Category Archives: Bahasa

Contoh Kata Pengantar yang Layak Diadaptasi

Bagi seorang pelajar, membuat suatu tulisan karya ilmiah adalah salah satu tugas yang sering diberikan. Tidak sedikit mata pelajaran yang memberikan tugas untuk membuat suatu tulisan karya ilmiah. Sebenarnya, untuk membuat suatu tulisan ilmiah bukanlah hal yang menyulitkan. Salah satu masalah yang dihadapi adalah dalam membuat kata pengantar. Kata pengantar adalah suatu halaman pembuka tulisan karya ilmiah. Tidak sedikit siswa atau mahasiswa yang kerepotan saat menulis suatu kata pengantar. Dalam suatu tulisan ilmiah, untuk mencari bahan ataupun referensi tulisan tersebut bukanlah hal yang menyulitkan. Namun saat membuat kata pengantar, langsung membuat siswa atau mahasiswa tersebut kerepotan. Tak jarang siswa atau mahasiswa yang kemudian mencari contoh kata pengantar dari internet. Namun, belum tentu kata pengantar yang didapat akan sesuai dengan apa yang anda harapkan.

Suatu kata pengantar memiliki fungsi dalam suatu karya. Sehingganya suatu kata pengantar menjadi salah satu komponen penting yang akan membuat apakah karya tersebut baik atau tidak. Sehingganya tidak sedikit siswa atau mahasiswa yang mencari contoh kata pengantar di internet ataupun dari tulisan orang lain. Dan tidak sedikit pula situs di internet yang memberikan contoh kata pengantar. Untuk lebih mengenal suatu kata pengantar, ada baiknya kita mengetahui apa saja yang terdapat dalam suatu kata pengantar. Hal-hal yang disampaikan dalam suatu kata pengantar antara lain :

  • Kesan yang didapatkan sang penulis saat menulis karya tersebut, dapat berupa kesulitan dan hal-hal lainnya dalam membuat karya tersebut.
  • Ringkasan singkat mengenai buku atau tulisan yang akan dibaca oleh para pembaca.
  • Salam terhadap pihak yang ikut membantu dalam menyelesaikan buku atau tulisan tersebut.

Selain hal tersebut, masih banyak lagi hal penting yang ada di dalam suatu kata pengantar. Oleh karenanya tidak heran suatu kata pengantar yang baik selalu menjadi incaran para siswa atau mahasiswa yang diberikan tugas untuk membuat suatu tulisan. Hal yang menjadi masalah sekarang ini adalah karena kesulitan yang didapatkan dalam membuat suatu kata pengantar membuat tidak sedikit siswa atau mahasiswa yang mencontoh 100 % kata pengantar yang ada di internet ataupun buku lainnya.

Padahal, dalam membuat suatu kata pengantar disesuaikan dengan apa yang ada di dalam tulisan atau buku tersebut. Karenanya untuk mencontoh suatu kata pengantar bukanlah hal yang baik. Namun apabila kata pengantar tersebut dipakai sebagai pedoman tidaklah salah. Asal jangan sama 100 %. Suatu kata pengantar selalu ada dalam setiap karya ilmiah. Jadi selain dari internet anda dapat memakai kata pengantar yang ada di buku sebagai pedoman kata pengantar tulisan anda.

Kata Pengantar

Kesulitan pertama yang dihadapi dalam membuat suatu kata pengantar adalah apa yang ingin dibuat. Karenanya, tidak sedikit siswa atau mahasiswa yang langsung membuka internet ataupun buku lainnya dan melihat kata pengantar yang ada. Isi dari kata pengantar selalu berbeda-beda, hal itu tergantung dengan isi dari buku tersebut. Ada beberapa unsur yang tidak dapat dilewatkan dalam suatu kata pengantar. Suatu kata pengantar merupakan awal dari sebuah buku. Jadi, suatu kata pengantar akan berupaya membuat para pembaca menjadi berminat untuk membaca buku tersebut. Selain itu, tidak jarang suatu kata pengantar menjelaskan kesan yang ia dapatkan saat menulis buku tersebut.

Dalam membuat suatu tulisan ilmiah, pastinya anda akan berhadapan dengan kata pengantar. Namun, dalam membuat suatu kata pengantar tidaklah terlalu menyulitkan. Tuangkan segala hal yang anda rasakan saat membuat tulisan tersebut. Apabila ada pihak yang membantu anda, ucapkan terima kasih dari kata pengantar tersebut. Selain itu, sebutkan segala manfaat yang akan didapat setelah membaca buku atau tulisan tersebut. Dan terakhir sebutkan secara ringkas isi dari tulisan tersebut, karena hal tersebut akan menjadi daya tarik dari buku tersebut.

Dalam membuat suatu kata pengantar, tidak sedikit siswa atau mahasiswa yang menggunakan contoh kata pengantar, baik itu dari internet atau buku lain. Namun yang dihadapi dalam mencari contoh kata pengantar adalah apakah kata pengantar tersebut telah cocok atau tidak. Namun akan lebih baik apabila anda membuat suatu kata pengantar dengan kata-kata anda sendiri.

Memahami Grammar Lebih Dekat

Memahami lebih dekat tentang grammar sangat dibutuhkan oleh para pelajar jika ingin bisa menguasai bahasa Inggris. Karena dalam bahasa Inggris grammar merupakan hal yang sangat penting. Sama juga dengan bahasa Indonesia jika tidak menguasai kosa kata dan tata bahasa  maka kita akan kesulitan untuk bisa berbicara dengan orang, menulis, membaca dan mendengar. Dengan begitu sama saja dengan kita tidak akan bisa berbahasa Inggris.

Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang sekarang ini diwajibkan bagi seluruh dunia untuk bisa menguasainnya. Karena bahasa ini akan digunakan oleh semua orang di dunia jika ingin saling berhubungan. Karena banyaknya perbedaan bahasa antara yang satu sama yang lain makanya dibuatlah bahasa internasional yang berlaku untuk seluruh dunia. Hal ini merupakan salah satu kesepakatan yang telah dibicarakan.

Memahami lebih lengkap tentang grammar akan sangat berguna bagi semua kalangan. Tidak hanya oleh pelajar saja. Untuk dunia bisnis pun bahasa Inggris sangat dibutuhkan. Kalau tidak pandai maka kita akan kehilangan partner bisnis kita. Apalagi partner bisnis itu berasal dari luar negeri. Pastinya bahasa mereka akan berbeda dengan bahasa kita. Maka dari  itulah diperlukannya bahasa kesatuan yang bisa digunakan.

Untuk pelajar nilai akan memahami lebih dekat tentang grammar akan sangat berpengaruh. Karena hal ini akan menjadi tolok ukur bagi para pelajar itu untuk bisa bersekolah keluar negeri dan mendapatkan beasiswa keluar negeri. Jangankan untuk luar negeri, dalam negeri saja sekarang juga sudah membutuhkan penguasaan bahasa Inggris untuk pelajarnya. Maka dari itu sekarang ini banyak pelajar yang mulai mempelajari lebih dalam bahasa inggris dan setelah merasa sudah sanggup barulah mereka melakukan tes untuk mengetahuinya. Tes itu seperti tes TOEFL, IELTS, dan banyak lagi tes lainnya. Tetapi ingat kita harus bisa menguasai grammar dahulu baru bisa menguasai pelajaran bahasa inggris lebih dalam lagi. Untuk mempelajari grammar para pelajar bisa mencari buku-bukunya dan diperlajari. Buku untuk penguasaan grammar banyak dijual di toko buku.

Definisi Grammar

Dalam sebuah buku menuliskan bahwa “ The grammar of a language is the set of rules that govem its structure. Grammar determines how words are arranged to from meaningful units”. Itu berarti “ Grammar dari sebuah bahasa adalah suatu kumpulan aturan yang menata bagian dari susunannya. Grammar juga menentukan bagaimana kata-kata itu disusun dalam membuat sebuah unit-unit bahasa yang bermakna. Hal ini menyatakan akan kegunaan dan maksud dari grammar itu.

Grammar merupakan tata bahasa yang harus dikuasai karena akan berpengaruh pada bagaimana seseorang akan melakukan proses percakapan, penulisan dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang lain. Dengan adanya aturan penggabungan kata yang tepat maka akan terbentuk sebuah kalimat atau bahasa yang baik dan benar. Jika sudah baik dan benar maka dalam proses percakapan dengan orang lain mereka tidak akan binggung dengan apa yang akan kita katakan. Sering sekali dalam bahasa inggris itu kita terbalik dalam pengucapannya. Hal ini bisa saja berpengaruh terhadap daya nangkap orang yang mendengarkan bahasa itu. Memahami lebih lengkap tentang grammar akan menjadi kunci bagi kita untuk bisa menguasai bahasa Inggris.

Mempelajari Grammar

Mempelajari grammar merupakan hal yang sangat tepat bagi para pelajar untuk bisa mendapatkan dan menguasai bahasa inggris itu. Jangan anggap mempelajarinya akan mudah. Mempelajari grammar akan sangat susah bagi orang yang tidak bisa mengertinya. Dan untuk itu anda pasti membutuhkan cara-cara untuk bisa menguasai grammar dengan lebih mudah dan efisien. Cara-caranya adalah seperti berikut ini :

  1. Mempelajari tentang Part of Speech (mempelajari bagian-bagian kata). Contoh adjective, Noun , Pronoun, dll.
  2. Mempelajari tentang kalimat atau sentence. Contoh compound, simple sentence, complex , dll.
  3. Menguasai Question Words atau kata tanya. Yaitu who, what, why, whom , whose, dll.
  4. Menguasai tenses. Hal ini merupakan salah satu yang terpenting. Contoh present tenses, past tenses, past future tenses, dll.
  5. Memahami modal auxiliaries seperti will/would, can/could, may/might, dll.
  6. Mempelajari Question tag. Merupakan oertanyaan pendek yang terletak diakhir kalimat.
  7. Mempelajari passive voice atau kalimat pasif.
  8. Mempelajari kalimat direct(langsung) dan indirect(tidak langsung).
  9. Mempelajari Gerund. Gerund merupakan kata kerja dengan tambahan ing dibelakangnya dan berguna untuk menjadi kata benda.
  10. Mempelajari Participle.
  11. Memahami causative verb atau kata kerja untuk perintah.
  12. Relative pronoun.

Narrative Text in Engglish: Stories

Narrative text in engglish merupakan salah satu macam teks dari bahasa inggris. Dalam bahasa inggris pasti akan ditemukannya pelajaran tentang ini. Karena narrative text merupakan hal yang penting bagi para pelajar untuk nantinya akan mempelajari bahasa inggris. Narrative text merupakan sebuah cerita tentang dongeng, fiksi dan nonfikse, cerita rakyat atau ada juga fabel atau tentang binatang. Dalam narrative text ini biasanya akan terkandung makna dan moral yang disampaikan penulis kepada pembaca. Narrative text berfungsi untuk menghibur para pembacanya dengan cerita yang menarik.

Narrative text in engglish pasti akan keluar sebagai soal untuk pengujian kemampuan pelajar dalam bahasa inggris. Tidak mudah untuk mempelajari narrative text jika para pelajar itu tidak menguasai grammar dan vocabulary. Maka dari itulah mereka dianjurkan untuk menguasai grammar dan vocabulary terlebih dahulu baru bisa mempelajari text ini. Dan jika sudah bisa menguasainya maka untuk mempelajari narrative text tidak akan susah lagi. Para pelajar juga bisa membuat narrative text sendiri. Jika sudah memahami cara pembuatannya maka para pelajar yang ingin membuatnya tinggal berimajinasi saja apa yang mau diceritakan. Kehidupan sehari-hari pun boleh diceritakan dalan narrative text in english.

Generic Structure of Narrative Text in English

Dalam pembuatan narrative text akan membutuhkan generic structure atau struktur umum. Hal ini berguna untuk membuat atau membentuk kalimat yang baik dan benar. Generic structure of narrative text in english is orientation, complication, solution dan re-orientation. Berikut pembagian fungsinya :

Orientation

Dalam orientation akan menceritakan tentang tokoh yang berperan dalam narrative text tersebut. Kemudian tokoh-tokoh tersebut akan diperkenalkan. Dan juga narrative text juga akan menceritakan tentang waktu dan tempat kejadian.

Complication

Complication adalah isi dari cerita yang akan diceritakan. Di complication ini merupakan pokok dari cerita yang akan terjadi. Dan disini akan terjadi masalah dalam sebuah cerita.

Resolution

Resolution merupakan penyelesaian untuk masalah yang akan terjadi atau para complication. Resolusi akan diberikan pada hal ini. Maka dari itulah dalam sebuah cerita tentunya harus mempunyai sebuah penyelesaian masalah.

Re-orientation

Disini akan menceritakan tentang hasil dari masalah yang terjadi. Hal itu buruk atau baik. Dan dalam re-orientation ini akan diberikan sebuah pesan moral.

Language Feature of Narrative Text in English

Dalam bahasa Inggris untuk semua text yang dibuat bisa kita kenali dalam penggunaan bahasanya. Seperti menggunakan noun phrases (frasa kata benda), adverbial of time and place (kata keterangan waktu atau tempat), past tenses (masa lampau), action verb (kata kerja berupa kegiatan), dan adjective phrases (frasa kata sifat). Dengan menggunakan hal-hal ini maka sebuah text akan terlihat bagus dan benar. Berikut adalah contoh dari narrative text in english :

The Hungry Mouse

A mouse was having a very bad time. She could find no food at all. She looked here and there, but there was no food, and she grew very thin. At last the mouse found a basket, full of corn. There was a small hole in the basket, and she crept in. She could just get through the hole. Then she began to eat the corn. Being very hungry, she ate a great deal and went on eating and eating. She had grown very fat before she felt that she had enough.

When the mouse tried to climb out of basket, she could not. She was too fat to pass through the hole. “How shall I climb out?” said the mouse. “Oh how shall I climb out?” Just then a rat came along and he heard the mouse. “Mouse,” said the rat. “if you want to climb out of the basket, you must wait till you have grown as thin as you were when you went in.”

Inilah salah satu contoh dari narrative text in english. Semoga bermanfaat untuk anda semua.

Macam-Macam Majas dalam Dunia Sastra

 Macam-Macam Majas dalam Dunia Sastra

Anda pastinya pernah mendengar kalimat-kalimat seperti “kamu cantik bagaikan bunga mawar”. Kalimat tersebut menggunakan majas pada salah satu katanya. Jadi apa itu majas? Majas atau gaya bahasa menurut Wikipedia Bahasa Indonesia adalah pemanfaatan kekayaan bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis. Dalam menulis suatu tulisan, seperti puisi, novel, artikel, dan lain-lain, biasanya sang penulis memberikan sedikit efek majas pada tulisannya. Hal ini bertujuan agar tulisannya menjadi nilai seni dan keindahan kata.

Majas memiliki banyak jenis, namun majas dapat dibagi menjadi 4 jenis utama, yaitu majas perbandingan, majas sindiran, majas penegasan, dan majas pertentangan. Majas-majas tersebut sering digunakan penulis dalam menulis suatu karya sastra. Adapun penjelasan dari majas-majas tersebut secara singkat adalah :

Majas Perbandingan

Majas perbandingan ini dipakai untuk membandingkan hal yang satu dengan hal yang lainnya. Majas-majas yang termasuk dalam majas perbandingan antara lain : Alegori, Alusio, Simile, Metafora, Antropomorfisme, Sinestesia, Antonomasia, Aptronim, Metanimia, Hipokorisme, Litotes, hiperbola, personifikasi, depersonifikasi, pars pro toto, totum pro partem eufisisme, disfemisme, fabel, parabel, perifrasa, eponim, simbolik, serta asosiasi.

Majas alegori adalah majas yang menyatakan suatu hal dengan penggambaran. Contohnya adalah : kehidupan manusia bagaikan roda yang berputar, kadang berada di atas dan kadang berada di bawah.

Majas simile atau perumpamaan adalah majas yang membandingkan suatu hal dengan menggunakan kata penghubung, seperti “bagaikan”, “bak”, “ibarat”, dan lainnya. Contoh dari majas simile ini adalah : kau sungguh harum bagaikan sekuntum bunga melati.

Majas metafora adalah majas yang membandingkan suatu benda dengan benda lainnya yang memiliki sifat yang sama. Contoh dari majas metafora ini adalah : kupu-kupu malam itu berkeliaran di jalanan.

Majas Sindiran

Dalam suatu karya sastra, kadang kalanya sang penulis melakukan suatu sindiran kepada suatu pihak dengan menggunakan suatu majas. Dan majas tersebut adalah majas sindiran. Majas-majas yang termasuk majas sindiran ini adalah : ironi, sarkasme, sinisme, satire, serta innuendo.

Majas ironi adalah majas yang menyatakan sindiran namun dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya. Contoh dari majas ironi ini adalah : jalanan ini sungguh indah dengan sampah yang berserakan.

Majas sarkasme adalah majas yang digunakan untuk menyindir atau menghina seseorang. Majas sarkasme ini dapat membuat perasaan seseorang menjadi terluka. Namun biasanya majas ini dipakai dalam kesan humor. Contoh dari majas sarkasme ini adalah : seorang anak kecil aja bisa mengerjakan soal ini, masa kau tak bisa. Dasar bodoh!.

Majas sinisme adalah majas yang mempunyai arti mirip dengan majas ironi, namun dengan ejekan yang lebih kasar. Contoh dari majas ini adalah : hanya kamu yang cocok menjadi raja penipu dibandingkan yang lainnya.

Majas Penegasan

Majas penegasan adalah majas yang digunakan untuk memperjelas suatu hal. Majas-majas yang termasuk di dalam majas penegasan ini antara lain : repitisi, pararima, aliterasi, paralelisme, tautologi, sigmatisme, antanaklasis, klimaks, antiklimaks, inversi, retoris, elipsis, koreksio, polisindenton, asindenton, interupsi, ekskalamasio, enumerasio, preterito, alonim, kolokasi, silepsis, serta zeugma. Majas-majas ini biasanya dipakai dalam suatu karya sastra untuk memperjelas suatu makna.

Majas apofasis adalah majas dimana majas tersebut melakukan penegasan dengan cara menyangkal apa yang dia tegaskan. Contoh dari majas ini adalah : dalam rapat ini saya tidak mau mengatakan bahwa kamu telah mengambil uang perusahaan dalam jumlah yang besar.

Majas pleonasme adalah majas yang menambahkan keterangan pada sesuatu yang sudah jelas maknanya. Contoh dari majas ini adalah : anak itu terluka dan mengeluarkan darah merah.

Majas Pertentangan

Majas-majas yang termasuk dalam majas pertentangan adalah : paradoks, oksimoron, antisesis, kontradiksi interminus, dan anakronisme.

Majas paradoks adalah majas yang mana pengungkapannya dengan menyatakan dua hal yang  bertentangan, namun kedua pernyataan tersebut adalah benar. Contoh dari majas ini adalah : walaupun dia digaji begitu besar, namun hidupnya melarat.

Majas-majas inilah yang sering ada di suatu karya tulis. Baik pada suatu puisi, novel, serta buku-buku. Karena majas ini dapat memberikan keindahan kalimat pada karya tulis tersebut. Jadi bila anda berencana membuat suatu karya sastra tidak ada salahnya anda memakai majas dalam karya anda tersebut.