Pengertian Korupsi Dalam Sistem Hukum | ujiansma.com

Kamu Berada di:
Home » Pembelajaran » Pengertian Korupsi Dalam Sistem Hukum

Pengertian Korupsi Dalam Sistem Hukum

 

korupsi

Korupsi atau rasuah ini tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Perbuatan ini sudah menjadi penyakit yang tidak bisa disembuhkan lagi dari negri kita ini. Mungkin kita sudah sangat bosan mendengar istilah ini sewaktu kita mendengar berita sekilas mengenai Negara kita.

Namun, mau bagaimanapun kenyataannya memang Negara kita sangat amat terjerat oleh penyakit yang satu ini. Mungkin pengertian korupsi juga sudah berada di luar kepala anda, karena sudah sangat seringnya hal tersebut terjadi, jadi mau tidak mau anda telah mengetahui apa itu korupsi.

Mungkin secara sederhana, pengertian korupsi bagi kebanyakan orang adalah mengambil uang Negara dan menggunakannya atas dasar kepentingan pribadi, bukan umum. hal tersebut memang tidak sepenuhnya salah, namun sebenarnya pengertian korupsi lebih dari hal tersebut.

Pada dasarnya, kata korupsi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu corruptio yang berasal dari kata kerja corrumpere yang berarti busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, atau menyogok. Secara umum, semuanya bermakna tidak baik dan busuk.

Oleh sebab itu, pengertian korupsi adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negri atau pihak lain yang terlibat dalam tindakan tersebut yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.

Untuk lebih jelas mengenai pengertian korupsi, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

  • Tindakan korupsi

 

Pada dasarnya, dari segi pandang hukum tindak pidana korupsi secara garis besar memenuhi beberapa unsur, di antaranya adalah sebagai berikut :

-         Merupakan perbuatan yang melanggar hukum

-         Merupakan penyalahgunaan wewenang, kesempatan atau sarana

-         Memperkaya diri sendiri, orang lain, korporasi dan lainnya

-         Merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara

Secara umum, tindakan korupsi sendiri adalah sebagai berikut :

-         Memberi atau menerima hadiah atau janji. Hal ini sering kita namakan sebagai penyuapan

-         Penggelapan dalam jabatan

-         Pemerasan dalam jabatan

-         Ikut serta dalam pengadaan, bagi pegawai negri atau penyelenggara Negara

-         Menerima gratifikasi, bagi pegawai negri atau penyelenggara Negara

Dalam arti yang lebih luas, korupsi atau korupsi politis  merupakan penyalahgunaan jabatan resmi untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Apabila suatu Negara terus menerus melakukan korupsi, maka pada akhirnya akan mencapai apa yang kita sebut sebagai kleptokrasi atau yang secara harafiahnya merupakan pemerintahan oleh pencuri, dimana pura pura untuk bertindak jujur pun tidak ada sama sekali.

Akan tetapi, bisa dikatakan juga bahwa pengertian korupsi ini merupakan sesuatu yang tidak mutlak dan relatif bagi setiap Negara. Misalnya ada Negara yang menganggap bahwa pendanaan politik merupakan hal yang legal, sementara Negara lain menganggap hal tersebut sebagai perbuatan yang tidak legal.

  • Kondisi yang mendukung korupsi

 

Pada dasarnya, korupsi sendiri bisa dilakukan apabila ada beberapa kondisi yang mendukung terjadinya perbuatan maksiat tersebut, di antaranya adalah :

-         Adanya konsentrasi kekuasaan dalam pengambilan keputusan yang tidak bertanggung jawab langsung kepada rakyat

-         Kurangnya transparansi dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah

-         Adanya berbagai kampanye politik yang menguras dana dengan pengeluaran yang lebih besar dari pada pendanaan politik yang normal

-         Banyak proyek yang melibatkan uang rakyat dalam jumlah yang besar pula

-         Lingkungan tertutup yang mementingkan diri sendiri dan jaringan teman lama

-         Lemahnya ketertiban hukum

-         Lemahnya profesi hukum

-         Kurangnya kebebasan berpendapat atau kebebasan media massa

-         Gaji pegawai pemerintah yang sangat kecil

-         Rakyat yang cuek dan tidak tertarik atau mudah dibohongi dan gagal memberikan perhatian yang cukup  ke pemilihan umum yang dilaksanakan

-         Ketidak adaan kontrol yang cukup untuk mencegahnya perbuatan illegal, misalnya penyuapan atau sumbangan kampanye

Mengenai gaji pegawai negri yang sangat kecil tersebut dibandingkan dengan kebutuhan hidup yang semakin hari semakin kompleks. Akan tetapi, kurangnya gaji bukan merupakan faktor yang paling menentukan, karena pada dasarnya masih banyak orang yang berkecukupan dan juga melakukan korupsi untuk semakin memperkaya dirinya sendiri.

Inilah sekilas mengenai pengertian korupsi. Semoga bermanfaat.


Posted by 0 Responses
     

Comments are closed.

Jun
3
2013
 
 
ujiansma.com Search form
DUKUNG GERAKAN LULUS UAN 100% Yang GAG DUKUNG berarti GAG PENGEN LULUS!!!



Recently Active Users
admin