Paragraf Deskriptif Dalam Suatu Cerita

Tentunya kita semua sudah tidak asing lagi dengan istilah paragraf deskriptif ini. Hal ini karena materi mengenai paragraf deskriptif ini telah kita bahas sebelumnya dalam bangku sekolah, khususnya dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.

Mata pelajaran yang telah kita pelajari dari SD hingga ke perguruan tinggi ini pastinya telah kita kuasai dengan baik. Salah satu pokok bahasan yang sering sekali muncul dalam mata pelajaran ini adalah paragraf deskriptif.

Secara umum, kata deskripsi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu discribere yang berarti menggambar, merincikan, atau pembeberan. Deskripsi sendiri merupakan karangan yang menggambarkan suatu objek berdasarkan hasil pengamatan, perasaan dan pengalaman penulisnya.

Pada umumnya, paragraf deskriptif dibuat dengan tujuan agar para pembaca memperoleh kesan atau citra yang sesuai dengan pengamatan, perasaan dan pengalaman dari penulisnya, sehingga pembaca seolah olah akan melihat, merasakan dan mengalami sendiri objek tersebut.

Untuk mendapatkan kesan yang sempurna, penulis paragraf deskriptif harus mampu merincikan objek dengan kesan yang memberikan fakta atau citraan. Deskriptif merupakan salah satu teknik penulisan secara mendetail dengan tujuan membuat pembaca berada di tempat kejadian tersebut.

Sebuah objek dalam deksripsi tidak hanya terbatas pada sesuatu yang bisa kita lihat, dengar, raba atau cium saja, melainkan juga dapat berupa perasaan hati, misalnya rasa cemas, takut, jijik, kasih, cinta, rasa haru dan lainnya.

Penulis paragraf deskriptif yang baik akan berusaha untuk melukiskan suatu objek dengan sejelas jelasnya. Dalam hal ini, seluruh panca indera penulis harus berada dalam keadaan aktif dan peka. Pada dasarnya, paragraf deskriptif tidak dapat berdiri sendiri.

Ia hanya menjadi alat bantu dalam suatu karangan. Dalam paparan atau eksposisi, deskripsi berperan untuk menghidupkan pokok pembicaraan atau menghindari kebosanan dan keenganan pembaca.

Sedangkan dalam sebuah karya narasi, deskripsi juga berperan untuk menghidupkan suasana cerita. Sementara dalam paragraph argumentative deskripsi digunakan untuk meyakinkan pembaca.

Untuk lebih jelas megenai paragraf deskriptif, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

 1.      Ciri-ciri paragraf deskriptif

 

Secara umum, ada beberapa ciri khas dari paragraf deskriptif yang membedakannya dengan paragraph lain, yaitu :

–         Bersifat menggambarkan suatu objek atau benda

–         Penggambaran tersebut dilakukan sejelas jelasnya dengan melibatkan kesan indra

–         Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri

 2.      Macam-macam paragraf deskriptif

 

Ada beberapa jenis dari paragraf deskriptif, yaitu :

  • Deskripsi imajinatif

 

Merupakan paragraph yang melukiskan ruang atau tempat berlangsungnya suatu peristiwa. Pelukisan tersebut harus dilakukan dari berbagai segi, agar ruang tersebut tergambar dengan jelas dalam pikiran dan perasaan pembaca.

Sebagai contoh, malam gelap gulita yang diiringi dengan hiruk piruk ramainya kota Jakarta yang tidak pernah tidur.

  • Deskripsi factual

 

Merupakan paragraph yang menggambarkan suatu hal atau orang dengan mengungkapkan identitasnya secara apa adanya, sehingga para pembaca bisa membayangkan keadaannya. Untuk membangkitkan daya khayal pembaca mengenai suatu objek atau benda, penulis harus melukiskannya dalam berbagai sudut pandang.

Jadi, semakin rinci penulisannya maka akan semakin jelas pula gambaran yang terbayang oleh pembaca. Apabila objek yang dilukiskan adalah orang, maka periciannya bisa dilakukan dalam aspek fisik ataupun aspek rohaninya.

Adapun beberapa langkah yang anda perlukan untuk menyusun paragraf deskriptif, di antaranya adalah :

–         Menentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan

–         Menentukan tujuan pembuatan paragraf deskriptif

–         Mengumpulkan data dengan mengamati objek yang akan dilukiskan

–         Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik

–         Menguraikan kerangka karangan menjadi deskripsi yang sesuai dengan tema yang telah ditentukan

 3.      Pola pengembangan paragraf deskriptif

 

Ada beberapa pola pengembangan paragraf deskriptif yang bisa anda terapkan, di antaranya adalah sebagai berikut :

–         paragraf deskriptif spasial yang secara khusus menggambarkan objek berupa ruangan, benda atau tempat

–         paragraf deskriptif subjektif yang menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis

–         paragraf deskriptif objektif yang menggambarkan objek dengan apa adanya atau sesuai dengan yang sebenarnya.

Inilah sekilas mengenai paragraf deskriptif. Semoga bermanfaat