Perkembangan Teater Tradisional Daerah Jawa Barat | ujiansma.com

Kamu Berada di:
Home » Pembelajaran » Perkembangan Teater Tradisional Daerah Jawa Barat

Perkembangan Teater Tradisional Daerah Jawa Barat

 

Teater atau kesenian yang sering kali diidentikkan dengan pengertian drama ini merupakan salah satu bentuk kesenian yang cukup populer dan diminati oleh banyak orang. Pementasan drama atau teater ini biasanya dilakukan pada saat-saat tertentu.

Bahkan, pada saat kita msaih duduk di bangku SD hingga SMA kita pasti pernah diajarkan atau bahkan disuruh membuat suatu drama untuk dipentaskan sebagai bentuk penilaian ataupun untuk dihadirkan pada acara tertentu.

Drama atau teater yang kita buat pada saat masih duduk di bangku sekolah sebenarnya tidak berbeda jauh dengan drama yang dipentaskan di panggung atau pagelaran. Hanya saja drama yang telah dipentaskan di atas panggung luas sudah melewati berbagai proses.

Atau dengan kata lain bisa dikatakan sudah dipoles hingga segala sesuatunya menjadi professional dan mahir. Namun, bukan berarti seorang professional sudah terlahir sebagai seorang pro.

Pastinya ia harus melewati berbagai latihan dan pengalaman, sehingga bisa menjadikannya sebagai pemeran yang baik. Terlepas dari semua itu, kesenian teater di Indonesia sendiri, khususnya di Pulau Jawa telah banyak mengalami perkembangan.

Perkembangan teater tradisional daerah Jawa barat sudha menarik perhatian banyak orang, termasuk dalam negri hingga ke luar negri. Untuk lebih jelas mengenai perkembangan teater tradisional daerah Jawa barat, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

  • Teater longser

 

Longser merupakan salah satu jenis teater rakyat tatar Sunda yang hidup di daerah Priangan, Jawa Barat. Sebagai teater rakyat, biasanya longser ini dipentaskan di tengah-tengah penonton. Dimana saja terdapat penonton, baik di alun-alun, terminal, stasiun, atau bahkan pinggir jalan.

Jika kita menelusuri sejarah perkembangan longser ini, tidak akan terlepas dari nama Bang Tilil yang dikenal sebagai tokoh longser. Dalam kurun waktu 1920 hingga 1960 beliau terus mengembangkan longser, hingga mencapai puncak kejayaannya.

Biasanya, pergelaran longser juga akan lilengkapi oleh nagaya (penabuh music), pemain, bodor atau pelawak dan ronggeng (penari yang merangkap penyanyi). Dalam perkembangannya, longser dikemas menjadi bentuk modern.

Bentuk modern tersebut menggunakan naskah dan tidak menggunakan setting oncor atau menggunakan pengiring karawitan, namun lebih kepada perkembangan konsep yang diambil dari garapan baru.

Sampai saat ini, kesenian longser masih dilestarikan oleh beberapa kelompok di Jawa Barat. Longser dipadukan dengan kondisi era pada tahun ini. Selain untuk melestarikan seni budaya teater di Jawa Barat, kesenian ini juga sekaligus diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta untuk generasi pada saat ini, agar arus modernisasi yang begitu deras tidak membuat kepribadian bangsa Indonesia menjadi luntur.

  • Topeng Cirebon

 

Salah satu perkembangan teater tradisional daerah Jawa barat adalah teater daerah, yaitu Topeng Cirebon. Bentuk teater yang satu ini telah menyebar secara luas hingga ke seluruh daerah di Jawa Barat dan selanjutnya beradaptasi di budaya setempat.

Pada dasarnya, ada dua bentuk dasar pertunjukkan topeng, yaitu kleine maskerspel dan genie topengspel. Kleine maskerpel merupakan pertunjukkan tari lepas yang tidak terikat oleh lakon ataupun cerita.

Ada juga gore lopengspel yang merupakan pertunjukkan yang menampilkan penari yang memerankan tokoh-tokoh di dalam sebuah lakon atau cerita dengan menggunakan sebuah topeng dan dialognya disampaikan oleh seorang dalang.

Lakon atau cerita yang dibawakan biasanya berupa cerita panji atau cerita wayang. Sedangkan pementasannya biasanya dilakukan di tempat terbuka yang berbentuk setengah lingkaran yang menggunakan halaman rumah, balandongan atau bale.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman, pertunjukkan topeng Cirebon sekarang ini telah banyak dilakukan di gedung pertunjukkan. Demikian juga dengan tata cahaya yang pada awal pementasan menggunakan obor telah diganti dengan menggunakan listrik.

Struktur pertunjukkan pada topeng Cirebon sangat bergantung pada jenis penyajian topeng dan jenis lakon yang akan dibawakan. Misalnya topeng kecil atau topeng besar. Kedua jenis topeng ini bisa digunakan untuk membawakan cerita panji dan wayang.

Namun hal tersebut sangat tergantung pada kemampuan rombongan dan fasilitas yang tersedia, misalnya gedung tatalu, tarian atau bahkan lawakan yang dibawakan.

Inilah sekilas mengenai perkembangan teater tradisional daerah Jawa barat. Semoga bermanfaat


Posted by 0 Responses
     

Leave a Reply to this Post

Feb
18
2013
 
 
ujiansma.com Search form
DUKUNG GERAKAN LULUS UAN 100% Yang GAG DUKUNG berarti GAG PENGEN LULUS!!!



Recently Active Users
admin