Story TellingPendidikan Berkarakter Melalui Story Telling

Terbiasa untuk bercerita dalam bahasa inggris biasa disebut dengan istilah Story Telling. Dalam tradisi tanah air kita, kebiasaan bercerita merupakan kebiasaan yang sudah mengakar yaitu kebiasaan untuk mendongeng. Kebiasaan orang tua akan mendongengkan kepada anaknya sebelum tidur. Story Telling mempunyai banyak manfaat yang bisa diperoleh, yaitu dengan story telling bisa menanamkan nilai-nilai positif mengenai kehidupan sehari-hari, mengajarkan nilai-nilai positif seperti misalnya hidup hemat, semangat bekerja, contoh keteladanan  untuk suka menolong orang lain, berbudi pekerti yang baik dan sebagainya.

 Memberikan sebuah pelajaran kepada anak melaui cerita akan lebih menancapkan isi pelajaran tersebut kepada anak. Dengan adanya cerita yang dibuat semenarik mungkin, antusias siswa atau anak saat belajar juga akan meningkat, misalnya pelajaran sejarah yang dianggap membosankan oleh anak karena harus menghafalkan banyak macam tanggal-tanggal sejarah. Akan tetapi apabila dibuat sebuah cerita yang menarik, maka pelajaran ini akan jadi sangat menyenangkan untuk anak. Seperti misalnya sejarah kerajaan Majapahit, apabila dibuat sebuah buku seperti karangan Langit Kresna Haryadi misalnya, kemudian guru menceritakannya secara menarik, maka anak tidak hanya merasa tidak bosan untuk mempelajari sejarah, bahkan akan tertarik dan merasa ketagihan untuk belajar sejarah.

Story telling harusnya dibiasakan oleh orangtua kepada anaknya sejak dini. Adanya kebiasaan anak untuk mendengarkan cerita baik di sekolah maupun dirumah, bisa jadi akan mendorong anak untuk menjadi seorang yang gemar mendongeng. Menjadi seorang yang pintar bercerita di depan oranglain. Seorang story telling. Seperti yang dialami oleh Anne Ahira, seorang internet marketer. Kebiasaaan mendengarkan cerita membuatnya bercita – cita untuk menjadi seorang story telling. Nah, disini peran orangtua juga yang memberikan pengetahuan kepada anak untuk mengarahkan, apabila kita ingin menjadi seorang yang dapat berbicara bnayak dan berbobot di depan orang lain, maka ilmu yang harus kita punya juga seharusnya lebih dari yang lain, oleh karena itu hal yang harus dilakukan adalah dengan belajar, dan membaca, semakin banyak membaca maka semakinbanyak ilmu yang kita miliki, sehingga mempunyai bekal untuk dapat membagikan ilmu kepada orang lain melalui bercerita di depan orang/ story telling.

Pengalaman yang dialami oleh Anne Ahira, karena kebiasaannya mendengarkan cerita, membuatnya mempunyai keinginan menjadi seorang story telling, kemudian mendorongnya untuk biasa dan banyak membaca.  Lambat laun, kegemaran membacanya mendorongnya untuk menjadi seorang penulis, seorang penulis dongeng.

Akan tetapi kebiasaan story telling sudah banyak ditinggalkan karena serbuan televisi dan permainan elektronik di seluruh penjuru dunia. Padahal banyak seklai nilai-nilai positif yang bisa disampaikan melalui story telling. Misalnya story telling mengenai tokoh idola, sehingga hal ini juga bisa digunakan untuk membentuk karakter anak, story telling menjadi media yang bisa digunakan untuk membentuk anak-anak yang berkarakter.

Story Telling, Apa Sajakah Modelnya?

Story telling tidak hanya bisa disampaikan dengan cara bercerita ataupun mendongeng melalui kata-kata. Melainkan bisa juga disampaikan melaui gambar, foto, suara, atau bahkan gabungan dari semua itu, Dalam hal ini cara bercerita menggunakan model ini biasa disebut sebagai visual story telling. Bila disampaikan secara efektif atau komunikasi efektif, story telling yang disampaikan melaui gambar, foto, atau suarapun bisa menghipnotis penonton.

Upaya untuk memberikan gambaran secara visual dalam desain komunikasi disebut sebagai visual story telling. Gambaran secara visual ini semestinya harus dapat memberikan penjelasan mengenai suatu cerita yang akan dikemas menjadi sebuah produk multimedia. Dalam visual story telling dikenal adanya dua model yaitu single image strory telling dan photo sequence story telling. Adapun sesuai dengan namanya single image strory telling berarti visual story telling yang menggunakan satu gambar, atau satu image untuk menyampaikan cerita. Sedangkan dan photo sequence story telling berarti menggunakan bebrapa gambar atau visual yang dirangkai secara baik untuk menyampaikan suatu cerita tertentu.

Memupuk Kegemaran Makan Sayur Melalui Story Telling

Sekali lagi, banyak nilai-nilai yang bisa disampaikan melalui story telling, selain melatih anak untuk berani bercerita, mendongeng di hadapan orang banyak, membentuk pendidikan berkarakter untuk anak, story telling bisa digunakan untuk memupuk kegemaran makan sayur pada anak. Seperti kita ketahui bahwa  pada kenyataannya, banyak sekali anak yang tidak senang dengan sayur. Dalam kasus ini story telling dapat mengambil peran besar untuk menumbuhkan minta anak makan sayur. Seperti penelitian yang dilakuakan oleh Sri Hariayanti dari studi Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Undip, dalam skripsinya yang berjudul “Pengaruh Story Telling Dalam Mengubah Kesulitan Anak Makan Sayur”, memberikan hasil yang menarik bahwa selama penelitian yang dilakukan, menunjukkan adanya korelasi yang kuat bahwa teknik story telling yang dilakukan secara menarik akan mampu mengubah kebiasaan anak menjadi suka makan sayur.

Lihat Video Dibawah Ini Siapa Tahu Bermanfaat Untuk Kamu

One thought on “Pendidikan Berkarakter Melalui Story Telling

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *