PROSPEK SMA DIMATA DUNIA KERJA

Dunia kerja adalah sebuah dunia dimana banyak orang mempertaruhkan waktu dan tenaganya untuk mengumpulkan pundi-pundi uang. Dunia kerja merupakan perwujudan masyarakat yang sesungguhnya yang terjadi secara riil didunia nyata. Dalam dunia kerja sosialisasi sangatlah diperlukan. Sebab, dalam dunia kerja dihadapkan pada jenis-jenis manusia yang berbeda-beda. Tidak semua manusia memilki sifat dan sikap yang sama antara satu sama lain. Toleransi juga sangat diperlukan dalam dunia kerja. Sikap menghargai satu sama lain juga sangatlah diperlukan dalam dunia kerja.

Di Indonesia, dunia kerja masih didominasi oleh anak-anak dibawah usia produktif. Hal ini terjadi karena kurangnya tingkat kesadaran usia terhadap dunia kerja. Banyaknya tenaga kerja dibawah umur mencerminkan tingkat upah minimum yang sangat rendah. Para usahawan ini berpendapat jika mempekerjakan anak dibawah usia produktif dapat mengurangi biaya produksi yang dikeluarkan untuk menggaji karyawan. Dalam hal ini pendidikan juga cukup mempengaruhi tingkat upah minimum yang diterima oleh para pekerja. Tingkat pendidikan yang rendah dan usia yang  belum muncukupi menjadikan anak dibawah umur sebagai pekerja adalah pilihan yang sangat tepat. Padahal dilihat dari segi psikologi, anak-anak dibawah umur ini tidak layak untuk melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh orang-orang dewasa. Keadaan ekonomi yag semakin sulit inilah yang mendorong anak-anak dibawah umur ini melakukan pekerjaan berat yang biasa dilakuka oleh orang dewasa.

Kuli panggul di pasar adalah salah satu pekerjaan yang kebanyakan dilakukan oleh anak-anak dibawah umur. Keadaan ekonomi Indonesia yang kurang baik inilah yang menjadikan anak-anak yang kurang beruntung ini harus mengangkat beban berat setiap harinya untuk membeli makanan. Bandingkan dengan anak-anak yang beruntung yang dapat bersekolah. Mereka tidak perlu memikirkan apakah esok mereka bisa makan atau tidak. Sedangkan anak-anak yang ada di pasar ini, untuk makan saja sulit.

Pendidikanlah yang dapat menolong anak-anak kurang beruntung ini dalam jeratan kemiskinan. Pendidikan dapat menjadikan mereka sedikit lebih dihargai oleh orang. Biaya pendidikan yang mahal adalah salah satu faktor terberat yang harus mereka hadapi. Biaya pendidikan yang terus melambung seiring dengan berkembangnya zaman menyebabkan semakin banyaknya anak-anak Indonesia yang tidak dapat bersekolah seperti pada umumnya.

Sebagian masyarakat Indonesia masih beranggapan jika pendidikan formal hanya suatu ajang dalam mencari selembar kertas yang disebut ijazah.Anggapan ini ada benarnya, mengapa? Sebab beberapa perusahaan hanya menilai seseorang dari ijazahnya saja, sedangkan skill yang dimilki sangatlah kurang bahkan tidak ada. Hal inilah yang menyebabkan bobroknya sistem kerja di Indonesia. Ijazah memang penting namun ilmu yang didapatkan lebih penting.

Sekolah Menengah Atas adalah pendidikan dasar tertinggi yang ada di Indonesia sebelum melanjutkan ke pendidikan lanjutan. Sebagai siswa SMA tidak semuanya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Banyak diantara mereka yang hanya mampu hingga tingkat SMA. Di Indonesia lulusan SMA tidak begitu dihargai dalam dunia kerja. Kebanyakan lulusan SMA dipekerjakan pada pekerjaan berat. Pendidikan dijadikan sebagai salah satu faktor dalam mementukan pekerjaan seseorang dan upah yang diterima.

Kebanyakan perusahaan menilai jika lulusan SMA tidak mampu melakukan pekerjaan yang berbau praktek, di SMA hanya mengandalkan teori. Berbeda dengan siswa SMK. Mereka lebih memiliki skill yang mumpuni dalam hal pekerjaan. Perbedaan inilah yang menyebabkan adanya kesenjangan sosial antara SMK dan SMA. Siswa SMA memang tidak difokuskan pada dunia kerja, berbeda denga siswa SMK yang memang fokus pada dunia kerja. Sehingga kebanyakan lulusan SMK langsung bekerja pada bidang masing-masing. Sedangkan siswa SMA diharakan dapat melanjutkan pendidikan di tingkat yang lebih tinggi yaitu pada perguruan tinggi.

Ilmu yang dimiliki dan pengalaman yang berbeda inilah yang menyebabkan perbedaan jabatan ketika siswa SMA dan SMK harus bersaing di dunia kerja. Dunia kerja memang dunia yang mau tidak mau harus dihadapi oleh semua orang. Pekerajaan merupakan tujuan yang akan dicapai. Kepentingan finansial menjadikan dunia kerja sangatlah penting dalam kehidupan. Setiap manusia pasti membutuhkan finansial, sehingga pekerjaan juga dijadikan kebutuhan tersendiri.

Sebagai siswa SMA yang kurang memiliki skill dalam dunia kerja menjadikan dunia kerja terlihat keras dan kasar. Padahal dilihat dari sisi yang lain, dunia kerja bukanlah dunia yang keras dan kejam seperti apa yang terpikirkan oleh lulusan SMA. Kurangnya pengalaman di dunia kerja menjadikan anak SMA kurang yakin pada dirinya jika harus bersaing dengan lulusan SMK. Secara pengalaman anak SMK memang lebih mumpuni dibandingkan anak SMA, sebab lulusan SMK dibekali dengan adanya magang.

Meskipun anak SMA kurang begitu mumpuni dalam dunia kerja namun keadaan ekonomi tekadang dijadikan alasan mereka masuk dalam dunia kerja. Tidak semua anak SMA mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dengan adanya kursus-kursus yang mungkin dibentuk untuk mengasah skill lulusan SMA inilah yang dapat menyetarakan anak SMA dengan anak SMK. Pemerintah juga perlu turut andil dalam hal ini. Dengan adanya kursus ini sedikitnya lulusan SMA ini dapat dihargai dalam dunia kerja.

Dilihat dari pekerjaan yang dapat diambil oleh para lulusan SMA adalah jenis pekerjaan yang lebih mengutamakan kemampuan otak dibandingkan dengan kekuatan fisik. Contohnya adalah sebagai seorang marketer. Seorang marketer bekerja dengan menggunakan kemamuan otak untuk dapat menarik pelanggan sebanyak mungkin. Pekerjaan ini sesuai dengan anak SMA sebab tidak begitu banyak menguras tenaga. Prospek untuk kedepannya juga cukup baik. Selain itu, lulusan SMA juga dapat membuka wirausaha sendiri. Dengan adanya modal yang cukup untuk mendirikan usaha para lulusan SMA ini dapat masuk dalam dunia kerja. Bahkan mereka dapat menciptakan pekerjaan sehingga dapat mengurangi pengangguran.

Berbeda dengan lulusan SMK, kebanyakan lulusan SMK bekerja dengan menggunakan kekuatan fisik. Sebagai contoh, siswa SMK yang mengambil jurusan teknik mesin dapat bekerja pada bengkel. Atau bahkan mendirikan bengkel sendiri. Secara teori lulusan SMK memang tidak begitu mumpuni, namun secara praktek mereka diatas lulusan SMA.

Prospek SMA di mata dunia kerja memang belum terlalu bagus. Sebab, para lulusan SMA tidak dipersiapkan untuk terjun ke dunia kerja. Mereka lebih dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Meskipun para lulusan SMA ini kurang memiliki prospek yang bagus di mata dunia kerja, namun tidak menutup kemungkinan para lulusan SMA ini dapat terjun ke dunia kerja. Beberapa perusahaan mungkin dapat menerima lulusan SMA, dan kemungkinan pekerjaan yang didapat adalah pekerjaan kasar.

Berbeda dengan prospek SMK di mata dunia kerja. Para lulusan SMK memang sudah dipersiapkan secara matang untuk masuk dalam dunia kerja. Lapangan pekerjaan yang dapat mereka masuki cukup banyak. Kegiatan magang yang diadakan oleh sekolah-sekolah kejuruan memberikan bekal yang baik bagi para lulusan SMK. Perusaahan tempat para lulusan ini magang dapat dijadikan tujuan pekerjaan setelah lulus nantinya. Lulusan SMK juga sudah dapat mengantongi surat izin bekerja yang diberikan oleh pemerintah.

Namun untuk upah yang didapat mungkin belum terlalu tinggi. Pendidikan menjadi alasan perbedaan upah yang diterima. Selain itu, pengalaman kerja juga cukup mempengaruhi upah yang diterima. Hal inilah yang dijadikan alasana mengapa lulusa SMA belum layak terjun dalam dunia kerja. Mereka perlu adanya pendidikan lanjutan yang mengasah skill mereka. Selain itu, di bangku kuliah nantinya para lulusan SMA ini akan ‘digodhog’ sedemikian rupa agar memiliki kemampuan-kemampuan khusus yang belum diajarkan pada tingkat SMA. Adanya pengajaran kemampuan khusus ini agar para lulusan SMA ini siap menghadapi dunia kerja yang terus berkembang. Harapan lain adalah dengan adanya pendidikan lanjutan ini diharapkan para lulusan SMA ini dapat mengembangkan dunia kerja di Indonesia edepannya nanti. Pemerintah juga menganjurkan agar para lulusan SMA ini nantinya akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *