Pengertian Olahraga Lempar Cakram

lempar cakram

 

Lempar cakram merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang biasanya diperlombakan dalam kejuaraan olimpiade internasional yang dipertandingkan di beberapa Negara yang menjadi tuan rumah. Lempar cakram ini sendiri sangat jarang terdengar di kalangan masyarakat, hal ini dikarenakan sangat jarang juga masyarakat yang melakukan olahraga ini, dikarenakan terkendala pada alatnya yaitu berupa cakram, serta banyak orang yang juga belum mengerti bagaimana teknik yang dapat dilakukan pada olahraga ini sendiri.

Di Indonesia sendiri, lempar cakram juga merupakan salah satu olahraga cabang atletik yang diperlombakan dalam pekan olahraga nasional maupun grand prix yang diselenggarakan pada tahun 2006 silam. Untuk pengajarannya sendiri masih sangat jarang dalam lempar cakram ini sendiri, karena pada saat masih duduk dibangku sekolah baik saat sekolah dasar maupun ketika telah menginjak bangku kuliah pun lempar cakram bukan menjadi salah satu olahraga yang diajarkan seperti sepak bola, voli, basket, tolak peluru, lompat jauh, lari, maupun cabang olahraga atletik lainnya.

Meskipun di masyarakat umum cabang olahraga ini jarang terdengar sebagai olahraga yang sering dimainkan dan terkenal dalam lingkup masyarakat, tetapi dalam soal kejuaraan ataupun olimpiade ini, olahraga ini merupakan salah satu cabang olahraga atletik ini sangat sering terdengar. Untuk cabang olahraga atletik sendiri lempar cakram ini masuk dalam kategori melempar.

  • Pengertian lempar cakram

Olahraga lempar cakram merupakan salah satu nomor perlombaan lempar yang utama dalam cabang olahraga atletik. Namun dalam perlombaan atletik indoor atau yang berada di dalam ruangan, olahraga lempar cakram ini tidak termasuk ke dalam perlombaan. Olahraga ini sudah sejak ada sewaktu olimpiade kuno pada beberapa masehi yang telah lama. Dalam perlombaannya sendiri biasanya olahraga lempar cakram ini, atlet yang mengikuti olahraga ini akan melemparkan objek berbentuk seperti cakram sejauh mungkin, tentu saja hal ini harus mengikuti peraturan yang berlaku dan tidak boleh ada kecurangan yang terjadi pada saat melakukan lemparan tersebut.

Dalam perlombaan atletik resmi sendiri, para atlet diberikan kesempatan sebanyak tiga kali untuk melakukan lemparan cakram tersebut. kemudia dari sejumlah atlet pada babak awal, akan dipilih para atlet yang terbaik dari kesemua atlet tersebut, dan dilihat manakah lemparan yang terbaik dan terjauh dari ke semua atlet tersebut. lalu setelah itu diberikan kesempatan lagi untuk melemparkan cakram tersebut dengan kesempatan tiga kali sama dengan yang dilakukan sebelumnya. Lempar cakram ini sendiri diperlombakan untuk laki-laki maupun juga perempuan.

Lempar cakram ini sendiri juga merupakan salah satu perlombaan cabang olahraga atletik yang dapat menimbulkan bahaya yang sangat besar, hal ini disebabkan karena jika atlet professional melempar dengan sekuat tenaga dan dengan jangkauan yang sangat jauh, bisa jauh cakram ini mengenai orang yang sedang jalan ataupun sedang beraktivitas pada suatu lapangan tersebut. tentu saja hal ini dapat menyebabkan cedera yang sangat parah dari orang yang terkena cakram tersebut, bahkan bisa membuat orang yang terkena cakram tersebut sampai kehilangan nyawa mereka. Untuk mencegah terjadinya hal itu maka diperlukan semacam pagar khusus di sekeliling lapangan lempar cakram ini sendiri, tentu saja tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mencegah terjadinya bahaya yang bisa ditimbulkan oleh para atlet tersebut. Pagar untuk melindungi dari lemparan cakram ini sendiri adalah berbentuk jaraing dan dipasang dengan tinggi sekitar 4 m, dari segi bentuk dan ukuran, sebenarnya lapangan lempar cakram ini sendiri mirip dengan lapangan lempar martil.

  • Cara-cara memegang cakram yang benar

 

Berikut akan dijelaskan secara singkat dan sekilas mengenai cara memegang cakram yang baik dan benar, hal pertama yang perlu kita ketahui adalah menempatkan tangan kiri di bawah cakram untuk dukungan, kedua adalah menempatkan tangan kanan di atas cakram tersebut, setelah itu renggangkan setiap jari dengan rata tapi tentu saja tidak terlalu melebar dengan ujung jari yang melingkari pinggiran cakram, dan mengisi tidak untuk mencengkram cakram tersebut serta biarkan cakram yang kita pegang untuk beristirahat di sendi pertama dari jari dengan ujung jari atas tepi.