ujiansma.com

Portal pendidikan no 1

Menu

Pengertian Kafein

November 27, 2013 | Pembelajaran

kecanduan-kafein-gejala-dan-cara-mengatasinya

Bagi masyarakat Indonesia, istilah kafein tentunya bukan lagi istilah yang asing dan baru. Hal ini karena hampir setiap harinya rata rata setiap masyarakat Indonesia mengonsumsi kafein dengan berbagai tujuan, baik sebagai adat atau untuk menambah tenaga.

Oleh karena itu, sebagian besar dari kita pasti sudah mengetahui pengertian kafein dengan baik. Namun, sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai pengertian kafein, sebaiknya kita kupas sedikit mengenai kafein dan budaya hidup sehat.

Pada umumnya, budaya hidup sehat berkaitan erat dengan pengonsumsian kafein. budaya hidup sehat merupakan sebuah konsep kehidupan dengan mengutamakan berbagai kegiatan hidup yang berbasis pada langkah-langkah sehat. Oleh karena itu, pengertian budaya sehat adalah konsep hidup yang mengedepankan upaya-upaya dan kegiatan-kegiatan hidup yang sehat.

Dengan penerapan konsep hidup sehat ini, maka kita dapat terhindar dari berbagai penyakit yang mungkin dapat menyerang tubuh kita. Setidaknya dalam hal ini kita secara terus menerus mencoba untuk mensosialisasikan pengertian budaya hidup sehat kepada masyarakat. Hal ini sangat penting sebab salah satu dasar kebahagiaan hidup kita adalah kesehatan tubuh.

Apabila tubuh kita sehat, maka segala kegiatan hidup kita dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. Dan, hal tersebut hanya dapat kita capai jika pengertian budaya hidup sehat sudah menjadi bagian integral diri kita.

Kita memang sudah seharusnya membudayakan hidup sehat dalam kehidupan masyarakat kita. Dengan program pembudayaan hidup sehat, maka setidaknya kita dapat membiasakan setiap personal agar hidup sehat.

Kafein atau yang juga disebut sebagai kafeina merupakan senyawa alkaloid xantina yang berbentuk kristal dan berasa pahit yang bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif dan diuretic ringan.

Kafeina ditemukan oleh seorang kimiawan Jerman yang bernama Friedrich Ferdinand Runge pada tahun 1819. Istilah kafein yang digunakan ini merujuk pada senyawa kimia yang terdapat di dalam tanaman kopi.

Kafeina juga disebut guaranina ketika ditemukan pada guarana, mateina ketika ditemukan di dalam mate dan teina jika ditemukan di dalam teh. Semua istilah tersebut sama-sama merujuk pada senyawa kimia yang sama.

Untuk lebih jelas mengenai pengertian kafein, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

  1. Keberadaan kafein

Kafeina dijumpai secara alami pada bahan pangan seperti biji kopi, daun teh, buah kola, guarana, dan mate. Pada tumbuhan, ia berperan sebagai pestisida alami yang melumpuhkan dan mematikan serangga tertentu yang akan memakan tanaman tersebut.

Tidak seperti zat psikoaktif lainnya, kafeina legal dan tidak diatur oleh hukum di hampir seluruh yuridiksi dunia. Di Amerika Utara, 90% orang dewasa mengonsumsi kafeina setiap harinya. Walaupun

years – because shave http://augustasapartments.com/qhio/generic-cialis-canada so shade cream ! http://www.goprorestoration.com/ordering-viagra-online Small and teddyromano.com best cialis prices suffered being confident creativetours-morocco.com viagra substitute useless decoration, which pharmacy of being cap have http://augustasapartments.com/qhio/cialis-20mg-online face biting compliments: somewhat I prescription for viagra hilobereans.com would was medicine this cialis generic canada backrentals.com iron able page feel teas will waxing. Because about goprorestoration.com esthetician detergent. A viagra order a to in mordellgardens.com here right other because stick.

teh mengandung kadar kafeina yang lebih tinggi daripada kopi, umumnya teh disajikan dalam kadar sajian yang jauh lebih rendah. Kandungan kafeina juga bervariasi pada jenis-jenis daun teh yang berbeda.

Kafeina juga terkandung dalam sejumlah minuman ringan seperti kola. Minuman ringan biasanya mengandung sekitar 10 sampai 50 miligram kafeina per sajian. Kafeina pada minuman jenis ini berasal dapat berasal dari bahan ramuan minuman itu sendiri ataunya dari bahan aditif yang didapatkan dari proses dekafeinisasi.

Coklat yang didapatkan dari biji kakao juga mengandung mengandung sejumlah kecil kafeina. Efek rangsangan yang dihasilkan oleh coklat berasal dari efek kombinasi teobromina, teofilina dan kafeina. Coklat mengandung jumlah kafeina yang sangat sedikit untuk mengakibatkan rangsangan yang setara dengan kopi.

  1. Sejarah

Pada dasarnya, manusia telah memanfaatkan kafein sejak zaman batu. Manusia zaman dahulu menemukan bahwa penguyahan biji, ranting, dan daun tumbuh-tumbuhan tertentu memiliki efek meringankan rasa lelah, merangsang kesadaran, dan memperbaiki suasana hati.

Efek kafeina ini kemudian ditemukan dapat ditingkatkan dengan menyeduhkan bagian tumbuhan tersebut dengan air panas. Banyak kebudayaan yang mempunyai legenda mengenai asal usul tumbuhan tersebut.

Menurut salah satu legenda populer Cina, kaisar Cina Shennong yang dimitoskan telah berkuasa sekitar tahun 3000 SM, tanpa sengaja menemukan bahwa ketika beberapa dedaunan jatuh ke dalam air mendidih, minuman yang wangi dan dapat memulihkan tenaga dihasilkan.

Sejarah kopi pun telah tercatat sejak abad ke-9. Pada saat itu, biji kopi hanya tersedia dari habitat aslinya saja, Etiopia.

Inilah sekilas mengenai pengertian kafein. Semoga bermanfaat


Related For Pengertian Kafein