Category Archives: Perhotelan

Metode on job training dalam pelatihan karyawan hotel

hotel-242x300

Metode on job training dalam pelatihan karyawan hotel

Proses pelatihan akan menjadi titik awal bagi para karyawan dalam mendapatkan gambaran akan tindakan atau pekerjaan yang akan harus ia tempuh dikemudian hari. Tidak hanya dilakukan pada saat-saat masa orientasi karyawan baru, proses pelatihan yang ditujukan bagi karyawan juga mencakup para karyawan senior yang mengharuskan ia untuk turut serta dalam proses pelatihan guna mengenal sekaligus memahami pekerjaan-pekerjaan baru yang akan pasti ia hadapi nantinya.

Berbicara proses pelatiahan secara mendetail dan panjang lebar, tentu akan menyerap waktu yang cukup panjang, untuk itu penulis akan memberikan sedikit point penting mengenai hal-hal yang patut kita ketahui dalam proses pelatihan, yaitu tentang jenis-jenis metode yang umum digunakan dalam proses pelatihan (Training Method).

Salah satunya adalah metode on job training. Hampir 90% dari pengetahuan pekerjaan diperoleh melalui metode on the job training. Prosedur metode ini informal, observasi sederhana dan mudah serta praktis. Pegawai mempelajari pekerjaannya dengan mengamati pekerja lain yang sedang bekerja, dan kemudian mengobservasi perilakunya.

Aspek-aspek lain dari on the job training adalah lebih formal dalam format. Pegawai senior memberikan contoh cara mengerjakan pekerjaan dan pegawai baru memperhatikannya. Metode ini dapat pula menggunakan peta-peta, gambar-gambar, sample-sampel masalah dan mendemonstrasikan pekerjaan agar pegawai baru dapat memahaminya dengan jelas.

Metode ini sangat tepat untuk mengajarkan skill yang dapat dipelajari dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Manfaat dari metode ini adalah peserta belajardengan perlengkapan yang nyata dan dalam lingkungan pekerjaan atau job yang jelas

Pelatihan Staff Karyawan Hotel

ga6

Pelatihan Staff Karyawan Hotel

Untuk lebih jelas mengenai pelatihan staff karyawan hotel, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini :

  1. Metode on job training

Berbicara proses pelatiahan secara mendetail dan panjang lebar, tentu akan menyerap waktu yang cukup panjang, untuk itu penulis akan memberikan sedikit point penting mengenai hal-hal yang patut kita ketahui dalam proses pelatihan, yaitu tentang jenis-jenis metode yang umum digunakan dalam proses pelatihan (Training Method).

  1. Metode demonstrasi dan contoh

Suatu demonstrasi menunjukkan dan merencanakan bagaimana suatu pekerjaan atau bagaimana sesuatu itu dikerjakan. Metode ini melibatkan penguraian dan memeragakan sesuatu melalui contoh-contoh. Metode ini sangat mudah bagi manajer dalam mengajarkan pegawai baru mengenai aktivitas nyata melaui suatu tahap perencanaan dari “Bagaimana dan apa sebab” pegawai mengerjakan pekerjaan yang ia kerjakan.

Metode ini sangat efektif, kaena lebih mudah menunjukkan kepada peserta cara mengerjakan suatu tugas, karena dikombinasikan dengan alat Bantu belajar seperti : gambar-gambar, teks materi, ceramah, diskusi.

  1. Metode simulasi

Metode ini merupakan suatu situasi atau peristiwa menciptakan bentuk realitas atau imitasi dari realitas. Simulasi ini merupakan pelengkap sebagai tehnik duplikat yang mendekati kondisi nyata pada pekerjaan. Metode simulasi yang popular adalah permainan bisnis (bussiness games).
Metode ini merupakan metode pelatihan yang sangat mahal, tetapi sangat bermanfaat dan diperlukan dalam pelatihan.

  1. Metode apprenticeship

Metode ini adalah suatu cara mengembangkan ketrampilan (skill) pengrajin atau pertukangan. Metode ini tidak mempunyai standar format. Pegawai peserta mendapatkan bimbingan umum dan dapat langsung mengerjakan pekerjaannya.

Metode ini adalah suatu cara mengembangkan ketrampilan (skill) pengrajin atau pertukangan. Metode ini tidak mempunyai standar format. Pegawai peserta mendapatkan bimbingan umum dan dapat langsung mengerjakan pekerjaannya.

Kegiatan Bellboy Atau Porter Dalam Proses Perpindahan Kamar Tamu

doorman-and-bell-boy-used-hotel-staff_FF_Model_ID12518_1_MWA_40_00

Kegiatan Bellboy Atau Porter Dalam Proses Perpindahan Kamar Tamu

Untuk lebih jelas mengenai kegiatan bellboy atau porter dalam proses perpindahan kamar tamu, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini :

  1. Pemberitahuan perpindahan kamar

Yang dimaksud dengan tamu pindah kamar adalah tamu yang sudah menginap di hotel, tetapi karena ada sesuatu hal dia ingin pindah ke kamar lainnya dalam hotel yang sama. Ada dua alasan mengapa tamu pindah kamar.

Pertama, dia memang ingin pindah kamar atas kemauannya  sendiri, misalnya karena menghendaki lokasi dan pemandangan yang berbeda. Kedua, tamu pindah kamar karena pihak hotel yang memintanya, misalnya kamar yang ditempati oleh tamu yang bersangkutan mengalami kerusakan.

Bell Captain menerima pemberitahuan mengenai perpindahan kamar  dari receptionist atau room cleck. Pemberitahuan ini diwujudkan dalam bentuk formulir yang disebut Room Change Slip atau Room & Date Change Slip.

  1. Pemberian kunci kamar

Bila ada pemberitahuan perpindahan kamar, maka anda akan menerima kunci kamar yang baru dari petugas informasi atau resepsionist. Langkah selanjutnya adalah meminta Bellboy Errand Card kepada Bell Captain.

Jika menangani tamu yang melakukan check-out, anda harus bekerja sama dengan room maid/boy. Demikian juga bila ada tamu yang melakukan perpindahan kamar, anda harus menghubungi room maid/boy yang ada di tempat kerjanya bahwa ada tamu yang pindah kamar.

  1. Memasuki kamar

Hendaknya anda tidak lupa untuk selalu mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar tamu. Lakukan prosedur yang sama seperti ketika menangani tamu tiba. Anda harus memperbaiki lokasi dan keadaan barang yang hendak dipindahkan.

Anda juga harus memeriksa barang-barang yang hendak dipindahkan, dan barang-barang hotel yang mungkin terbawa kemudian memindahkan barang-barang dari kamar ke trolly. Di kamar yang baru, letakkan barang-barang di tempat yang sama seperti letak di kamar yang sebelumnya atau di tempat yang cocok untuk barang tersebut.

  1. Melakukan pencatatan

Catatlah semua barang pada Bellboy Errand Card. Jika anda sudah mendapatkan kunci yang lama, tulislah key okey. Kemudian serahkan formulir tersebut kepada Bell Captain. Pada saat selesai melakukan pindah kamar Bellboy harus melapor kepada Bell Captain untuk membuat laporan di Bell Captain Control Sheet.

Inilah sekilas mengenai kegiatan bellboy atau porter dalam proses perpindahan kamar tamu. Semoga bermanfaat

Pengertian Bellboy

Close up of butler ringing bell

Pengertian Bellboy

Di dalam sebuah hotel, biasanya terdapat sebuah posisi yang kita namakan sebagai bellboy atau proter. Apa saja kegiatan bellboy atau porter dalam proses perpindahan kamar tamu itu ? Sebelum kita membahas hal tersebut, sebaiknya kita bahas sedikit mengenai bellboy.

Hotel berasal dari kata hostel, konon diambil dari bahasa Prancis Kuno . Bangunan publik ini sudah disebut-sebut sejak akhir abad ke-17. Maknanya kira-kira, “tempat penampungan buat pendatang” atau bisa juga “bangunan penyedia pondokan dan makanan untuk umum”. Jadi, pada mulanya hotel memang diciptakan untuk meladeni masyarakat.

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan makin luasnya jangkauan angkutan darat (terlebih setelah ditemukannya kendaraan bermotor), kawasan sekitar rel kereta api tak lagi menarik minat para investor.

Di Indonesia, kata hotel selalu dikonotasikan sebagai bangunan penginapan yang cukup mahal. Umumnya di Indonesia dikenal hotel berbintang, hotel melati yang tarifnya cukup terjangkau namun hanya menyediakan tempat menginap dan sarapan pagi, serta guest house baik yang dikelola sebagai usaha swasta (seperti halnya hotel melati) ataupun mess yang dikelola oleh perusahaan-perusahaan sebagai tempat menginap bagi para tamu yang ada kaitannya dengan kegiatan atau urusan perusahaan.

Bellboy  merupakan bagian yang sangat penting dalam penanganan     barang tamu. Berikut ini Darsono (1992:35) mendeskripsikan Bellboy sebagai petugas yang bertanggung jawab terhadap penanganan barang bawaan tamu serta menjalankan tugas-tugas dari atasannya.

Lain halnya dengan (Sugiarto,1998:34), Bellboy sebagai bagian dari kantor depan yang bertugas menangani barang bawaan tamu. Sebagai  salah satu karyawan di bagian uniformed service, Bellboy bertugas menangani barang-barang bawaan tamu dan memberikan pelayanan pada saat tamu melakukan check-in, check-out atau room change, (Bagyono 1997:7).

Dengan demikian Bellboy adalah petugas yang memiliki kewajiban dan tugas dalam menangani  serta bertanggung jawab terhadap barang bawaan tamu. Setiap departemen yang berada di hotel tentunya memiliki tugas dan tanggung jawab. Begitu juga dengan seksi Pelayanan Barang dalam hal ini salah satunya adalah Bellboy.

Check in hotel

hotel-5-390x285

Check in hotel

Proses check-in merupakan bagian di depan dalam proses urutan layanan tamu. Idealnya, sebelum menginap, tamu harus melakukan check-in terlebih dahulu. Hanya saja metoda check-in ada bermacam-macam.

Ada yang konvensional, artinya seperti check-in pada umumnya, ketika tamu yang akan menginap telah tiba di lobby, maka akan disambut oleh doorman, bellman dan GRO dan tamu akan menuju ke receptionist counter.

Di sana tamu akan disambut untuk ditanya apakah sudah melakukan reservasi sebelumnya. Jika semuanya  telah diketahui, maka proses check-in akan berlangsung yaitu tamu mengisi registration card dan membubuhkan tanda tangannya di sana serta memberikan deposit atau barang yang menunjukkan identitas tamu, apakah berupa passpor atau KTP/SIM.

Karena pemakaian kamar di hotel adalah bersifat sementara, tidak seperti membeli tempat tinggal tetap di apartemen maupun real estate. Check in di hotel, hanya sampai pada waktu atau periode tertentu,  jadi tamu juga akan menyelesaikan segala sesuatunya dalam waktu tertentu juga.

Jika tidak ada proses check-in maka pihak hotel akan mengalami kesulitan dalam membukukan kapan tamu mulai masuk di hotel, kapan akan pulang, apakah rencana tinggalnya diperpanjang atau tidak, apakah selama tinggal di dalam hotel apakah tamu mengkonsumsi makanan, memakai fasilitas ballroom, membeli barang di drug store, meminum dan memakan di bar atau lounge, dsb.

Itu semua terkait dengan deposit, kartu identitas dan tanda tangan otorisasi tamu. Kegunaan lain dari data itu semua adalah untuk statistik hotel sebagai bahan evaluasi tentang asal dan kenegaraan tamu, tujuan tamu serta rata rata lama tinggal tamu.

Log book hotel

P1010011

Log book hotel

Di dalam sebuah hotel, pada umumnya terdapat sebuah buku yang kita namakan sebagai log book. Namun, apa itu log book hotel ? Sebelum kita membahas apa itu log book hotel, sebaiknya kita bahas sedikit mengenai hotel.

Log book adalah buku catatan yang berisi masalah masalah yang membutuhkan tindak lanjut (follow-up) dari pihak menerima tamu kelompok kerja/waktu gilir kerja (shift) berikutnya. Seluruh karyawan sebaiknya membaca buku ini sebelum memulai pekerjaanya. Resepsionis harus memelihara dan menjaga agar buku ini selalu memberikan informasi terkini.

Hal tersebut dilakukan agar memudahkan kelompok kerja berikutnya dalam memberikan pelayanan kepada tamu, karena buku ini merupakan catatan penghubung penting dari shift yang satu ke yang lain. Informasi yang terdapat dalam buku ini adalah:

  • Keluhan tamu,
  • Pindah kamar,
  • Tamu tanpa barang bawaan, dan
  • Persiapan yang belum selesai dan memerlukan tindak lanjut dari kedatangan VIP, rombongan
  • dan lain sebagainya.

Tugas dan tanggung jawab resepsionis

Contoh-Surat-Lamaran-Kerja-Resepsionis-yang-Baik-Juga-Menarik

Tugas dan tanggung jawab resepsionis

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa di dalam sebuah hotel terdapat sebuah bagian yang kita namakan sebagai bagian reservasi. Apa saja tugas dan tanggung jawab resepsinis itu sendiri ? Sebelum membahas tugas dan tanggung jawab resepsionis, sebaiknya kita bahas sedikit mengenai hotel.

Resepsionis adalah orang yang bertugas sebagai penerima tamu disuatu perusahaan, kantor, hotel. Ringkasan pekerjaan Receptionist/ Front Desk Agent (FDA) : menangani registrasi tamu, memberikan pelayanan sebelum tamu menginap serta menangani check-out tamu beserta pembayarannya.

Adapun beberapa tugas dan tanggung jawab dari seorang resepsionis, di antaranya adalah sebagai berikut ini :

  • Menerima dan menghubungkan telepon masuk kepada pihak yang dituju
  • Menghubungi nomor telepon yang ingin dituju atas permintaan-permintaan pihak terkait
  • Menyampaikan pesan kepada pihak internal maupun eksternal Lembaga Penjamin Simpanan bilamana yang bersangkutan berhalangan untuk menerima telepon tersebut dan mencatat pesan yang perlu disampaikan
  • Menerima kedatangan tamu-tamu Lembaga Penjamin Simpanan dengan ramah dan sikap yang professional
  • Mencatat dalam log book telepon masuk dan keluar
  • Membuat laporan kegiatan secara periodik
  • Melakukan tugas-tugas dan fungsi resepsionis lainnya