ujiansma.com

Portal pendidikan no 1

Menu

Jadi mahasiswa : jangan kaget!

January 27, 2013 | motivasi

Memasuki dunia perkuliahan berarti memasuki dunia yang baru, yang tentunya berbeda dengan masa – masa ketika kita duduk di bangku SMA. Mungkin kita akan merasa kaget dengan perubahan – perubahan dan perbedaan yang terjadi di keseharian kita. Lalu bagaimana agar kita dapat beradaptasi dengan lingkungan kita yang baru?

Dikutip dari Her Campus, Jumat (28/12/2012), berikut beberapa perbedaan yang dirasakan oleh mahasiswa baru dan cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa kaget dengan perbedaan tersebut.

1. Menjadi lebih mandiri

Ketika kita duduk di bangku sekolah, kita terbiasa dengan perhatian yang diberikan oleh guru – guru kita. Kita diberikan tugas – tugas dan pekerjaan rumah yang harus dikumpulkan pada waktu tertentu agar lebih menguasai materi pelajaran, diingatkan ketika kita sengaja membolos sekolah agar tidak mengulanginya, dan masih banyak lagi perhatian yang diberikan oleh guru kepada kita. Ketika kita duduk di bangku kuliah, dosen kita tidak akan bertanya ketika kita membolos dari kelasnya kemarin, dan tidak akan menanyakan tugas yang belum kita kumpulkan pada deadline yang diberikan. Dosen menganggap kita manusia dewasa yang tahu apa yang dilakukannya beserta konsekuensinya dan tak perlu lagi diingatkan mengenai tugasnya.

Cara yang dapat dilakukan agar menjadi lebih mandiri :

Buat jadwal kegiatan

Mulailah menulis jadwal kegiatan anda dan deadline tugas pada papan schedule anda. Apa saja tugas yang diberikan pada anda beserta deadlinenya, kapan anda ujian dan kapan anda memiliki kegiatan di organisasi kemahasiswaan. Dengan begitu anda bisa membagi waktu dengan lebih baik dan tahu apa yang harus anda lakukan hari ini, besok, dan seterusnya.

Seimbangkan waktu antara bermain, berorganisasi dan belajar

Hampir sebagian mahasiswa merasa setelah menjadi mahasiswa hidupnya berkutat di sekitar lingkungan kampus. Waktunya tersita oleh kegiatan di organisasi – organisasi kemahasiswaan. Bukan hal yang buruk menjadi mahasiswa yang aktif, namun jangan sampai kita melupakan tugas utama kita yaitu belajar. Seimbangkan waktu kita antara bermain, berorganisasi dan belajar, yang tentunya belajar menjadi fokus utama kita dalam membagi waktu.

2. Jumlah siswa

Di kampus, kita akan memasuki kelas dengan jumlah teman sekelas yang biasanya lebih banyak dibanding sewaktu SMA. merasa asing dan terkucilkan akan membuat prestasi kita tidak maksimal. Cara untuk mengatasi hal tersebut diantaranya :

Cari teman belajar

Cari beberapa teman sekelas untuk membentuk kelompok belajar. Selain kita akan memiliki beberapa teman dekat, kelompok belajar juga akan membantu kita lebih memahami dan menemukan jawaban dari masalah yang tidak bisa kita pecahkan sendiri.

Teman sekelas bukan orang asing

Mungkin dihari pertama kuliah kita merasa asing dengan wajah – wajah baru yang kita temui. Hal itu wajar terjadi dan teman sekelas yang lain pun pasti merasakannya. Jangan menutup diri, cobalah berinisiatif untuk menyapa mereka terlebih dahulu, mereka pasti akan menyambut sapaan kita dengan baik.

3. Dosen

Dengan jumlah mahasiswa yang tidak sedikit, kecil kemungkinannya dosen akan mengenal kita secara personal seperti guru kita sewaktu SMA. Untuk lebih dikenal dengan dosen, agar tidak terjadi kecanggungan saat kita berkonsultasi maupun bertanya pada dosen, ada beberapa hal yang bisa dilakukan :

Jaga sikap

Tunjukkan sopan santun dan rasa hormat pada dosen kita, karena bagaimanapun dosen kita adalah orang tua kita di kampus. Perhatikan penggunaan bahasa saat berbicara dengan dosen. Penggunaan bahasa yang kurang sopan malah membuat kita mendapat nilai minus dimata dosen.

Aktif dalam diskusi kelas

Semakin sering kita bertanya atau menanggapi materi dari dosen, semakin dosen akan mengingat kita, yang artinya kita memperhatikan apa yang dijelaskan oleh dosen dan itulah yang diharapkan.

4. Catatan dan buku teks

Sewaktu SMA, mungkin kita diharuskan menulis penjelasan dari guru kita dalam buku catatan. Namun, di bangku kuliah, semua dikembalikan kepada kita, apakah kita ingin menuliskannya atau cukup menyimpan penjelasan tersebut dalam ingatan kita. Bahkan kita diperbolehkan untuk mencatat dengan memakai laptop.

Saat mencatat memakai laptop, pastikan kita tidak sambil membuka jejaring sosial seperti facebook, twitter, dan lainnya, karena hanya akan mengganggu fokus kita dan bahkan menyebabkan kita tidak mengerti apa yang kita catat.

Seringkali buku teks yang digunakan sejak tingkat pertama terpakai hingga tingkat akhir, sehingga kadang kita kesulitan meminjam pada senior. kadang kita pun kesulitan meminjam dari perpustakaan karena ketersediaan buku yang terbatas tidak sebanding dengan banyaknya mahasiswa yang memerlukan buku tersebut. Cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan buku teks dengan pengeluaran yang lebih hemat :

Survey harga buku di beberapa toko

Terkadang harga buku yang sama bisa berbeda antara toko yang satu dengan toko yang lainnya. Ada baiknya kita melakukan survey harga terlebih dahulu sebelum membeli buku teks yang kita perlukan.

Bertanya pada senior

Senior pasti memiliki pengalaman dan pengetahuan lebih banyak dari kita. Cobalah bertanya pada senior mengenai toko buku yang dapat direkomendasikan untuk kita membeli buku teks dan tidak ada salahnya bertanya kepada alumni yang mungkin masih menyimpan buku teksnya dan bersedia meminjamkan pada kita.

E-book gratis

Terkadang penerbit buku menyediakan e-book yang bisa di download secara gratis. Dengan kemauan dan sedikit kesabaran juga pengetahuan cara mendownload e-book kita bisa mendapatkan e-book yang kita perlukan tanpa biaya.

Semoga bermanfaat dan selamat datang di dunia kampus! J

Sumber : okezone.com


Related For Jadi mahasiswa : jangan kaget!