Reaksi Eksoterm dan Endoterm | ujiansma.com

Kamu Berada di:
Home » Pembelajaran » Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Reaksi Eksoterm dan Endoterm

 

reaksi-eksoterm-dan-reaksi-endoterm

Mungkin reaksi eksoterm dan endoterm masih cukup asing bagi sebagian dari kita, karena hal tersebut bukanlah hal yang sering terjadi dalam kehidupan sehari hari. Akan tetapi, sebenarnya dalam bidang ilmu seperti kimia, reaksi eksoterm dan endoterm merupakan hal yang cukup umum terjadi dan diketahui secara umum.

Secara umum, reaksi eksoterm diartikan sebagai reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem, dimana kalor diserap oleh sistem dari lingkungannya. Hal ini ditandai dengan adanya penurunan suhu lingkungan di sekitar sistem.

Dalam persamaan kimia, biasanya reaksi eksoterm ini dinyatakan sebagai reaktan yang kemudian menghasilkan produk ditambah dengan energi. Reaksi eksoterm ini merupakan kebalikan dari reaksi endoterm.

Sementara reaksi endoterm dalam termodinamika, kata endotermik biasanya digunakan untuk menjelaskan suatu proses atau reaksi dimana sistem akan menyerap energi dari sekitarnya dalam bentuk panas.

Kata endo sendiri berasal dari bahasa Yunani, yang berarti dalam dan bagian akhir kata yang berasal dari kata therm yang berarti panas. Oleh karena itu, endotermik bisa juga disebut sebagai suatu reaksi yang bergantung pada panas untuk melanjutkan prosesnya.

Istilah endotermik ini sendiri diciptakan oleh Marcellin Berthelot pada tanggal 25 oktober 1827 sampai 18 maret 1907. Konsep ini sering sekali diterapkan dalam bidang ilmu fisika, misalnya pada reaksi kimia dimana energi atau panas akan diubah menjadi energi ikatan kimia.

Dari uraian tersebut, tentunya anda telah mendapat gambaran seperti apa itu reaksi eksoterm dan endoterm. Untuk lebih jelas lagi, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

  • Reaksi eksoterm

Sebuah reaksi eksotermis adalah reaksi kimia atau fisik yang dilakukan oleh pelepasan panas. Hal ini akan memberikan energi untuk keluar di sekitarnya. Energi yang dibutuhkan untuk reaksi terjadi kurang dari total energi yang dilepaskan.

Bila menggunakan kalorimeter, perubahan panas kalorimeter adalah sama dengan kebalikan dari perubahan panas dari sistem. Ini berarti bahwa ketika media di mana reaksi berlangsung menggunakan sifar dasar dari panas dan reaksi tersebut disebut sebagai reaksi eksotermik.

Jumlah absolut dari energi dalam sistem kimia sangat sulit untuk diukur atau dihitung. Perubahan entalpi atau ?H, dari reaksi kimia jauh lebih mudah untuk diukur dan dihitung. Sebuah kalorimeter bom ini sangat cocok untuk mengukur perubahan energi dan ?H, dari reaksi pembakaran. Nilai ?H diukur dan dihitung terkait dengan energi ikatan berdasarkan :

?H = energi yang digunakan dalam ikatan melanggar reaksi – energi yang dilepaskan dalam ikatan membuat produk. Adapun beberapa contoh pemanfaatan reaksi eksotermik dalam kehidupan sehari hari, yaitu :

-         Reaksi pembakaran bahan bakar

-         Reaksi netralisasi seperti reaksi langsung dari asam dan basa

-         Pembakaran zat

-         Reaksi yang terjadi dalam pemanasan sendiri yang didasarkan pada kapur dan aluminium

-         Terjadi pada kebanyakan reaksi polimerisasi

-         Pembakaran gas alam

-         Dekomposisi materi sayuran menjadi kompos

  • Reaksi endotermik

 

Reaksi endotermik dalam termodinamika, kata endotermik biasanya digunakan untuk menjelaskan suatu proses atau reaksi dimana sistem akan menyerap energi dari sekitarnya dalam bentuk panas.

Kata endo sendiri berasal dari bahasa Yunani, yang berarti dalam dan bagian akhir kata yang berasal dari kata therm yang berarti panas. Oleh karena itu, endotermik bisa juga disebut sebagai suatu reaksi yang bergantung pada panas untuk melanjutkan prosesnya.

Pada umumnya, reaksi ini membutuhkan panas dan dalam reaksi ini, panas ditempatkan pada sisi reaktan (dimana panas dibutuhkan untuk diserap selama proses belangsungnya reaksi). Panas akan diserap selama reaksi kimia berlangsung dan akan terjadi penurunan suhu di sekitarnya.

Biasanya, prinsip ini diterapkan dalam kompres es atau ice pack yang biasanya digunakan untuk pertolongan pertama. Adapun beberapa persitiwa lain yang memerlukan reaksi ini, yaitu fotosintesis, pencairan es, penguapan pada alcohol, reaksi dekomposisi termal, pembentukan kation dari atom dalam fase gas, pelarutan ammonium klorida di dalam air dan energi neutron yang menghasilkan lithium dan tritium.

Inilah sekilas mengenai reaksi eksotermik dan endotermik. Semoga bermanfaat

 


Posted by 0 Responses
     

Comments are closed.

Jul
1
2013
 
 
ujiansma.com Search form
DUKUNG GERAKAN LULUS UAN 100% Yang GAG DUKUNG berarti GAG PENGEN LULUS!!!



Recently Active Users
admin