Kajian Bahasa IndonesiaDalam salah satu kajian Bahasa Indonesia, klalimat sangatlah penting karena dengan menggunakan kalimat, seseorang dapat menyampaiakn maksud atau pesan secara jelas kepada orang lain. Diantara kita semua pasti sudah mengnal apa yang dimaksud dengan kalimat, mustahil apabila tidak karena sejak bangku sekolah dasar, kalimat sudah diperkenalkan.

Kalimat sangat penting artinya dalam komunikasi,  kenapa? Karena dalam kehidupan sehari –hari kita membutuhkan kalimat untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain, bisa dibayangkan apabila kita tidak bisa menggunakan kalimat dlam pergaulan sehari hari, maka semua orang yang ada di samping kita tidak akan bisa memahami apa yang kita utarakan.

Oleh karena pentingnya kalimat dalam kehidupan sehari-hari, dalam pelajaran Bahasa Indonesia kalimat memiliki porsi yang besar untuk dipelajari. Sebelum mencapai tataran pengkajian tetntang kalimat, terlebih dahulu mungkin diantara kalian sudah ada yang mengatahui tentang satuan bahasa lain yang dikaji secara khusus sebelum mencapai tataran kalimat, yaitu klausa, frasa, kata, fonem.

Akan tetapi, Pembahasan mengenai satuan bahasa yang lain tersebut, akan kita bahasa di lainkesempatan. Dalam artikel ini, penulis akan menitikberatkan pada pembahsan mengenai kalimat saja.

Secara sederhana, yang dimaksud dengan kalimata dalah suatu satuan bahsa yang sekurang kurangnya mengandung unsure subjek, presikat dan mengandung intonasi akhir. Kalimat adalah satuan bahasa yang terkecil  baik itu dalam wujud lisan maupun tulisan yang digunakan untuk mengungkapkan suatu pikiran secara utuh. Apabila satuan bahasa tersebut tidak memiliki setidaknya unsure subjek dan predikat, maka hal itu tidak dapat disebut sebagai kalimat, melainkan disebut sebagai frasa. Sedangkan yang dimaksud dengan intonasi final atau akhir adalah dalam tataran bahasa sering dilambangkan mengunakan tanda seru, tanda titik, tanda tanya. Selain itu suatu kalimat haruslha mempunyai makna, yang berrarti bahwa di dalamnya dapat mengungkapakan secara jelas apa yang ingin disampaikan oleh orang yang menyampaikan serta mengandung suatu pikiran pokok yang jelas.

Dalam Bahasa Indonesia, kalimat disusun oleh unsure –unsurnya seperti yang penulis jelaskan di atas. Unsur kalimat ini dalam buku tata bahasa lazim disebut sebagai jabatan kata dalam kalimat. Adapun secara sederhana, jabatan kata dalam kalimat atau pola dalam kalimat terdiri dari subjek, predikat, objek, pelengkap serta keterangan.

1. Unsur Kalimat subjek

Sesuatu hal yang dijadikan sebagai pokok dalam pembicaraan dalam sebuah kalimat yang menunjukkan pelaku, benda, sosok, masalah atau sesuatu yang lain dlam kalimat dimasukkan dalam fungsi sintaksis yang disebut sebagai subjek. Secara sederhana, yang dimaksud sebagai subjek adalah  fungsi sintaksis dalam kalimat yang dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan “siapa yang.. atau apa yang…”  dari yang dilakukan oleh predikat, sehingga ciri ciri dari subjek adalah:

1.  Dapat digunakan untuk menjawab atas apa atau siapa… kepada predikat

2. Merupakan kata benda atau kata lain yang dibendakan

Perhatikan contoh berikut:

a. Ayah sedang menyalakan mesin

b. Adik mencuci tangan menggunakan sabun

c. Jilbab itu cantik

Kata –kata yang dicetak miring merupakan fungsi sintaksis dalam kalimat yang disebut sebagai subjek. Ayah dalam hal ini bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan, siapa yang sedang menyalakan mesin, kemudian kata adik dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan siapa yang mencuci tangan menggunakan sabun, sementara kata jilbab dapat digunakan untuk menjawab apa yang cantik.

2. Unsur kalimat Predikat

Predikat dalam kalimat digunakan untuk memberikan penjelsan mengenai apa yang dilakukan oleh subjek. Dalam kalimat, predikat dapat menyatakan suatau pertnyatan, perintah, atau pertanyaan. Predikat dapat berupa kata kerja atau kata sifat yang disertai dengan kata –kata seperti telah, sdang, sudah, belum, dan akan. Predikat dapat menimbulakan pertanyaan apa atau siapa. Selain itu, predikat juga dapat berupa kata ialah, terutama apabila kalimat yang ada adalah kalimat majemuk bertingkat, maka anak kalimat penggantinya digunakan kata ialah.

Adapun ciri-ciri lain dari predikat adalah dapat berupa kata benda, kata kerja, kata sifat, kata bilangan, dan kata depan. Perhatikan contoh di bawah ini:

a. Ali mengayuh sepeda dengan terengah-engah

b. Ayah mencukur kumis setiap satu minggu sekali

c.Ibu memasak sambil mendengarkan musik setiap pagi

Dalam hal ini, kata yang dicetak miring berfungsi sebagai predikat, yang ddapat memberitahukan apa yang dilakukan oleh subjek, seperti apa yang dilakukan Ali, Ayah, Ibu, yakni mereka sedang mengayuh, mencukur, serta memasak.

3. Unsur Kalimat Objek

Dalam kalimat, objek menunjukkan sesuatu hal yang dikenai perbuatan oleh predikat diamana objek dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang dilakukan oleh subjek. Dalam kalimat, posisi objek selalu berada di belakang predikat yang berupa kata kerja transitif, dimana objek sendiri berupa kata benda, frasa benda atau klausa.

Perhatikan contoh berikut:

a. Dona membaca buku

b. Hanum mencuci baju

c. Aisyah membeli pensil di toko Sembilan Lima

Kata-kata yang dicetak miring menunjukkan unsur objek, dimana buku digunakan untuk menjawab pertanyaan apa yang dibaca Dona, kemudian baju digunakan untuk menjawab pertanyaan apa yang dicuci Hanum, serta pensil digunakan untuk menjawab pertanyaan apa yang dibeli Aisyah di toko Sembilan Lima.

Dalam sebuah kalimat, jika verba yang digunakan adalah verba transitif, maka wajib menggunakan objek, akan tetapi jika verba yang digunakan adalah verba intransitive maka tidak wajib menggunkan objek, misalnya Else menari. Selain itu, objek juga terdapat dalam bentuk kalimat aktif, apabila kalimat aktif tadi diubah menjadi kalimat pasif, maka objek akan menduduki fungsi sebagai subjek.

4. Unsur Kalimat Pelengkap

Unsur pelengkap dalam kalimat hampir sama dengan objek, akan tetapi pelengkap tidak dapat berfungsi sebagai subjek dalam kalimat pasif. Perhatikan contoh berikut :

a. Polisi itu membawa pistol

b. Polisi itu bersenjatakan pistol

Dalam kalimat (a) pistol berfungsi sebagai objek karena mampu menjawab apa yang dibawa polisi, serta dapat berfungsi sebagai subjek apabila dirubah menjadi kalimat pasif yaitu pistol dibawa polisi itu, akan tetapi pada kalimat (b), pistol berfungsi sebagai pelengkap karena tidak dapat berfungsi menjadi subjek apabila kalimat dirubah menjadi kalimat pasif.

5. Unsur Kalimat Keterangan

Keterangan dalam kalimat berfungsi untuk menerangkan bagian-bagian yang lain, yaitu menerangkan subjek, predikat, objek, pelengkap, dimana posisinya dapat diletakkan di awal, di tengah, maupun di akhir kalimat. Secara sederhana, keterangan dapat dibedakan menjadi keterangan waktu, tempat, cara. Perhatikan contoh berikut ini:

a. Adik mengerjakan tugas di kampus

b. Lala belajar matematika pada pagi hari

c. Aldi memperhatikan pelajaran dengan sungguh-sungguh

Kata yang dicetak di atas miring masing-masing menunjukkan keterangan tempat, waktu dan cara.

Lihat Video Dibawah Ini Siapa Tahu Bermanfaat Untuk Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *