Sifat Kemagnetan Suatu Bahan Tergantung Kekuatan Magnetik Bahan Tersebut | ujiansma.com

Kamu Berada di:
Home » Pembelajaran » Sifat Kemagnetan Suatu Bahan Tergantung Kekuatan Magnetik Bahan Tersebut

Sifat Kemagnetan Suatu Bahan Tergantung Kekuatan Magnetik Bahan Tersebut

 

 

Kita semua pasti sudah mengenal apa itu magnet. Ketika sebuah objek atau benda diletakkan pada medan magnet, maka kekuatan magnetic dari bahan tersebut akan berpengaruh. Efek ini kita kenal sebagai sifat kemagnetan suatu bahan.

Dalam mempelajari mengenai sifat kemagnetan suatu bahan ini, kita juga akan mengenal sebuah istilah yang bernama Hukum Faraday Induksi Magnetik, dimana secara khusus membahas tentang kekuatan magnetic dari sebuah elektron.

Reaksi ini sebenarnya sangat bergantung pada sejumlah faktor, misalnya struktur atom dan molekul material atau medan magnet bersih yang terkait dengan atom. Sebelum kita mengenal sifat kemagnetan suatu bahan, tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu magnet.

Secara umum, magnet kita kenal sebagai sebuah objek yang mempunyai medan magnet. Kata magnet sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu magnitis lithos yang berarti batu Magnesian. Magnesian merupakan sebuah wilayah di Yunani kuno yang sekarang bernama Manisa, dimana terkandung batu magnet yang telah ditemukan sejak dulu di wilayah tersebut.

Pada saat itu, suatu magnet adalah materi yang mempunyai medan magnet. Materi itu sendiri bisa dalam wujud magnet tetap atau magnet tidak tetap, namun magnet yang beredar sekarang ini kebanyakan merupakan magnet buatan.

Secara umum, magnet selalu mempunyai dua kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Meskipun kita memotong magnet hingga kecil, maka potongan tersebut tetap akan memiliki dua kutub, yaitu kutub utara dan selatan.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa magnet bisa menarik benda lain dan bahkan ada beberapa benda lain yang tertarik lebih kuat dari benda lain, yaitu logam. Namun, perlu anda ingat bahwa tidak semua materi bisa tertarik dengan kuat oleh magnet.

Besi atau baja merupakan contoh sederhana dari materi yang mempunyai daya tarik yang tinggi oleh magnet. Sedangkan oksigen cair atau karet merupakan materi yang memiliki daya tarik yang rendah terhadap magnet.

Satuan SI yang digunakan untuk intensitas magnet adalah tesla. Untuk lebih jelas mengenai sifat kemagnetan suatu bahan, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

  • Diamagnetic

 

Diamagnetisme merupakan sifat suatu benda untuk menciptakan suatu medan magnet ketika dikenai oleh medan magnet. Sifat ini bisa menyebabkan efek tolak menolak dan merupakan salah satu bentuk magnet yang cukup lemah, dengan pengecualian superkonduktor yang memiliki kekuatan magnet yang kuat.

Pada umumnya, semua material menunjukkan sifat diamagnetic ketika berada dalam medan magnet. Oleh karena itu, diamagnetic dianggap sebagai peristiwa yang umum terjadi, karena pasangan elektron atau elektron inti dalam atom selalu menghasilkan peristiwa diamagnetic yang lemah.

Material yang disebut sebagai diamagnetic biasanya merupakan materi yang disebut dengan non magnetic, misalnya air, kayu, senyawa organic, plastic dan beberapa jenis logam, misalnya merkuri, emas, bismuth dan lainnya.

Pada tahun 1778, S. J Bergman merupakan orang pertama yang berhasil mengamati bahwa bismuth dan antimony ditolak oleh medan magnet. Akan tetapi, istilah diamagnetic diusulkan oleh Michael Faraday pada tahun 1845.

  • Paramagnetic

 

Adapun sifat kemagnetan suatu bahan lainnya yang kita kenal dengan istilah paramagnetic yang merupakan suatu bentuk magnetism yang hanya terjadi karena adanya medan magnet eksternal. Material paramagnetic tertarik oleh medan magnet dan karenanya memiliki permeabilitas magnetis yang relatif besar dari satu.

Meskipun seperti itu, berbeda dengan feromagnetik yang juga tertarik oleh medan magnet, paramagnet tidak bisa mempertahankan magnetismenya sewaktu medan magnet eksternal tidak lagi diterapkan.

  • Ferromagnetic

 

Merrupakan sifat kemagnetan suatu bahan, dimana material tersebut berupa besi. Medan magnetic yang dihasilkan oleh bahan ferromagnetic ini sangatlah kuat. Di antara semua sifat kemagnetan suatu bahan, ferromagnetic merupakan yang terkuat.

Ferromagnetic juga merupakan material yang pada dasarnya memang memiliki sifat magnet sendiri. Hal ini juga berarti bahwa ketika berada dalam temperature yang sangat rendah dan tanpa medan magnet dari objek lainnya, ferromagnetic adalah magnet itu sendiri.

Adapun beberapa contoh material dalam ferromagnetic, yaitu besi, kobalt, nikel dan lainnya. Inilah sekilas mengenai sifat kemagnetan suatu bahan. Semoga bermanfaat


Posted by Tags: 0 Responses
     

Comments are closed.

May
9
2013
 
 
ujiansma.com Search form
DUKUNG GERAKAN LULUS UAN 100% Yang GAG DUKUNG berarti GAG PENGEN LULUS!!!



Recently Active Users
admin