SMA Negeri 14 Bandung

hqdefault (2)

SMA Negeri 14 Bandung

SMA Negeri 14 Bandung, merupakan salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri yang ada di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sama dengan SMA pada umumnya di Indonesia masa pendidikan sekolah di SMAN 14 Bandung ditempuh dalam waktu tiga tahun pelajaran, mulai dari Kelas X sampai Kelas XII.

Untuk lebih jelas mengenai SMA Negeri 14 Bandung, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

Sejarah singkat

Bermula di pertengahan Juni tahun 1981, lulusan SMP membludak, sedang daya tampung SMA-SMA negeri jauh dari memenuhi. Untuk membantu meningkatkan daya tampung, maka KanWil DEPDIKBUD Provinsi Jawa Barat mengizinkan beberapa SMA di Bandung membuka kelas jauh/ filial, salah satu diantaranya SMA Negeri 5 Bandung.

Tepatnya tanggal 14 Juni 1981 SMA NegeriĀ  14 Bandung dengan kepala sekolah Drs. Suharto secara resmi membuka kelas jauh/filial sebanyak 6 kelas dengan jumlah siswa Ā±288 orang. Lokasi tempat belajar sementara menumpang di SMP Negeri 5 Bandung, Jl. Sumatra No.40, dengan jumlah guru sebanyak 14 orang dan tenaga administrasi 1 orang. Sebagai PLH kepala sekolah waktu itu Bapak Drs. Tatang Hasli Pagih.

Inilah cikal bakal/embrio SMA Negeri 14 Bandung. Satu tahun lamanya embrio berproses membentuk diri bergerak menuju dewasa. Tepat tanggal 1 Juli 1982 dengan dibidani SK Mendikbud RI No. 0298/1982 lahirlah SMA Negeri 14 Bandung dengan menempati gedung sendiri di Jl. Yudhawastu Pramuka IV (Komplek PPI atau sekarang PUSSENIF TNI-AD), berdiri di atas tanah seluas 2805 m2.

Selangkah demi selangkah SMA Negeri 14 Bandung terus maju mengarungi samudera pendidiakn melahirkan alumni-alumni yang cukup dapat dibanggakan dan berkiprah dalam dunia kehidupan.

Esktrakurikuler

Kualitas tamatan sekolah kejuruan dituntut untuk memenuhi standar kompetensi dunia kerja. Salah satunya, selain mampu menguasai materi pelajaran, siswa harus dapat berinteraksi dan aktif dalam hubungan sosial.

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu alat pengenalan siswa pada hubungan sosial. Di dalamnya terdapat pendidikan pengenalan diri dan pengembangan kemampuan selain pemahaman materi pelajaran. Selain OSIS sebagai induk kegiatan ektrakurikuler di sekolah, kegiatan ektrakurikuler lainnya adalah:

  • Palang Merah remaja (PMR)
  • Luwing PPGPR
  • Lingkungan Seni Sunda (LISES)
  • DKM
  • Cheerleaders
  • Paskibra
  • Basket
  • Hockey
  • Modern dance
  • Teater
  • Itazura
  • English club
  • Futsal team
  • Dan masih banyak sekali