Faktor Kegagalan Dan Keberhasil Wirausaha

UGM Sasakawa Young Leaders Fellowship Fund (SYLFF) Scholarship, Indonesia  Faktor Kegagalan Dan Keberhasil Wirausaha

Istilah wirausaha tentunya sudah sangat sering kita dengarkan dalam kehidupan sehari hari, mengingat fakta bahwa manusia merupakan makhluk ekonomi. Akan tetapi, sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa tidak semua orang berhasil melakukan hal tersebut.

Ada beberapa faktor kegagalan dan keberhasil wirausaha. Sebelum kita membahas seperti apa faktor kegagalan dan keberhasil wirausaha itu, sebaiknya kita bahas sejarah singkat mengenai wirausaha itu sendiri.

Pada dasarnya, kewirausahaan adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.

Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian. Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment).

Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20.

Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada

Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan.

DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.