ujiansma.com

Portal pendidikan no 1

Menu

Mitos Yang Salah Tentang Kewirausahaan

August 4, 2015 | kewiraushaan

sistem pengupahan

Mitos Yang Salah Tentang Kewirausahaan

1. Menjadi wirausaha yang sukses adalah bakat

Salah satu mitos yang salah tentang kewirausahaan adalah pernyataan tersebut. Pendapat ini ada karena pada zaman dahulu hanya orang yang berani dan tidak takut saja yang mau menjadi wirausaha.

Namun, pendapat tersebut keliru karena menjadi wirausaha yang sukses itu tergantung pada kemampuan mengatasi dan mengelola risiko. Jadi tidak benar bahwa menjadi wirausaha itu harus karena bakat.

  1. Menjadi wirausaha ini adalah faktor keturunan

Belum tentu seorang pedagang mempunyai anak yang menjadi pedagang juga, namun yang pasti orang tua pedagang tersebut cenderung menginginkan anaknya menjadi pedagang.

  1. Menjadi wirausaha membutuhkan modal yang sangat besar

Ini merupakan mitos yang keliru karena modal bisa diperoleh dari mana saja (asalkan halal), salah satunya bekerja sama dengan pemilik modal. Bisa juga meminjam uang ke bank. Akan tetapi meminjam uang ke bank dikhawatirkan kita terjerumus ke dalam riba, yang merupakan salah satu dosa besar.

  1. Menjadi wirausaha harus mempunyai peluang yang baik

Padahal peluang itu didapat setelah Anda meneliti, terjun ke lapangan, dan sering mengamati pasar atau industri terlebih dahulu baru dihubungkan dengan personality (kepribadian) Anda. Untuk itu, putuskan mencari wirausaha lalu cari dan temukan peluang emasnya.

  1. Menjadi wirausaha itu harus nekat

Dikarenakan modal uang dan waktu itu terbatas, jadi “kenekatan” itu terkadang diperlukan, tetapi “nekat” juga perlu alasan yang kuat. Selain Anda punya keberanian, Anda juga harus membuat dahulu perencanaan, strategi, taktik, percobaan (trial), penelitian (survey), dan konsep wirausaha.

  1. Wirausahawan haruslah menjadi penemu atau inventors

Pemikiran yang menganggap entrepreneur adalah penemu merupakan akibat dari kurang dipahaminya visi tersembunyi entrepreneur. Memang dalam keadaan tertentu penemu juga sekaligus menjadi entrepreneur. Di sini ada sejumlah entrepreneur yang melakukan berbagai jenis kegiatan inovatif tetapi bukan penemu.

Contoh Ray Kroc, tidak menemukan franchise fast-food, tapi ide inovatifnya menjadikan McDonald merupakan perusahaan fast-food terbesar di dunia. Pemahaman terbaru tentang entrepreneurship cakupannya bukan sekedar pada invention. Tapi mencakup pemahaman yang lengkap dari perilaku inovatif apapun bentuknya. Pernyataan tersebut merupakan salah satu mitos yang cukup populer.

Inilah sekilas mengenai mitos yang salah tentang kewirausahaan. Semoga bermanfaat

 


Related For Mitos Yang Salah Tentang Kewirausahaan