Perkembangan Teori Sel | ujiansma.com

Kamu Berada di:
Home » Pembelajaran » Perkembangan Teori Sel

Perkembangan Teori Sel

 

Sel atau satuan terkecil dari makhluk hidup merupakan bagian atau komponen yang menyusun tubuh kita. Namun, sebenarnya sel ini tidak hanya terdapat di dalam manusia saja, melainkan semua makhluk hidup lain yang ada di muka bumi ini.

Pada organisme multiseluler, setiap sel pada umumnya mempunyai kehidupan sendiri disamping menjadi gabungan dalam organisme multiseluler. Pada dasarnya, penemuan mengenai sel ini tidak terlepas dari penemuan mikroskop dan perkembangannya.

Hal ini karena mikroskop sangat membantu dalam perkembangan mengenai ilmu tentang sel. Pada umumnya, perkembangan teori sel juga tidak terlepas dari ahli kimia. Pada tahun 1645, seorang ilmuwan dari Belanda yang bernama Antony van Leeuwenhoek menciptakan mikroskop untuk pertama kalinya dengan kekuatan lensa yang memiliki perbesaran lebih dari 30 x.

Ia juga merupakan orang pertama yang dengan gamblang mampu menerangkan berbagai macam bakteri, misalnya berbentuk batang, bulat atau spiral. Selain itu, ia juga mendeskripsikan bahwa sel darah pada berbagai macam hewan berbentuk seperti oval dan memiliki pusat.

Berbagai penemuannya kemudian diperjelas lagi oleh seorang ilmuwan asal Belanda yang bernama Robert Hooke. Ia melihat bahwa sebuah irisan gabus kering di bawah mikroskopnya dan menyatakan bahwa bentuknya seperti sarang lebah dan kamar-kamar kecil.

Setelah itu, ia menyebutnya sebagai sel atau sebuah ruangan yang kosong, dan inilah pertama kalinya dikenalkan istilah sel dalam dunia biologi, meskipun pada akhirnya sel bukanlah sebuah ruangan yang kosong.

Ilmu yang secara khusus mempelajari tentang sel disebut sebagai sitologi. Untuk lebih jelas mengenai perkembangan teori sel, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

  • Sejarah penemuan sel

 

Sebagai unit terkecil dari makhluk hidup, pada mulanya sel ini ditemukan oleh seorang ahli Yunani yang bernama Aristoteles. Namun, pada saat itu ia belum bisa mengidentifikasi seperti apa bentuk sel itu.

Setelah ditemukannya mikroskop barulah ilmu mengenai sel ini berkembang. Penemuan mikroskop diawali oleh Ecluid (590 SM) yang menemukan adanya sifat reflektif pada permukaan cembung.

Penemuan Ecluid ini dibuktikan oleh Ptolomeus yang mencoba melakukan perbesaran benda pada permukaan yang cembung. Setelah itu, desain mikroskop dimulai oleh Jans  dan Z. Jansen  (1590) dengan memadukan dua lensa konveks  pada suatu tabung sebagai alat pembesar.

Setelah itu, mikroskop dikembangkan oleh Leeuwenhoek  yang berhasil menyusun model mikroskop dengan focus pendek dan berhasil menemukan beberapa makhluk hidup, misalnya protozoa, bakterizoa dan lainnya.

Pada tahun 1665, Robert Hooke menciptakan mikroskop buatannya sendiri dan specimen pertama yang diamatinya adalah gabus. Di dalam gabus tersebut terlihat kotak-kotak kecil yang ia beri nama sebagai sel.

Kemudian Leeuwenhoek melakukan sampel air untuk pengamatannya dan untuk pertama kalinyalah manusia menyadari bahwa ada kehidupan yang sebelumnya tidak bisa dilihat dengan mata kasar di sekitar kita.

  • Perkembangan dan konsep teori sel

 

Perkembangan teori sel kemudian menghasilkan suatu cabang ilmu khusus yang bernama sitologi. Adapaun uraian mengenai perkembangan teori sel, yaitu :

-          Pada tahun 1665 Robert Hooke menciptakan mikroskop dan mengamati gabus

-          Lewat 1660 Leeuwenhoek mengamai air dan menemukan makhluk hidup bersel tunggal

-          1802 hingga 1808 Mierbel menemukan bahwa tanaman tersusun dari jaringan membran sel

-          Tahun 1820 Robert Brown merancang lensa yang lebih focus

-          Tahun 1829 Hertwig mengajukan teori protoplasma dan menyatakan bahwa sel merupakan kumpulan substansi

-          Tahun 1830 Theodore Schwann mengamati sel rawan dan menyatakan bahwa sel hewan mirip dengan tumbuhan

-          Tahun 1831 Robert Brown mengemukakan bahwa inti sel merupakan komponen dasar dan tetap dari sel

-          Tahun 1838 Mathias Jacob menyatakan bahwa ada kaitan yang erat antara nucleus dan perkembangan sel

-          Tahun 1839 Schleiden dan Schwann mengemukakan teori sel

-          Tahun 1840 J.E Purkinje memberi nama protoplasma untuk substansi dan sel

-          Tahun 1858 R. Virchow menyatakan bahwa semua sel berasal dari sel itu sendiri

-          Tahun 1890 Waldeyer menemukan kromosom

Inilah uraian singkat mengenai perkembangan teori sel. Semoga bermanfaat


Posted by 0 Responses
     

Leave a Reply to this Post

Mar
4
2013
 
 
ujiansma.com Search form
DUKUNG GERAKAN LULUS UAN 100% Yang GAG DUKUNG berarti GAG PENGEN LULUS!!!



Recently Active Users
admin