Proses Replikasi Virus | ujiansma.com

Kamu Berada di:
Home » Pembelajaran » Proses Replikasi Virus

Proses Replikasi Virus

 

Virus merupakan musuh dari semua makhluk hidup. Memang harus kita akui bahwa kata virus banyak mengandung konotasi negatif, mengingat peranan buruk virus di dalam kehidupan kita begitu banyak.

Namun, sebenarnya virus tidak hanya menyerang manusia saja, melainkan makhluk hidup lain, seperti tumbuhan dan hewan. Virus pada dasarnya merupakan makhluk mikroskopis, yang artinya tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, hanya bisa dilihat dengan menggunakan mikroskop.

Hal ini karena bentuk virus yang sangat kecil. Akan tetapi, sebenarnya virus bukanlah makhluk yang dapat berkembang biak atau hidup secara sendiri. Cara berkembang biak atau proses replikasi virus memang agak berbeda dari makhluk hidup lainnya.

Virus sendiri tidak mampu memperbanyak dirinya atau berkembang biak di luar sel hidup, jadi bisa dikatakan bahwa virus merupakan makhluk hidup yang tidak dapat hidup mandiri. Di luar sel yang hidup atau inangnya, virus merupakan benda mati.

Virus selalu memanfaatkan sel-sel hidup sebagai inangnya. Ketika suatu virus menginvansi sel yang hidup, maka virus akan melakukan proses replikasi virus dan bertumbuh di dalam sel tersebut. Oleh karena itulah virus disebut sebagai makhluk parasit.

Untuk dapat melakukan proses replikasi asam nukleat dan selubung protein, virus sebenarnya sangat bergantung pada sel-sel inangnya. Replikasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada sel inang, maka setelah itu virus akan keluar dari sel inangnya.

Ketika virus berada di luar sel inangnya, virus disebut sebagai partikel virus yang disebut sebagai virion. Untuk melakukan proses replikasi virus, ada beberapa tahapan yang harus dilalui oleh virus.

  1. 1.      Siklus litik

 

Di dalam siklus ini, ada beberapa tahapan yang harus dilalui, yaitu :

  • Fase adsorbs

 

Merupakan fase yang ditandai dengan melekatnya ekor virus pada dinding sel bakteri. Pada umumnya, virus hanya menempel pada tempat khusus, yaitu permukaan dinding sel bakteri yang memiliki protein khusus.

Menempelnya virus tersebut sangat unik, seperti kunci dan gembok. Setelah menempel, virus akan mengeluarkan enzim lisozim untuk membentuk lubang pada dinding bakteri dan sel inangnya.

  • Fase injeksi

 

Setelah terbentuk lubang, kapsid virus kemudian akan berkontraksi untuk memompa asam nukleatnya masuk ke dalam sel. Jadi, kapsid virus tetap berada di luar bakteri, jika telah kosong maka kapsid akan lepas.

  • Fase sintesis

 

Dalam fase ini, DNA dalam virus akan mengambil ahli kehidupan dari sel inang yang ditempatinya. Dengan kata lain, bakteri yang ditempati oleh virus akan dijadikan sebagai kapsid virus atau berada dalam kendali DNA virus.

  • Fase perakitan

 

Kapsid yang telah disintesis akan terpisah antara bagian ekor, kepala dan serabut ekornya. Bagian tersebut kemudian akan dirakit kembali menjadi kapsid virus yang utuh.

  • Fase litik

 

Ketika perakitan selesai, maka virus akan menghancurkan dinding bakteri lagi untuk memproduksi sel-sel virus baru dan menempati inang baru.

  1. 2.      Siklus lisogenik

 

Cara lainnya adalah dengan menggunakan siklus lisogenik yang terdiri dari tahapan berikut ini :

  • Fase adsorbs

 

Sama halnya seperti yang terjadi pada siklus litik.

  • Fase injeksi

 

Sala halnya seperti yang terjadi pada siklus litik

  • Fase penggabungan

 

Ketika memasuki fase injeksi, DNA virus akan masuk ke dalam tubuh bakteri. Selanjutnya DNA tersebut akan melakukan penggabungan dan membentuk DNA sikuler baru yang telah disisipi oleh DNA virus. Atau dengan kata lain di dalam DNA bakteri telah terkandung DNA virus.

  • Fase pembelahan

 

Akan terjadi ketika bakteri melakukan pembelahan, maka DNA virus juga akan mengkopi dirinya dengan proses replikasi. Jadi, akan terbentuk bakteri baru, namun dengan sel virus yang identik di dalamnya.

  • Fase sintesis

 

DNA virus akan melakukan sintesis untuk mensintesis protein yang digunakan sebagai kapsid bagi virus baru.

  • Fase perakitan

 

Kapsid tersebut kemudian akan dirakit menjadi kapsid yang utuh dan berfungsi sebagai selubung virus. Kemudian DNA hasil replikasi akan masuk ke dalamnya untuk membentuk virus baru.

  • Fase litik

 

Setelah terbentuk virus baru, barulah terjadi lisis sel yang sama seperti fase litik dalam siklus litik.


Posted by 0 Responses
     

Leave a Reply to this Post

Feb
25
2013
 
 
ujiansma.com Search form
DUKUNG GERAKAN LULUS UAN 100% Yang GAG DUKUNG berarti GAG PENGEN LULUS!!!



Recently Active Users
admin