Pengertian Larutan Glukosa Dalam kehidupan Sehari-hari | ujiansma.com

Kamu Berada di:
Home » Pembelajaran » Pengertian Larutan Glukosa Dalam kehidupan Sehari-hari

Pengertian Larutan Glukosa Dalam kehidupan Sehari-hari

 

 Pengertian Larutan Glukosa

Tentunya bagi sebagian besar dari anda, pengertian larutan glukosa ini bukan lagi hal yang baru untuk diperdebatkan. Hampir semua atau sebagian besar dari kita mengartikan larutan glukosa sbagai larutan gula.

Hal tersebut memang tidak sepenuhnya salah, namun sebenarnya pengertian larutan glukosa lebih dari pada hal tersebut. Larutan sebenarnya adalah campuran homogen antara zat terlarut dengan pelarut. Zat terlarut adalah zat yang terdispersi (tersebar secara merata) dalam zat pelarut. Zat terlarut mempunyai jumlah yang lebih sedikit dalam campuran.

Hal ini biasanya disebut sebagai solute. Sedangkan zat pelarut adalah zat yang mendispersi atau fase pendispersi komponen komponen zat terlarut. Biasanya zat pelarut mempunyai jumlah yang lebih banyak di dalam campuran. Hal ini disebut sebagai solvent

Glukosa atau suatau gula monosakarida merupakan salah satu karbohidrat terpenting yang bisa digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa sendiri merupakan slaah satu hasil utama fotosintesis dan awal bagi respirasi.

Bentuk alami glukosa sendiri disebut sebagai dekstrosa, terutama pada industry pangan. Glukosa merupakan heksosa – monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida atau yang mengandung gugus CHO.

Lima karbon dan satu oksigen akan membentuk cincin yang disebut sebagai cincin piranosa, merupakan bentuk yang paling stabil untuk aldosa berkarbon enam. Di dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hydrogen kecuali atom kelimanya yang terikat pada atom karbon ke enam di luar cincin yang membnetuk gugus CH2OH.

Selain itu, glukosa juga merupakan sumber tenaga yang terdapat dimana mana dalam biologi. Mungkin anda dapat menduga alasan mengapa glukosa dan bukan monosakarida lainnya seperti fruktosa begitu banyak digunakan.

Glukosa dapat dibentuk dari formaldehida pada keadaan abiotik sehingga akan mudah tersedia bagi sistem biokimia primitive. Hal yang lebih penting bagi organisme tingkat atas adalah kecenderungan glukosa, dibandingkan dengan gula heksosa lainnya, yang tidak mudah bereaksi secara nonspesifik dengan gugus amino suatu protein.

Dalam kegiatan respirasi sendiri, melalui serangkaian reaksi terkatalis enzim, glukosa akan teroksidasi sehingga akan membentuk karbon dioksida dan air, menghasilkan energi, terutama dalam bentuk ATP. Sebelum digunakan, glukosa akan dipecah dari polisakarida.

Glukosa dan fruktosa sendiri secara kimiawi diikat menjadi sukrosa. Pati, selulosa dan glikogen merupakan polimer glukosa umum polisakarida. Untuk lebih jelas mengenai pengertian larutan glukosa, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

  • Isomerisme

 

Gula atau glukosa sendiri terdapat dalam dua enantiomer atau isomer cermin, yaitu D-glukosa dan L-glukosa. Namun, pada organisme, yang ditemukan hanyalah isomer D-isomer. Suatu karbohidrat yang berbentuk D atau L berkaitan dengan konformasi isomeric pada karbon 5.

Jika berada di kanan proyeksi Fischer, maka bentuk cincinya adalah enantiomer D. Akan tetapi, jika ke kiri, maka akan menjadi enantiomer L. struktur cincinya sendiri dapat terbentuk melalui dua cara yang berbeda, yang menghasilkan glukosa a (alpha) dan b (beta).

  • Sintesis

 

Sebenarnya, larutan glukosa ini bisa dihasilkan melalui proses sintesis. Adapun beberapa proses sintesis yang akan menghasilkan larutan ini, di antaranya adalah :

-         Sebagai hasil fotosintesis pada tumbuhan dan beberapa prokariota

-         Terbentuk di dalam hati dan otot rangka dari pemecahan simpanan glikogen (polimer glukosa)

-         Disintesis dalam hati dan ginjal dari zat antara melalui proses yang disebut sebagai glukogenesis

Karbohidrat memang merupakan sumber tenaga utama dalam tubuh. pemecahan karbohidrat akan menghasilkan mono dan disakarida, terutama glukosa. Glukosa sendiri sangatlah penting dalam produksi protein dan dalam metabolisme lipid.

Karena pada sistem saraf pusat tidak terdapat metabolisme lipid, maka jaringan ini sangat tergantung kepada glukosa. Glukosa diserap dalam peredaran darah melalui saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian akna langsung diubah menjadi bahan bakar sel otak.

Sedangkan yang lainnya akan menuju ke hati dan otot dan disimpan dalam bentuk glikogen dan sel lemak yang menyimpannya dalam bentuk lemak. Glikogen merupakan cadangan yang akan dikonversikan kembali pada saat dibutuhkan lebih banyak energi.

Inilah sekilas mengenai pengertian larutan glukosa. Semoga bermanfaat


Posted by 0 Responses
     

Comments are closed.

Sep
3
2013
 
 
ujiansma.com Search form
DUKUNG GERAKAN LULUS UAN 100% Yang GAG DUKUNG berarti GAG PENGEN LULUS!!!



Recently Active Users
admin