SMA Negeri 3 Bandung

61c62002220e33729c1c4f9fe6342807

SMA Negeri 3 Bandung

Sekolah memang masih identik dengan biaya yang besar. Akan tetapi, jika ditinjau dari segi manfaat, maka bisa dikatakan bahwa manfaat yang kita rasakan dari bersekolah juga cukup besar. Dalam kesempatan kali ini akan dibahas mengenai SMA Negeri 3 Bandung.

Untuk lebih jelas mengenai SMA Negeri 3 Bandung, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

  1. Sejarah singkat

Bangunan sekolah ini merupakan gedung tua yang dibangun pada zaman pemerintahan Hindia Belanda (tahun 1916), dirancang oleh arsitek C. P. Wolff Schoemaker yang berfungsi sebagai gedung Hoogere Burgerschool yaitu sekolah menengah untuk bangsa Belanda dan kalangan ningrat Indonesia (sekolah setaraf gabungan SMP.

Gedung ini berdiri di atas tanah seluas 14.240 m2 dengan luas bangunan 8.220 m2 menghadap ke utara (Jalan Belitung) dihuni oleh dua sekolah yaitu SMUN 3 Bandung di sebelah barat dan SMUN 5 Bandung di sebelah timur. Batas SMU 3 dan SMU 5 hanya dibatasi oleh jalur koridor tengah yang memanjang dari arah utara ke selatan. Batas koridor ini dapat juga berfungsi sebagai pemersatu antara SMA 3 dan SMA 5 sehingga para warga kedua sekolah ini dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai. Di antara para siswa pun tidak pernah terjadi perselisihan.

SMA Negeri II pindah ke jalan Cihampelas (menempati bekas sekolah Cina) dan SMA Negeri VI pindah ke jalan Pasir Kaliki (menempati bekas sekolah Cina). SMA Negeri III “pindah” menjadi kelas pagi di Jl. Belitung bersama SMA Negeri V.

Pada bagian lain SMA Negeri I dan SMA Negeri IV yang sebelumnya menumpang di Jl. Sumatera/Jl. Jawa mendapat lokasi baru. SMA Negeri IV pindah ke Jl. Gardujati No.20 (menempati bekas SD Chung Hwi), SMA Negeri I pindah ke Jl. Ir. H. Juanda.

  1. Ekstrakurikuler

Kualitas tamatan sekolah kejuruan dituntut untuk memenuhi standar kompetensi dunia kerja. Salah satunya, selain mampu menguasai materi pelajaran, siswa harus dapat berinteraksi dan aktif dalam hubungan sosial.

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu alat pengenalan siswa pada hubungan sosial. Di dalamnya terdapat pendidikan pengenalan diri dan pengembangan kemampuan selain pemahaman materi pelajaran. Selain OSIS sebagai induk kegiatan ektrakurikuler di sekolah, kegiatan ektrakurikuler lainnya adalah:

  • PPA Jamadagni
  • Pramuka
  • Palang Merah Remaja
  • Paskibra
  • Futsal
  • UBBAS 3 (Unit Bola Basket 3)
  • Dewan Keluarga Masjid Al-Furqan (DKM AF)
  • Pelayanan Siswa Kristen (LISTEN 3)
  • Karya Ilmiah Remaja (KIR)
  • KPA 3
  • MK 3 (Musik Klasik 3)
  • PASAGA 3 (Paduan Suara 3)
  • SEF 3 (Study English Forum 3)
  • SPeD 3 (Suara Pelajar Debat 3)
  • KV 3 (Kelompok Vokal 3)
  • SSR (Sanggar Seni Rupa)
  • LSS (Lingkung Seni Sunda)
  • Dan masih banyak sekali