Penggunaan tanda titik dua

images11_thumb

Penggunaan tanda titik dua

Tanda titik dua merupakan salah satu dari tanda baca yang dilambangkan dengan dua titik yang berukuran sama yang diletakkan di tengah garis vertikal yang sama. Seperti halnya tanda baca lain, penggunaan tanda titik dua bervariasi antara berbagai bahasa dan bahkan pada bahasa yang sama pada periode yang berbeda.

Sebagai aturan umum, tanda titik dua memberitahukan pembaca bahwa uraian setelah tanda ini memberi bukti dan menjelaskan, atau merupakan unsur dari apa yang sudah dijelaskan sebelum tanda tersebut.

Dalam pedoman EYD sendiri, tanda titik dua dipakai dalam :

  • Pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian. Sebagai contohnya Kita sekarang memerlukan perabotan rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.
  • Sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. Contohnya Ketua: Ahmad Wijaya
  • Dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. Contohnya Ibu: (meletakkan beberapa kopor) “Bawa kopor ini, Mir!”
  • Di antara (i) jilid atau nomor dan halaman, (ii) bab dan ayat dalam kitab suci, (iii) judul dan anak judul suatu karangan, serta (iv) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. Contohnya Tempo, I (1971), 34:7