Perkembangan Kerajaan Islam di Indonesia

1. Kerajaan Samudera Pasai ( abad ke-13 M )

                – Kerajaan Samudera Pasai berdiri pada abad ke 13 M di Kabupaten Lhoksemawe , Aceh Utara. Menurut dari berita Ibnu Battutah pada tahun 1345 , Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan dagang yang makmur.Kerajaan Samudera Pasai memiliki letak yang strategis yaitu di Selat Malaka. Banyak pedagang dari Jawa, China, dan India yang datang ke sana untuk melakukan hubungan dagang.

                – Pada saat pemerintahan Kerajaan Samudera Pasai, masyarakat sekitar umumnya bermata pencaharian sebagai pedagang karena letak yang strategis dari kerajaan tersebut. Pada masa ini , kehidupan masyarakat diatur menurut aturan dan hukum Islam. Dalam segi agama, Kerajaan Samudera Pasai menjadi pusat studi agama Islam. Kerajaan ini menyiarkan ajaran agama Islam sampai ke Minangkabau, Jambi, Malaka, Jawa, bahkan ke daerah Thailand.

2. Kerajaan Malaka ( abad ke-15 M )

                – Kerajaan Malaka berdiri pada abad ke-15 M di Malaka , Malaysia. Kerajaan ini didirikan oleh Parameswara. Kerajaan Malaka mencapai puncak kejayaannya pada abad ke 15 dengan menguasai jalur pelayaran dan perdagangan Selat Malaka dibawah kekuasaan Sultan Mansyur Syah.                – Pada masa kerajaan Malaka , masyarakat sekitar memungut pajak penjualan, bea cukai terhadap barang-barang yang masuk dan keluar. Hal tersebut mengakibatkan banyak uang yang masuk ke kas negara. Pada masa kerajaan ini, raja-raja dan para pejabat penting memungut upeti atau persembahan dari pedagang. Hal ini membuat para raja dan para pejabat penting menjadi kaya.

                – Kerajaan Malaka mulai mengalami kemunduran pada masa kekuasaan  Sultan Alaudin Syah yang dikarenakan daerah-daerah yang dulu ditaklukkan , satu persatu melepaskan diri dari Kerajaan Malaka.

3. Kerajaan Aceh ( abad ke-16 M )

                – Kerajaan Aceh berdiri pada abad ke-16 M di AcehIndonesia. Kerajaan Aceh terletak di utara pulau Sumatera dengan ibu kota Kutaraja (Banda Aceh). Pada masa ini, daerah Aceh yang subur banyak menghasilkan lada. Kekuasaan Kerajaan Aceh atas daerah-daerah pantai Timur dan Barat Sumatra menambah jumlah ekspor ladanya. Pada masa ini, masyarakat Aceh hidup bermasyarakat dengan perpaduan antara adat istiadat dan agama. Kaum wanita memiliki kedudukan yang sama dengan kaum laki-laki. Kehidupan agama mereka sangat dipengaruhi oleh agama Islam.

                – Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Kerajaan Aceh mencapai masa ke-emasannya. Namun pada tahun 1641 , Kerajaan Aceh mulai mengalami kemunduran yang disebabkan oleh beberapa faktor , yaitu :

  • Makin menguatnya kekuasaan Belanda di pulau Sumatera dan Selat Malaka
  • Jatuhnya wilayah Minangkabau , Siak , Tapanuli , Mandailing , Deli serta Bengkulu kedalam pangkuan penjajahan Belanda.
  • Adanya perebutan kekuasaan di antara pewaris tahta kesultanan
  • Tidak ada raja-raja besar yang mampu mengendalikan daerah Aceh yang luas, sepeninggal Iskandar Muda
  • Timbul pertikaian antara golongan bangsawan (teuku) dengan golongan ulama (teungku)

4. Kerajaan Demak ( abad ke-15 M )

                – Kerajaan Demak berdiri pada abad ke-15 M yang merupakan kerajaan Islam yang didirikan oleh Raden Patah. Pada masa ini , Kerajaan Demak merupakan pelabuhan transito (penghubung) yang penting seperti Jepara, Tuban, Sedayu, dan Gresik. Kerajaan Demak juga memiliki penghasilan yang besar dari hasil pertaniannya yang cukup besar. Hal ini menyebabkan perekonomian Kerajaan Demak berkembang dengan pesat. Pada masa ini, kehidupan masyarakat diatur oleh aturan-aturan dan hukum-hukum yang berlaku dalam ajaran agama Islam, tetapi tidak begitu saja meninggalkan tradisi yang lama, sehingga muncullah sistem kehidupan sosial masyarakat yang mendapat pengaruh Islam maupun tidak.

5. Kerajaan Banten ( abad ke-16 M )

                – Kerajaan Banten berdiri pada abad ke-16 M yang terletak di barat Pulau Jawa. Kerajaan ini pada awalnya merupakan dari Kerajaan Demak. Namun setelah Kerajaan Demak mengalami kemunduran , Kerajaan Banten mulai melepaskan diri dari Kerajaan Demak. Pada masa ini, kehidupan perekonomian masyarakat berpusat pada kegiatan perdagangan, pertanian, dan perkebunan. Kerajaan ini berkembang menjadi pusat perdagangan karena didukung oleh beberapa faktor , diantaranya :

  • Banten terletak di Teluk Banten dan pelabuhannya memiliki syarat sebagai pelabuhan yang baik
  • Kedudukan Banten yang sangat strategis di tepi Selat Sunda
  • Jatuhnya Kerajaan Malaka ke tangan Portugis (1511) sehingga para pedagang muslim berpindah jalur pelayarannya melalui Selat Sunda
  • Banten merupakan penghasil lada dan beras, komoditi yang laku dipasaran dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *