Pengertian Akomodoasi, Asimilasi dan Kontraversi | ujiansma.com

Kamu Berada di:
Home » Pembelajaran » Pengertian Akomodoasi, Asimilasi dan Kontraversi

Pengertian Akomodoasi, Asimilasi dan Kontraversi

 

                Interaksi social merupakan sebuah hubungan yang terjadi antara seorang individu baik itu hubungan dengan individu lain ataupun dengan kelompok bahkan kelompok dengan kelompok itu sendiri. Maka sebuah interaksi social memiliki berbagai macam hubungan yang dapat dilakukan antara 1 dengan lainnya. Sebuah interaksi memiliki bentuk bentuk yang dapat kita pahami maksudnya  sesuai dengan sifat interaksi tersebut seperti akomodasi, asimilasi dan kontraversi. Maka anda perlu mengetahu pengertian akomodasi, asimilasi dan kontraversi tersebut.

                pengertian akomodasi, asimilasi dan kontraversi perlu di ketahi sebab kita ini memiliki berbagai macam bentuk interaksi danbtermasi ke dalam manakah interaksi tersebut maka pengertian akomodasi, asimilasi dan kontraversi harus di ketahui 1 per satu yang pertama yaitu pengertian Akomodasi.

Akomodasi merupakan bentuk interaksi social yang bersifat asosiatif yaitu suatu proses penyesuaian sosial yang ada dalam interaksi sosial yang terjadi antara pribadi dan kelompok -kelompok manusia untuk meredakan sebuah pertentangan yang terjadi. Akomodasi mempunyai dua aspek pengertian yaitu sebagai berikut :

  1. Merupakan sebuah upaya untuk mencapai penyelesaian dari suatu konflik atau pertikaian yang terjadi. Jadi akomodasi ini mengarah kepada prosesnya.
  2. Sebuah keadaan atau kondisi selesainya suatu konflik atau pertikaian tersebut. Jadi, mengarah kepada suatu kondisi berakhirnya pertikaian.

Contoh dari akomodasi ini adalah :

Dalam suatu diskusi kelompok maka akan ada dalam sebuah kelompok tersebut anggota anggota yang berselisih paham dan jika di biarkan akan menimbulkan persaingan serta pertengkaran yang sengit oleh karena itu ada serang moderator sebagai penengah yang membuat diskusi jadi lancar dan tenang.

Berikut merupakan pengertian akomodasi, asimilasi dan kontraversi yang ke dua yaitu asimilasi. Dimana asimilasi adalah pembauran yang terjadi antara dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru.

Suatu asimilasi terjadi jika ditandai oleh usaha – usaha mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok tersebut. Untuk mengurangi perbedaan itu, asimilasi akan melakukan sebuah usaha – usaha yang berguna mempererat kesatuan tindakan, sikap, dan perasaan dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan bersama

Selanjutnya adalah sebuah pengertian akomodasi, asimilasi dan kontraversi yang ke tiga yaitu Kontravensi, dimana ini bersifat disosiatif berbeda dengan asimilasi dan akomodasitadi yang bersifat asosiatif. Dimana kontravensi ini merupakan  bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik ini berada di tengah tengah tidak bersaing tidak konflik. Dimana akan terjadi perwujudan dari sikap kontravensi ini antara lain sikap tidak senang, baik secara sembunyi maupun secara terang – terangan yang akan  ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu yang mereka kurang sukai.

Setelah mengetahui mengenai pengertian akomodasi, asimilasi dan kontraversi maka semuaya meruppakan suatu bentuk interaksi social jadi menurut pendapat Peter M. Blau, bentuk struktur sosial ada dua, yaitu sebagai berikut ini :

  • Intersected social structure

Merupakan sebuah bentuk struktru social yang dimana sebuah struktur sosial dikatakan intersected jika keanggotaannya dalam sebuah kelompok – kelompok sosial yang ada bersifat menyilang (interseksi).

Dengan kata lain, keanggotaan di dalam kelompok sosial itu mempunyai latar belakang, suku bangsa, ras, ataupun agama yang berbeda satu sama lainnya.

  • Consolidated social structure

Ini merupakan sebuah struktur sosial dimana bisa dikatakan consolidated apabila terjadi tumpang tindih parameter sehingga terjadi penguatan identitas keanggotaan di dalam sebuah kelompok sosial atau masyarakat tersebut. Dalam proses ini, kelompok sosial akan berkembang menjadi wadah dari individu – individu yang mempunyai latar belakang suku, ras, kebiasaan, dan kepercayaan yang sama satu sama lainnya.

Jadi aka nada pemahaman bentuk interaksi yang berbeda ada yang dalam 1 kebudayaan yang sama ada yang tidak sama.

                Maka pengertian akomodasi, asimilasi dan kontraversi  telah dapat kita ketahui maka kita sebagai makhluk social dan pelaku interaksi social ini harus punya hal hal yang bisa kita gunakan dalam setiap bentuk interaksi dan usahakan untuk menjauhi bentuk interaksi social yang berdampak buruk bagi hidup kita.


Posted by 0 Responses
     

Leave a Reply to this Post

Feb
9
2013
 
 
ujiansma.com Search form
DUKUNG GERAKAN LULUS UAN 100% Yang GAG DUKUNG berarti GAG PENGEN LULUS!!!



Recently Active Users
admin