Review Jurusan – Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran UI | ujiansma.com

Kamu Berada di:
Home » Jurusan » Review Jurusan – Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran UI

Review Jurusan – Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran UI

 

FKUI, siapa yang tidak mengenalnya. Merupakan fakultas kedokteran paling tua di Indonesia, apalagi sekarang berada di bawah naungan salah satu PTN terfavorit. Mengenyam pendidikan di sini adalah impian setiap siswa yang ingin menjadi dokter. Biaya pendidikan yang relative  murah untuk program pendidikan sekelas kedokteran,  serta track record yang terbukti telah mencetak dokter-dokter yang berkualitas, menjadi alas an kenapa FKUI patut diperjuangkan. Tapi sebelum teman-teman berjuang agar bisa masuk FKUI, apa teman-teman sudah benar-benar mengenal tentang jurusan ini?

FKUI merancang kurikulum kuliahnya agar para lulusannya dapat memiliki kualitas 7 stars doctor, yaitu: care provider, decision maker, communicator, community leader, manager, researcher, Iman danTaqwa. Kuliahnya sendiri dibagi menjadi 3 tahap. Apa saja ketiga tahapan itu? General education, medical science, dan clinical practice. Mari kita bahas satu persatu tahapan-tahapan ini.

  • Tahapan general education, mahasiswa akan diperkenalkan dasar-dasar di dunia medis, seperti pengantar riset; pertolongan pertama kegawatdaruratan; keterampilan berpikir kreatif, kritis dan analitis; serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Tahap ini biasanya ditempuh di semester 1.
  • Tahapan medical science, ditempuh mahasiswa dari semester 2-6. Di tahapan ini mahasiswa diharapkan sudah bisa menjelaskan berbagai masalah klinik berdasar ilmu biomedik, serta mampu menanggulanginya. Tahapan ini terbagi menjadi 2 modul, yaitu modul ilmu kedokteran terintegrasi (mis: sel dan genetika, kardiovaskuler, hematologi dan onkologi, dll), dan modul keterampilan klinik dasar.
  • Tahapan adalah clinical practice, atau yang selama ini yang sering kita kenal dengan magangnya anak kedokteran, atau co-ass. Co-ass biasanya dilakukanselama 3 semester. Selama co-ass ini mahasiswa akan menjalani di stase (bagian-bagian) rumahsakit yang berbeda, missal stase bedah, stase THT, stase IPD, dll.

Selesai menjalani 3 tahap ini, kita belum diperbolehkan untuk praktek, kita harus mengikuti Uji Kompetensi terlebih dahulu yang diselenggarakan oleh IDI untuk mendapat sertifikat kompetensi dokter. Sudah mendapat sertifikat kompetensi dokter masih ada lagi internship selama 1 tahun, setelah itu kita bisamengajukan Surat Ijin Praktik secara mandiri, baru deh resmi bisa praktik.

Kalo ditotal, waktu yang kita butuhkan untuk akhirnya menjadi doktercukup lama ya. Ga mengherankan, karena tanggung jawab yang diemban besar. Karena itu, bagi kamu yang mau mengambi ljurusan ini, diniatkan ilmunya untuk menolong sesama. Semoga berhasil :D


Posted by 0 Responses
     

Leave a Reply to this Post

Jan
28
2013
 
 
ujiansma.com Search form
DUKUNG GERAKAN LULUS UAN 100% Yang GAG DUKUNG berarti GAG PENGEN LULUS!!!



Recently Active Users
admin