Category Archives: umum

Cara menggunakan peralatan kerja secara aman

rokstories3

Cara menggunakan peralatan kerja secara aman

Peralatan pembersih tenaga mesin/listrik adalah segala peralatan pembersih yang digerakkan dengan memanfaatkan tenaga mesin atau tenaga listrik (machinery and electrical), dengan maksud untuk menghemat waktu dan tenaga serta dalam membantu meningkatkan kualitas dan kecepatan proses pembersihan.

Adapun cara menggunakan peralatan pembersih dengan benar dan aman, yaitu :

  • Semua peralatan kerja hendaknya dipelihara agar dapat digunakan secara aman dan efektif
  • Peralatan yang tidak aman dan rusak harus segera dilaporkan kepada penyelia atau bagian pemeliharaan.
  • Pengguna peralatan tertentu hendaknya perlu dilatih dalam penggunaan peralatan secara benar dan aman sesuai prosedur.
  • Pengguna peralatan tertentu hendaknya perlu mengenakan perlengkapan pelindung untuk menjaga keamanan dan keselamatan kerja.
  • Jangan pernah meninggalkan peralatan mesin atau listrik bila tidak dipergunakan. Semua peralatan mesin atau listrik hendaknya disimpan dalam keadaan aman.
  • Jangan pernah menggunakan peralatan mesin atau listrik yang tidak dapat dioperasikan dengan baik.
  • Jangan pernah mengoperasikan peralatan listrik ditempat yang tergenang air, dengan tangan basah atau dengan menggunakan kain basah.
  • Jangan pernah mengoperasikan peralatan listrik berdekatan dengan benda cair yang mudah terbakar, bahan kimia dan uap air.

Skill dan knowledge

shutterstock_112704628

Skill dan knowledge

Skill dan knowledge adalah hal yang berbeda yang terkadang disama-artikan. Memperoleh dan menggunakan skill dan knowledge-pun berbeda. Dalam kehidupan sehari-hari, dapat diamati bahwa semakin banyak orang dengan pola pikir menggampangkan sesuatu yang mereka lihat padahal mereka sama sekali tidak memahami lebih dalam dari pola pikir mereka tersebut.

Mungkin mereka merasa sudah tahu banyak? Tetapi sesungguhnya orang yang menggampangkan sesuatu adalah tanda “malas berpikir dan melakukan”. Hubungannya dengan skill dan knowledge adalah, jika seseorang menggampangkan sesuatu, akan sangat sulit memperoleh skill dan juga cenderung mengabaikan knowledge.

Skill sendiri diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang sifatnya spesifik, fokus namun dinamis yang membutuhkan waktu tertentu untuk mempelajarinya dan dapat dibuktikan. Skill apapun dapat dipelajari namun membutuhkan dedikasi yang kuat untuk mempelajari ilmu tersebut seperti perlunya mental positif, semangat motivasi, waktu dan terkadang uang.

Sedangkan knowledge adalah kemampuan seseorang untuk mengenali suatu keadaan berdasarkan persepsi pikirannya. Knowledge seseorang ditentukan oleh apa yang dipelajari dari bahan bacaan, lingkungan pergaulan, pekerjaan dan lain sebagainya.

Tapi sayangnya knowledge bukanlah skill jadi seberapa banyak pun Anda tahu, tidak dapat dikatakan Anda mempunyai skill terhadap hal tersebut kecuali Anda take action dan akhirnya menemukan pola tertentu sehingga cara berpikir Anda menjadi sebuah skill.

Knowledge itu sendiri sangat mudah didapatkan, apalagi dewasa ini ketika Anda ke internet tinggal searching di google Anda sudah bisa dikatakan dapat mengeksplore knowledge dengan jumlah yang tidak terbatas.

Isi notula

Menulis.Notulen

Isi notula

Persiapan dalam pembuatan notula :

  • Sediakan alat tulis dan kertas, tapi sekarang sudah umum digunakan Personal Computer ataupun Note Book atau Laptop untuk penyusunan notula.
  • Sediakan kaset rekaman bila ada pembicaraan yang tidak dapat ditulis.
  • Memahami prosedur rapat sebelum rapat dimulai
  • Sediakan buku-buku referensi yang menunjang materi rapat

Isi Notula Rapat adalah :

  • Judul notula beserta nama organisasi atau unit organisasi yang menyelenggarakan rapat.
  • Hari, tanggal, tempat serta waktu dimulai dan berakhirnya rapat.
  • Pemimpin rapat
  • Sifat rapat.
  • Nama peserta baik peserta yang hadir maupun yang tidak hadir.
  • Penyempurnaan notula rapat sebelumnya dan pengesahannya.
  • Susunan Acara rapat /agenda rapat (tulis secara berurutan)
  • Jalannya rapat (pembukaan sampai dengan penutup)
  • Ringkasan jalannya rapat.
  • Hasil rapat.
  • Hal-hal yang dibicarakan dalam rapat.
  • Tempat, tanggal, bulan dan tahun pemnuatan
  • Catatan khusus.
  • Dan lainnya

Teknik menyusun notula rapat

notulis

Teknik menyusun notula rapat

Notula adalah catatan laporan singkat tentang pembicaraan atau keputusan dalam rapat. Notula berfungsi sebagai bukti telah diadakan rapat, sumber informasi bagi peserta rapat, landasan bagi rapat berikutnya, alat pengingat peserta rapat.

Maksud pembuatan notula adalah agar apa yang telah dibahas dalam rapat baik rapat untuk pemecahan masalah atau  rapat untuk pengambilan keputusan dapat menjadi acuan bagi rapat selanjutnya.

Dan bagi peserta rapat yang tidak hadir, notula dapat menjadi informasi atas materi yang dibahas dan kesimpulan yang diperoleh. Notula dapat juga untuk melihat perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu. Notula dapat dibagikan kepada peserta rapat bila telah disetujui oleh pimpinan.

Notula dibuat oleh sekretaris organisasi atau seseorang yang ditunjuk untuk melaksanakan tugas itu, dan posisi duduknya dekat  pimpinan agar sekretaris dapat menebar pandangan ke seluruh peserta.  Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan notula :

  • Ringkas tapi jelas dan lengkap sehingga mudah dipahami dan tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda.
  • Dibuat bukan berdasarkan pemikiran notulis
  • Bila ada usulan dan tanggapan terhadap masalah, dapat dipisahkan cara penulisannya agar tidak membingungkan
  • Dalam penyusunan notula dibedakan mana saja materi yang berupa penyajian informasi, materi yang menyangkut pertimbangan khusus, serta materi yang berupa keputusan
  • Menggunakan bahasa yang lugas dan langsung pada pokok pembicaraan

 

Rapat yang bersifat tidak mengikat

Diskusi-Panel-Bakesbangpol

Rapat yang bersifat tidak mengikat

Sedangkan yang termasuk ke dalam kategori rapat yang bersifat tidak mengikat adalah sebagai berikut :

  • Debat merupakan diskusi yang dilakukan secara mendetail tentang suatu masalah. Contoh : perbedaan pendapat tentang kasus Ambon
  • Polemik : Diskusi yang dilakukan tentang hal bertentangan dan biasanya dilakukan secara tertulis. Contoh : Polemik tentang pealarangn siswa ber-Jilbab di SMK Negeri 3 Denpasar.
  • Diskusi panel : Suatu diskusi yang dilakukan oleh beberapa orang dan diikuti oleh sejumlah masa. Yang dibahas tentang sesuatu topik,  pembahasannya dari berbagai aspek. Contoh : Diskusi panel tentang pengembangan universitas. Dapat ditinjau dari segi kemahasiswaan. Pendidikan dan pengabdian masyarakat.
  • Simposium : Sama dengan diskusi panel tapi jangkauannya lebih luas, tidak mengambil keputusan tapi mengumpulkan pandangan-pandangan, bersifat lebih formal. Contoh: Simposium prospek ekonomi Indonesia tahun 2003.
  • Temu karya : Forum tukar pengalaman tentang hal-hal yang bersifat teknis. Contoh: temu karya pengembangan ternak sapi.
  • Seminar : Suatu diskusi membicarakan suatu masalah secara alamiah didampingi ahli. Contoh: Seminar Guru dengan tema “Meningkatkan Peranan Guru Untuk Menyongsong Otonomi Daerah”.
  • Loka Karya : Suatu diskusi yang diadakan oleh sejumlah orang yang memiliki keahlian tertentu (bergerak dibidang tertentu) dengan maksud dan tujuan untuk menyempurnakan konsep/sistem yang ada. Contoh : Lokakarya sistem pendidikan di SMK
  • Sarasehan : Suatu forum terbuka untuk menyampaikan perasaan/unek-unek. Contoh Sarasehan Seniman Samarinda tentang pemasungan kreatifitas.
  • Temu wicara : Forum tempat menyalurkan ide-ide, unek-unek, usul biasanya dengan pejabat. Contoh : Temu Wicara petani dengan Ibu Megawati.
  • Penataran : Kegiatan pendidikan dalam rangka menyempurnakan/ meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Contoh : penataran pengurus OSIS Se Samarinda.
  • Penlok (Penataran Lokakarya) : Kegiatan Pendidikan dalam rangka meningkatkan pengetahuan sambil menyempurnakan konsep pengetahuan yang bersifat teknis.

Teknik penyelenggaraan rapat

Rapat-Gabungan-Sekretariat

Teknik penyelenggaraan rapat

Setelah peserta rapat berkumpul, maka rapat dibuka oleh pembawa acara rapat ( MC ) dengan ucapan terima kasih atas kehadiran peserta rapat dan sekaligus membacakan susunan acara rapat dan tata tertib selama rapat berlangsung. Setelah itu pembawa acara menyerahkan rapat pada pimpinan rapat.

Menjadi pimpinan rapat tidak semudah yang dibayangkan, dimana pimpinan harus mampu mendorong dan menciptakan partisipasi aktif anggota, bertanggung jawab atas rapat yang diadakan dan pimpinan tidak boleh mendominasi pembicaraan dalam rapat demi tercapainya tujuan rapat.

Pemimpin rapat harus bisa menciptakan rasa aman, suasana persaudaraan, saling membuka diri dan tidak ada kesan sikap otoriter, mempunyai keterampilan berkomunikasi untuk mendukung peserta yang pasif, dan mendorong kelompok untuk mengambil keputusan bersama.

Pimpinan rapat yang baik adalah pimpinan yang dapat memberikan keleluasaan peserta untuk Berbicara spontan, dengan suasana yang santai membuat peserta tidak ragu- ragu untuk mengeluarkan pendapatnya, menemukan gagasan yang cemerlang.

Serta menyampaikan opini yang tidak sejalan dengan pimpinan karena meraka merasa pimpinan tidak mengekang pendapatnya bahkan memberi kebebasan dalam beragumen. Mencapai keputusan bersama tanpa selalu meminta pemimpin sebagai penentu akhir.

Rapat akan menjadi efektif bila :

  • Ketergantungan peserta rapat pada pimpinan tidak besar.
  • Tidak ada perbedaan menyolok antara pimpinan dan peserta rapat.
  • Kesadaran pimpinan akan pentingnya partisipasi peserta rapat.

Pengendalian rapat yang benar

IMG_20140401_091252

Pengendalian rapat yang benar

Pada umumnya, sebuah organisasi atau perusahaan akan mengadakan rapat secara berkala. Oleh karena itu, sudah sepantasnya anda mengetahui seperti apa pengendalian rapat yang benar itu. Sebelumnya, mari kita bahas sedikit mengenai rapat.

Secara umum, ada tiga teknik pengendalian rapat yang benar, di antaranya adalah sebagai berikut ini :

  • Pengendalian rapat bebas terbatas adalah pengendalian rapat yang memberikan kesempatan secara bebas kepada para peserta rapat untuk mengemukakan pendapatnya secara bergantian. Peserta rapat diperbolehkan beradu argumentasi atau berdebat tanpa harus melalui pemimpin rapat. Pemimpin rapat hanya bertugas mengawasi jalannya pembicaraan. Jika pembicaraan dirasa sudah cukup, pemimpin dapat menghentikan perdebatan dan menyimpulkannya menjadi sebuah keputusan rapat.
  • Pengendalian rapat secara ketat adalah pengendalian rapat yang tidak memberikan kesempatan bertanya atau mengeluarkan pendapat kepada para pesertanya. Para peserta rapat boleh mengeluarkan pendapat hanya seizin pemimpin rapat dengan waktu dan jumlah penanya yang sudah ditentukan.
  • Pengendalian gabungan bebas terbatas dengan ketat adalah pengendalian rapat yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para peserta rapat untuk mengeluarkan pendapatnya dan apabila keadaan sudah mulai kurang terkendali, pemimpin rapat langsung menggunakan cara pengendalian ketat, sehingga keadaan normal kembali. Jika situasi rapat sudah dianggap lancar kembali, pemimpin rapat dapat menggunakan cara pengendalian bebas terbatas.