Negara Sosialis atau Negara Komunis | ujiansma.com

Kamu Berada di:
Home » Pembelajaran » Negara Sosialis atau Negara Komunis

Negara Sosialis atau Negara Komunis

 

sosialisme-religius

Istilah negara sosialis mungkin masih jarang anda dengar, namun bagaimana dengan Negara komunis ? Tentunya bukan lagi sebuah hal yang asing bagi anda. sebenarnya, negara sosialis adalah Negara yang menganut paham sosialisme atau komunsime.

Oleh karena itu, negara sosialis sama dengan Negara komunis. Materi mengenai negara sosialis ini sebenarnya merupakan materi yang cukup menarik, mengingat bahwa Negara Indonesia sendiri pernah menggunakan paham ini.

Mungkin sebagian besar dari kita tidak merasakan bagaimana rasanya hidup di bawah pemerintahan komunis. Oleh karena itu, anda tidak benar benar paham seperti apa itu negara sosialis. Untuk memahami negara sosialis sendiri, tentunya kita harus memahami seperti apa paham sosialisme itu sendiri.

Istilah sosialis atau sosialisme sendiri merupakan salah satu dari ideology, sistem ekonomi atau Negara. Istilah ini mulai dipergunakan sejak abad ke 19. Dalam bahasa Inggris, istilah ini pertama kali digunakan untuk menyebut pengikut Robert Owen pada tahun 1827.

Sementara di Prancis, isitilah ini mengacu pada pengikut doktrin Saint Simon pada tahun 1832 yang dipopulerkan oleh Pierre Leroux dan J. Regnaud. Istilaj sosialis ini sendiri sering sekali digunakan dalam konteks yang berbeda beda pada setiap kelompok.

Akan tetapi, sebagian besar orang sepakat bahwa istilah ini berawal dari pergolakan kaum buruh industry dan buruh tani pada abad ke 19 hingga abad ke 20 yang berdasarkan pada prinsip solidaritas dan memperjuangkan masyarakat egalitarian yang dengan menggunakan sistem ekonomi yang menurut mereka dapat melayani masyarakat banyak dari pada segelintir masyarakat kelas atas.

Untuk lebih jelas mengenai negara sosialis, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

  • Sosialisme sebagai ideology

 

Menurut para penganut Marxisme, terutama oleh Friedrich Engels, model dan gagasan sosialis dapat dirunut hingga ke awal sejarah manusia dari sifat dasar manusia sebagai makhluk social. Pada masa pencerahan abad ke 18, para pemikir dan penulis revolusioner seperti Marquis de Condorcet, Voltaire, Rousseau dan lainnya mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap berbagai lapisan masyarakat yang ada di Prancis.

Salah satu cabang dari sosialis yang cukup terkenal adalah komunisme. Sebenarnya, istilah sosialis ini jika diartikan secara etimologi, berasal dari bahasa Prancis yang berarti kemasyarakatan. Istilah ini muncul di Prancis pada tahun 1830.

Umumnya, sebutan ini digunakan untuk aliran yang hendak mewujudkan masyarakat yang didasarkan pada hak milik bersama terhadap alat alat produksi, dengan maksud agar produksi tidak lagi diselenggarakan oleh orang orang atau lembaga swasta yang bertujuan untuk memperoleh laba, namun semata mata untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Dalam artian tersebut, muncul 4 macam aliran yang dinamakan sebagai sosialisme, yaitu social democrat, komunisme, anarkisme dan sinkalisme. Adapun bentuk lainnya, yaitu sosialisme Fabian atau bentuk lain dari sosialisme yang menghendaki suatu transisi konstitusional dan pengalihan bertahap kepemilikan dan sarana produksi kepada Negara.

  • Sosialisme sebagai sistem ekonomi

 

Pada dasarnya, sosialisme sebagai sistem ekonomi sebenarnya cukup sederhana. Dimana semua aspek ekonomi dianggap sebagai miliki bersama, namun bukan berarti harus dimiliki secara sepenuhnya secara bersama, semua aspek ekonomi boleh dimiliki sebagai miliki pribadi masing masing, dengan syarat boleh digunakan secara sosialis.

Akan tetapi, sejumlah pakar ekonomi dan sejarah telah mengemukakan beberapa masalah yang berakaitan dengan paham sosialisme, di antaranya adalah Milton Friedman, Ayn Rand, Ludwig von Mises dan lainnya.

Hal ini karena paham sosialis ekonomi dipandang banyak memberikan manfaat negatif, di antaranya adalah :

-         Sulit untuk melakukan transaksi, dimana tawar menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak miliki pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali.

-         Membatasi kebebasan sistem tersebut, dimana dapat menghambat kewibawaan individu dan kebebasan untuk berpikir serta bertindak. Secara tidak langsung, hal ini menunjukkan pada sistem ekonomi dictator

-         Mengabaikan pendidikan moral, karena di dalam sistem ini semua kegiatan diambil ahli untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidikan moral individu diabaikan dan tidak diperhatikan lagi.

Inilah sekilas mengenai negara sosialis. Semoga bermanfaat


Posted by 0 Responses
     

Comments are closed.

Jun
8
2013
 
 
ujiansma.com Search form
DUKUNG GERAKAN LULUS UAN 100% Yang GAG DUKUNG berarti GAG PENGEN LULUS!!!



Recently Active Users
admin