SMA Negeri Bayongbong

IMG_0592

SMA Negeri Bayongbong

Saat ini, kata sekolah berubah arti menjadi: merupakan bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran.Sekolah dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah. Kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah.Jumlah wakil kepala sekolah di setiap sekolah berbeda, tergantung dengan kebutuhannya. Bangunan sekolah disusun meninggi untuk memanfaatkan tanah yang tersedia dan dapat diisi dengan fasilitas yang lain.

Untuk lebih jelas mengenai SMA Negeri Bayongbong, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

Sejarah singkat

Di Kecamatan Cilawu telah berdiri SMA Negeri 1 Cilawu dan di Kecamatan Cisurupan telah berdiri pula SMA Negeri 1 Cisurupan, padahal Bayongbong sebagai kota Kewedanaan termasuk kepada program pengembangan pendidikan sekolah menengah umum. Ironisnya merupakan satu-satunya kota kewedanaan yang belum memiliki SMA di Kabupaten Garut sampai tahun 2000.

Secara geografis Bayongbong merupakan daerah yang sangat strategis, karena mudah dijangkau dengan sarana transportasi umum dari wilayah Kecamatan Cisurupan, Kecamatan Cilawu dan Kecamatan Samarang.

Keadaan output siswa SLTP Negeri dan MTs yang tidak tertampung di SMA Negeri 1 Cisurupan, SMAN 1 Cikajang, SMAN 1 Cilawu dan SMAN 1 Samarang dan sekolah-sekolah di Garut Kota sangat besar jumlahnya. Hal ini disebabkan faktor ekonomi dan terbatasnya daya tampung sekolah yang bersangkutan.

Berkat kerja keras panitia yang didukung Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Simpang (IPPEMSI), dan BPD Desa Mulyasari serta berbagai tokoh masyarakat yang merasa peduli terhadap pendidikan, khususnya dalam upaya pendirian SMA Negeri Bayongbong, maka pada tahun 2001 upaya pengadaan lokasi SMA Negeri Bayongbong menemukan keberhasilan dengan diizinkannya penggunaan areal bekas Pasar Simpang Bayongbong oleh Pemerintah Kabupaten Garut yang ditindaklanjuti dengan realisasi pendirian Unit Sekolah Baru (USB) melalui APBD berupa pengadaan 4 RKB, 1 unit perpustakaan dan 1 unit bangunan yang digunakan Ruang Tata Usaha, Ruang Guru, Ruang Kepala Sekolah, Gudang, WC Siswa, dan WC Guru . Pembanguna USB tersebut di awali dengan pembentengan areal sekolah.