SMA Man Ana

gb15

SMA Man Ana

Saat ini, kata sekolah berubah arti menjadi: merupakan bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran.Sekolah dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah. Kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah.Jumlah wakil kepala sekolah di setiap sekolah berbeda, tergantung dengan kebutuhannya. Bangunan sekolah disusun meninggi untuk memanfaatkan tanah yang tersedia dan dapat diisi dengan fasilitas yang lain.

Sekolah untuk orang dewasa meliputi lembaga-lembaga pelatihan perusahaan dan pendidikan dan pelatihan militer. Dalam homeschooling dan sekolah online, pengajaran dan pembelajaran berlangsung di luar gedung sekolah tradisional.

Untuk lebih jelas mengenai SMA Man Ana, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

Sejarah singkat

Mahfudin Arsyad — awalnya hanya merawat satu-dua anak tetangga yang yatim dan dhuafa. Anak-anak tersebut dibiayai sekolahnya dan diberikan uang setiap bulan untuk biaya kebutuhan hidupnya. Kondisi itu berlangsung sekitar tahun 2002 yang berbilang tahun jumlahnya bertambah banyak. Maka kemudian secara formil, dibentuklah Pesantren Yatim dan Dhuafa Al-Irsyad pada 2004, meski saat itu pendidikan formal para santri masih diserahkan kepada sekolah-sekolah formal di luar lingkungsn pesantren.

Berdirinya Pondok Pesantren Modern Man Ana yang merupakan “anak” dari Pesantren Yatim dan Dhuafa Al-Irsyad Ciputat, berawal dari kegundahan KH. Mahfudin Arsyad, pengasuh pesantren, yaang menyaksikan ketimpangan sosial yang terjadi di masyarakat. Jurang kemiskinan mengaga lebar, menyebabkan banyak orang tua tak mampu membiayai anak-anaknya untuk mengenyam pendidikan. Berangkat dari kepedulian itulah, KH. Mahfudin Arsyad, “mempondokkan” rumahnya di bilangan Ciputat, Tangerang Selatan. Anak-anak yang orang tuanya tak memiliki biaya untuk sekolah, dibantu pembiayaannya. Anak-anak yatim dan yatim piatu, dirangkulnya untuk tinggal bersama di bawah satu atap.

Perkembangan Pesantren Yatim dan Dhuafa yang terus maju ditambah jumlah santri yang kian meningkat, sehingga lingkungan di Ciputat dirasa tidak kondusif lagi bagi kegiatan pesantren, maka sekitar tahun 2011 dibangun Pondok Pesantren Modern ‘Man Ana’ di wilayah Gunung Picung, Pamijahan, Bogor Jawa Barat, yang kemudian diresmikan pada 9 Juli 2011.

Secara umum, tiga fungsi utama Pesantren modern Man Ana adalah pertama, sebagai lembaga pendidikan yang melakukan transfer ilmu-ilmu agama (tafaqquh fiddin) dan nilai-nilai Islam (Islamic values); kedua, sebagai lembaga keagamaan yang melakukan kontrol sosial kemasyarakatan (social control); dan ketiga, sebagai lembaga keagamaan yang melakukan pengembangan masyarakat (community development).