dan tanaman ini selalu digenangi oleh air
  3. Memiliki perakaran yang khas karena sudah beradaptasi dari daerah-daerah yang becek dan basah. Tanah dan tanaman ini sudah terbiasa dengan daerah yang basah.
  4. Meskipun didaerah tanah yang asam tanaman ini tetap dapat tumbuh dengan baik. Lahan rawa merupakan salah satu tanaman yang spesial.

Gambut Sebagai Sumber Energi

Tanah gambut merupakan salah satu tanah yang bisa kita gunakan sebagai bahan sumber energi. Di Polandia saja tanah gambut di gunakan sebagai bahan pembangkit tenaga listrik. Tanah gambut juga digunakan sebagai pemanas dan memasak rumah tangga. Tanah gabut yang merupakan tanah yang lembab bisa dikeluarkan airnya secara paksa. Tanah gambut di Indonesia terbagi atas dua yaitu : gambut topogen dan gambut ombrogen. Dilihat dari proses pembentukan nya gambut ombrogen lebih tua dari gambut topogen. Dan juga gambut ombogen lebih sering dijumpai daripada gambut topogen.

Jenis Tanah Gambut

  1. Berdasarkan kandungan organiknya gambut terbagi atas :

Tanah mineral ( bahan organik antara 15-20 %) dan tanah organik ( bahan organik antara 20-25% ).

  1. Berdasarkan faktor pembentuk gambut terbagi atas :
    1. Gambut Topogen yaitu gambut yang terbuat dari hasil sisa-sisa dilapisan dasar cekungan. Gambut ini digunakan sebagai lahan pertanian dan perkebunan karena kandungan tanah yang tidak terlalu asam dan mengandung unsur hara.
    2. Gambut Ombrogen yaitu gambut yang berasal dari gambut topogen. Tetapi usianya lebih tua dari pada gambut topogen. Karena tanah ini yang terkena hujan secara terus menerus membuat tingkat keasaman tanah ini menjadi sangat tinggi sehingga tidak cocok untuk lahan pertanian dan perkebunan. Inilah mengapa tanah gambut belum tentu semuanya bisa digunakan.
    3. Gambut Pegunungan yaitu gambut yang terbuat dari sisa-sisa hasil tanaman dipegunungan.

Manfaat Lahan Gambut

Lahan gambut banyak memiliki manfaatnya karena tanah ini subur. Yaitu sebagai pencegah banjir pada musim hujan dan menjaga kekeringan pada musim kemarau. Ini menjadikan lahan gambut mempunyai manfaat yang kompleks. Lahan gambut juga sebagai tempat untuk para makhluk hidup tinggal. Merupakan habitat luas yang dapat menampung berbagai macam jenis makhluk hidup. Tetapi perlu diperhatikan bahwa tanah gambut yang dipakai haruslah tanah yang tepat. Karena tanah gambut memiliki beberapa jenis. Jika salah memilih nya maka akan membuat kerugian yang sangat besar.

Tingkat Kematangannya

Berdasarkan hasil pemerasannya tanah gambut memiliki tiga tingkatan, yaitu fibrik ( gambut mentah ), hemik dan saprik ( gambut matang ).

Tanah gambut yang merupakan tanah yang subur merupakan pemberian dari alam. Dengan pemanfaatan yang baik dan benar akan memberikan keuntungan bagi semua makhluk hidup. Hal ini akan membuat kita akan saling mengerti apa manfaat dari hasil alam yang sudah diberikan. Tetapi jangan juga kita bersifat tamak. Itu akan merugikan semuanya. Bukannya menguntungan. Hal yang harus di jaga.