Difraksi, Salah Satu Sifat Gelombang | ujiansma.com

Kamu Berada di:
Home » Pembelajaran » Difraksi, Salah Satu Sifat Gelombang

Difraksi, Salah Satu Sifat Gelombang

 

Istilah difraksi ini mungkin masih terdengar sedikit aneh di telinga anda. hal ini karena istilah difraksi bukan merupakan istilah umum dalam kehidupan sehari hari. Akan tetapi, tahukah anda bahwa difraksi ini merupakan salah satu bahan kajian bidang ilmu fisika ?

Di dalam fisika sendiri, difraksi merupakan istilah umum yang telah diketahui secara luas. Oleh karena itu, jarang sekali kita menemukan fisikawan yang tidak bisa menjelaskan pengertian difraksi secara jelas.

Pada dasarnya, kita bisa menemukan banyak sekali penggunaan istilah difraksi ini pada pembelajaran mengenai gelombang. Hal ini karena salah satu sifat dari gelombang itu sendiri adalah difraksi atau dengan kata lain pelenturan.

Gelombang sendiri jika diartikan secara fisika merupakan getaran yang merambat, baik melalui medium padat, cair atau bahkan gas. Jika ditinjau dari rambatannya, gelombang sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu gelombang elektromagnetik dan gelombang mekanik.

Gelombang elektromagnetik sendiri merupakan gelombang yang dapat merambat meskipun tidak ada medium. Sedangkan gelombang mekanik merupakan gelombang yang hanya dapat merambat apabila ada medium yang tersedia.

Apabila dilihat dari arah rambatannya, gelombang juga dibedakan menjadi dua, yaitu gelombang transversal yang arah rambatannya tegak lurus dengan arah getarannya dan gelombang longitudinal yang arah rambatannya sama dengan arah getarannya.

Untuk lebih jelas mengenai difraksi atau pelenturan, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

  • Difraksi

 

Difraksi atau pembelauan atau bahkan disebut sebagai pelenturan merupakan penyebaran gelombang, misalnya cahaya karena adanya halangan atau rintangan. Semakin kecil sebuah halangan, maka penyebaran gelombang akan semakin besar.

Hal ini sendiri bisa dijelaskan oleh prinsip Huygens. Sebenarnya, difraksi ini merupakan topik yang sangat menarik dan pernah dibahas oleh banyak ahli. Pada tahun 1660, Isaac Newton dan Robert Hooke menyatakan difraksi sebagai inflexion dari partikel cahaya yang sekarang ini dikenal sebagai cincin Newton.

Kemudian pada tahun 1665, oleh Francesco Maria Grimaldi diartikan sebagai hamburan fraksi gelombang cahaya ke arah yang berbeda beda. Istilah yang digunakan pada saat itu diambil dari bahasa Latin yang berarti break into pieces.

Tahun 1673 oleh James Gregory, ketika mengamati pola difraksi pada bulu burung yang kemudian diartikan sebagai diffraction grating. Tahun 1803, Thomas Young menyatakannya sebagai pola interferensi cahaya dengan mengamati dua pola cahaya pada celah kecil yang berdekatan.

Pada tahun 1815 dan 1818, Augustin Jean Fresnel  menghasilkan perhitungan matematis yang membenarkan teori gelombang cahaya yang sebelumnya dikemukakan oleh Huygens pada tahun 1690, hingga teori partikel Newton yang mendapatkan banyak sanggahan.

Fresnel mengartikan difraksi dari eksperimen celah ganda Young sebagai interferensi gelombang dengan persamaan . Dimana d merupakan jarak antara dua sumber muka gelombang, merupakan sudut yang dibentuk.

Kemudian pada tahun 1909, Richard C. MacLaurin menjelaskan proses perambatan cahaya yang terjadi pada difraksi Fresnel jika celah difraksi disoroti oleh sinar dari jauh. Joseph von Fraunhofer mengamati bentuk gelombang difraksi, yang kemudian dikenal sebagai far field diffraction.

Pada tahun 1948, Francis Weston Sears menentukan pola difraksi dengan menggunakan pola matematis Fresnel dan kemudian menemukan zona Fresnel.

  • Difraksi Fresnel

 

Pada umumnya, difraksi Fresnel sendiri merupakan pola gelombang pada titik x, y, z dengan persamaan ;

Dimana  dan i merupakan satuan imajiner.

  • Difraksi Faunhofer

 

Dalam teori difraksi scalar, difraksi Faunhofer merupakan pola gelombang yang terjadi pada jarak jauh dan menurut persamaan integral difraksi Fresnel, dapat dinyatakan dalam persamaan berikut :

Persamaan di atas menunjukkan bahwa pola gelombang pada difraksi Fresnel yang scalar menjadi planar pada difraksi Fanhoufer akibat jatuhnya bidang pengamatan dari bidang halangan.

  • Difraksi celah tunggal

 

Sebuah celah dengan lebar infinitesimal akan mendifraksi sinar cahaya datang menjadi deretan gelombang circular dan muka gelombang yang lepas akan berupa gelombang silinder dengan intensitas yang uniform.

Secara umum, pada gelombang planar kompleks yang monokromatik dengan panjang gelombang yang melewati celah tunggal dapat dihitung dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :

Inilah sekilas mengenai difraksi. Semoga dapat bermanfaat


Posted by Tags: , 0 Responses
     

Comments are closed.

May
5
2013
 
 
ujiansma.com Search form
DUKUNG GERAKAN LULUS UAN 100% Yang GAG DUKUNG berarti GAG PENGEN LULUS!!!



Recently Active Users
admin