Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru pada Beberapa Aspek | ujiansma.com

Kamu Berada di:
Home » Bahasa » Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru pada Beberapa Aspek

Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru pada Beberapa Aspek

 

puisi

Tentunya kata puisi bukan lagi suatu hal yang asing bagi kita semua. Kita telah mengenal apa itu puisi atau bahkan sebagian dari kita pernah membuat dan membacakannya. Puisi ini sendiri merupakan mata pelajaran yang kita pelajari dalam bahasa Indonesia.

Pelajaran bahasa Indonesia sendiri tentunya sudah tidak asing lagi, karena telah kita pelajari dari SD hingga ke perguruan tinggi. Mengapa pelajaran bahasa Indonesia kita pelajari begitu lama, padahal bahasa Indonesia merupakan bahasa yang kita gunakan setiap harinya untuk berkomunikasi ? Mungkin pertanyaan seperti itu pernah terlintas dalam benak anda.

Sebenarnya, jawabannya sangatlah sederhana, karena banyak sekali hal yang bisa kita pelajari dalam bahasa Indonesia itu. Bahasa Indonesia tidak kelihatan sesimpel yang ditawarkan, melainkan merupakan pelajaran yang begitu kompleks.

Mungkin pelajaran ini bukan merupakan salah satu pelajaran favorit anda, namun sebenarnya bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang penting, karena pada dasarnya bahasa menunjukkan bangsa.

Salah satu hal yang kita pelajari di dalamnya adalah puisi. Kata puisi sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu poio yang berarti menciptakan. Secara umum, puisi sering diartikan sebagai seni tertulis yang menggunakan bahasa sebagai media untuk menambah nilai dan kualitas keindahannya.

Mungkin sebagian dari kita masih mengalami kesulitan dalam membedakan puisi dengan prosa. Pada dasarnya kedua hal tersebut adalah kedua hal yang berbeda. Untuk membedakannya, anda bisa melihatnya dari segi penekanan pada segi estetik, penggunaan bahasa yang berulang secara sengaja, meter dan rima yang digunakan.

Namun, sampai sekarang hal tersebut masih diperdebatkan. Para ahli modern menyebutkan bahwa puisi bukan merupakan literature, melainkan wujud dari imajinasi manusia yang merupakan sumber dari kreativitas.

Terlepas dari semua itu, puisi merupakan curahan hati dari penulisnya untuk pendengar atau pembacanya. Ada juga beberapa puisi yang hanya menggunakan satu kata yang terus menerus diulang.

Sebagai pembaca, mungkin anda kebingungan dalam memahami makna yang ingin disampaikan oleh penulis, namun si penulis selalu saja mempunyai alasan tertentu mengenai segala keanehan yang dibuatnya.

Puisi sendiri sering sekali disisipkan oleh majas yang bertujuan untuk menambah keindahan suatu puisi. Majas ini sendiri banyak sekali jenisnya, salah satunya adalah majas sarkasme yang merupakan sindiran kasar secara langsung.

Di beberapa daerah di Indonesia sendiri, puisi juga sering dilantunkan dalam bentuk pantun. Puisi sendiri dibagi menjadi dua jenis besar, yaitu puisi lama dan puisi baru. Untuk lebih jelas mengenai beda puisi lama dan puisi baru, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

  • Puisi lama

 

Mungkin kebanyakan dari anda masih mengalami kesulitan dalam menemukan beda puisi lama dan puisi baru. Pada dasarnya, puisi lama merupakan puisi yang masih terikat dengan berbagai aturan dalam penyusunannya.

Pada dasarnya, aturan yang ada dalam puisi lama adalah :

-          Jumlah kata dalam satu baris

-          Jumlah baris dalam satu bait

-          Persajakan atau rima yang digunakan

-          Banyaknya suku kata pada setiap baris

-          Irama yang digunakan

Oleh karena itu, sekarang ini bentuk puisi bari lebih diminati. Adapun beberapa ciri khas dari puisi lama, yaitu :

-          Merupakan puisi rakyat yang tidak dikenal nama pengarangnya

-          Disampaikan lewat mulut ke mulut, sehingga lebih dikenal sebagai sastra lisan

-          Sangat terikat oleh aturan seperti yang telah disebutkan di atas

Jenis-jenis dari puisi lama adalah :

-          Mantra atau ucapan yang dianggap mempunyai kekuatan gaib

-          Pantun

-          Karmina

-          Seloka

-          Gurindam

-          Syair

-          Talibun

  • Puisi baru

 

Puisi baru sendiri mempunyai bentuk yang lebih bebas dari puisi lama, baik dari segi jumlah baris, suku kata ataupun rima yang digunakan. Adapun ciri ciri dari puisi baru :

-          Bentuknya rapi dan simetris

-          Mempunyai persajakan akhir yang teratur

-          Banyak menggunakan pola sajak pantun

-          Sebagian besar terdiri dari 4 seuntai

-          Tiap baris merupakan sebuah gatra atau kesatuan sintaksis

-          Tiap gatra terdiri dari 2 kata

Inilah sekilas mengenai beda puisi lama dan puisi baru. Semoga bermanfaat


Posted by Tags: 0 Responses
     

Comments are closed.

May
26
2013
 
 
ujiansma.com Search form
DUKUNG GERAKAN LULUS UAN 100% Yang GAG DUKUNG berarti GAG PENGEN LULUS!!!



Recently Active Users
admin