Teknik-teknik Lompat Jauh

Grant-Long-Jump

Lompat jauh merupakan salah satu olahraga yang lumayan sering kita jumpai pada guru yang mengajarkan pendidikan jasmani kepada kita di sekolah, dalam hal ini dari tingkat kita masih duduk di sekolah dasar sampai tingkat menengah. Dalam hal ini guru harus benar-benar memahami bagaimana teknik yang digunakan dalam lompat jauh itu, hal ini supaya dia bisa mengajarkan hal yang baik untuk para muridnya, agar nantinya kelaknya dapat menumbuhkan bibit unggul yang dapat membawa harum nama Indonesia sebagai peraih kejuaraan nasional cabang olahraga lompat jauh.

Berikut adalah beberapa teknik yang digunakan dalam lompat jauh :

  • Awalan

Untuk awalan ini adalah dimana kita memulai untuk melakukan aba-aba sebelum dilakukannya lompatan, jadi hal ini sangat menunjang bagaimana nantinya hasil yang akan kita berikan. Teknik dari awalan ini sendiri adalah jarak awalan tergantung dari kemampuan masing-masing atlet bagi pelompat dalam jarak yang pendek sudah mampu berkecepatan maksimal dan ada juga atlet yang harus berada pada jarak yang jauh baru bisa melakukan kecepatan yang maksimal. Untuk jarak bagi atlet yang jarak dekat jaraknya adalah sekitar 30 – 35 meter ataupun bisa kurang dari ini sedangkan untuk atlet pada jarak yang jauh adalah sekitar 30 – 45 meter.

Selanjutnya adalah bagaimana teknik atau posisi saat kita berdiri, pada saat kita berdiri pada titik awalan kaki dapat sejajar atau bisa juga salah satu kaki kita ke depan. Hal ini tergantung dari bagaimana cara atlet tersebut.

Hal selanjutnya adalah bagaimana cara pengambilan awalan yang bermulai pelan, kemudian cepat atau melakukan sprint, kecepatan ini sendiri harus dipertahankan sampai menjelang saat melakukan tumpuan atau menolak.

Selanjutnya adalah bagaimana setelah kita mencapai kecepatan yang maksimal, maka kira-kira 3-4 langkah terakhir bertumpu gerakan lari dan dilepas begitu saja tanpa mengurangi kecepatan yang telah dicapai sebelumnya.

  • Tolakan

Dalam teknik tolakan ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yang pertama adalah bagaimana tolakan yang kita lakukan harus dengan kaki yang kuat, hal ini bisa saja dapat berupa kaki kanan ataupun kaki kiri. Bagian telapak kaki yang kuat tersebut untuk bertumpu dan cenderung pada bagian tumit terlebih dahulu barulah ujuang kaki.

Sewaktu kita ingin melakukan tumpuan, badan kita harus condong ke belakang, menumpu sendiri harus di papan tumpuan, dan pada saat bertumpu, kedua lengan ikut diayunkan ke atas udara, dan untuk kaki, diangkat ke depan setinggi pinggul dalam posisi lutut ditekukkan.

  • Melayang di Udara

Teknik selanjutnya adalah bagaimana gaya yang kita lakukan pada saat melakukan melayang di udara, disini ada 3 gaya yang dilakukan yaitu

gaya jongkok, untuk gaya ini sendiri adalah menghindari mencondongkan badan ke depan ataupun ke belakang pada saat melakukan layangan di udara, kaki yang bertolak tergantung dibelakang pada saat kita melakukan layangan, kemudian bengkokkan kaki bertolak dan tarik ke depan dan ke atas untuk melakukan pendaratan, lalu pertahankan paha dari kaki bebas pada posisi horizontal lalu luruskan kaki yang diayun ke depan dan juga ke atas untuk melakukan pendaratan.

Selanjutnya adalah gaya menggantung, dimana pada gaya ini melakukan angkatlah paha kaki bebas cepat ke posisi horizontal pada saat ingin melakukan tolakan, kaki bebas diturunkan pada waktu melayang serta angkat posisi lengan kita pada saat ingin melakukan layangan.

Gaya terakhir adalah gaya berjalan di udara, dimana pada teknik ini setelah bertolak maka langsung tariklah kaki bebas ke bawah dan kebelakang, dan pada saat yang bersamaan tariklah kaki yang bertolak ke depan dan juga ke atas.

  • Pendaratan

Teknik terakhir yang dipelajari adalah bagaimana cara melakukan pendaratan yang baik dan benar, yang pertama adalah harus dilakukan dengan sadar, untuk menghindari rasa sakit atau cedera pada kaki, sebaiknya pendaratan dilakukan dengan kedua belah kaki sejajar dan tumit terlebih dahulu mendarat di pasir dengan posisi yang mengepit. Sebelum tumit kita menyentuh pasir, kaki harus benar-benar diluruskan.