Interaksi Tradisi Lokal, Hindu-Buddha dan Islam di Indonesia | ujiansma.com

Kamu Berada di:
Home » Pembelajaran » Interaksi Tradisi Lokal, Hindu-Buddha dan Islam di Indonesia

Interaksi Tradisi Lokal, Hindu-Buddha dan Islam di Indonesia

 

- Interaksi antara tradisi lokal, Hindu-Buddha dan Islam di Indonesia menjadikan kebudayaan di Indonesia menjadi beraneka ragam dan mempunyai ciri khas tersendiri atau identitas sendiri. Berbicara tentang kebudayaan, hal ini sangat erat kaitannya dengan tingkah laku manusia dalam kehidupannya sehari-hari. Di Indonesia khususnya di pulau Jawa ini, tradisi lokal pribumi Jawa sendiri sejak dulu telah mewarnai kebudayaan di pulau Jawa. Di tambah lagi dengan adanya kedatangan orang-orang dari luar pulau Jawa yang membawa tradisi Hindu-Buddha yang di terima dengan baik dan ramah oleh orang-orang Jawa pada jaman dulu dan setelah itu berlangsung cukup lama, datang lah tradisi Islam yang di bawa oleh para pedagang gujarat yang kebanyakan dari daerah timur tengah. Hal itulah yang menyebabkan tradisi kebudayaan di Indonesia menjadi penuh warna atau beraneka ragam yang menjadikan sebuah ciri khas atau identitas sendiri bagi negara Indonesia ini. Hal itu membuktikan bahwa masyarakat Indonesia pada jaman dulu telah terbuka pikirannya dan mampu menerima dengan ramah sesuatu yang datang dari orang asing, yang akhirnya menimbulkan akulturasi kebudayaan yang menjadi ciri khas dari bangsa Indonesia.

- Beberapa contoh tradisi daerah yang merupakan perpaduan dari unsur Lokal, Hindu-Buddha dan Islam di Indonesia sebagai berikut :

  • Upacara selamatan => yaitu upacara pemberian nama yang bertujuan untuk memberi keselamatan bagi pemakai nama tersebut.
  • Upacara sedekah => yaitu upacara yang dilaksanakan setelah 7 hari dari hari raya Idul Fitri di daerah Demak, sebagai tanda syukur
  • Upacara sukuran hasil panen => merupakan upacara yang dilakukan setelah panen dan bertujuan sebagai ungkapan rasa sukur terhadap Sang Pencipta dan pada Alam yang telah memberikan sumber kehidupan yang berlimpah.
  • Upacara Tabuik => yaitu upacara yang dilakukan di pantai barat Sumatra sebagai peringatan atas Hasan & Husein, cucu Nabi Muhammad SAW yang dipengaruhi golongan Syiah.

-Perpaduan Tradisi Lokal, Hindu-Budha, dan Islam di Indonesia sebagai berikut :

  • Bidang Budaya

Sebelum pengaruh budaya Hindu-Buddha masuk, bangsa Indonesia talah menggunakan bahasa melayu kuno dan Jawa kuno. Setelah masuknya Hindu-Buddha masyarakat menggunakan bahasa sansekerta dan bahasa podi. Sedangkan masuknya agama Islam ke Indonesia, Islam menggunakan bahasa Arab. Hal itu membuat perbendaharaan kata di Indonesia ini semakin banyak. Buktinya terdapat banyak bahasa yang di adopsi dari bahasa sansakerta dan bahasa arab, di samping itu juga terdapat suatu kampung atau desa yang di dalamnya terdapat suatu ras tertentu seperti ras Arab dan Cina.

  • Bidang Sosial

Sistem masyarakat yang dulunya dibedakan berdasarkan profesi, setelah agama Hindu-Buddha masuk, sistem kemasyarakatan dibedakan berdasarkan kasta. Tetapi dengan masuknya agama Islam sistem kasta mulai menghilang, meskipun sekarang masih bisa kita jumpai pada masyarakat tertentu. Sebagai bukti tradisi Hindu-Buddha telah mempengaruhi Tradisi lokal bisa kita jumpai di Pulau Bali yang masih menggunakan sistem kasta.

  • Bidang System Pemerintahan

Dulu sistem pemerintahan dipimpin oleh seorang kepala suku yang menggunakan sistem Primus Interpares ( orang nomor satu diantara sesamanya ). Sedangkan dalam Hindu-Buddha sistem pemerintahannya berupa kerajaan yang dipimpin oleh seorang Raja. Tetapi di dalam Islam nama Raja diganti dengan sebutan Sultan. Sebagai buktinya di daerah Banten tepatnya di daerah Baduy, dalam penduduknya di pimpin oleh seorang Kepala Suku dan pada jaman dulu banyak kerajaan-kerajan yang berdiri di Nusantara ini yang menggunakan sistem pemerintahan yang di pimpin oleh seorang Raja, setelah Islam masuk dan menyebar sangat luas Raja digantikan dengan sebutan Sultan seperti halnya Sultan Hassanudin di Banten.

  • Bidang Seni Sastra

Sastra di Indonesia baru mengenal sastra lisan, misalnya sastra ritual ( doa atau rapal ) dan non ritual ( nyanyian rakyat dan peribahasa ). Setelah datangnya Hindu-Buddha, Indonesia mengenal sastra tembang dan irama kidung. Pada saat Islam masuk cerita tersebut hanya diubah dan bahasanya ditambah kosakata Arab. Sebagai buktinya dalam cerita-cerita wayang yang di adopsi dari kitab-kitab Hindu telah diubah oleh para Wali pada jamannya untuk media sarana penyebaran keagamaan.

  • Pernikahan

Akulturasi antara budaya Lokal dan Hindu-Buddha terlihat dalam pengadaan sesajen ketika Upacara Pernikahan berlangsung. Setelah Islam masuk upacaranya di awali dengan membaca akad nikah antara kedua mempelai.

  • Pemakaman

Prosesi pemakaman yang sesuai dengan ajaran Islam hanya diwajiban untuk mensucikan janazah, mengkafani dan menguburkannya. Tetapi karena adanya akulturasi, misalnya setelah hari kematian adanya hari-hari pringatan selamatan atau acara tahlilan yang berisi pembacaan Zikir dan Tahlil. Juga pemberian nisan yang merupakan warisan kebudayaan prasejarah.


Posted by 0 Responses
     

Leave a Reply to this Post

Jan
14
2013
 
 
ujiansma.com Search form
DUKUNG GERAKAN LULUS UAN 100% Yang GAG DUKUNG berarti GAG PENGEN LULUS!!!