Demi peningkatan mutu Ujian Nasional 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan perubahan pada variasi soal untuk Ujian Nasional tahun 2013 ini. Jika pada UN tahun sebelumnya hanya dibuat variasi soal sebanyak lima paket, tahun ini akan dibuat sebanyak 20 paket soal.

“Di UN nanti, kita akan membuat variasi soal sebanyak 20 paket. Jadi di dalam satu kelas itu tidak ada paket soal yang sama. Dengan begitu, siswa-siswa enggak bakalan bisa saling bertukar jawaban”, jelas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Mohammad Nuh saat jumpa pers yang bertema Membeli Masa Depan dengan Harga sekarang, di Graha Utama Kemendikbud, Jakarta, Jumat (28/12/2013).

Ditemui dalam kesempatan lain, Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. H. Sunarpi, Ph.D, mengatakan bahwa hanya lulusan UN 2013 yang boleh mendaftar melalui jalur PPA yang nantinya hanya didasarkan pada dua nilai yang dibuat oleh pendidikan sebelumnya, yakni nilai rapor mulai semester I hingga V dan nilai UN. Ini merupakan salah satu bentuk terintegrasinya jenjang pendidikan antara pihak Sekolah Menengah Atas dengan perguruan tinggi dengan porsi 50 persen dari lulusan SMA tahun 2013 itu, sehingga menurut Sunarpi, perguruan tinggi dapat mulai mengakui tentang kejujuran dari pelaksanaan UN ini.

“Kalau tahun-tahun sebelumnya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)) merupakan seleksi yang sifatnya terpisah, alhamdulillah pada 2013 hasil UN akan diintegrasikan ke dalam SNMPTN melalui jalur Penjaringan Prestasi Akademik (PPA) khususnya untuk lulusan 2013,” tuturnya.

Berkaitan dengan 20 variasi soal yang akan digunakan pada UN 2013, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti, mengatakan bahwa UN tersebut sudah mendesain anak untuk memiliki karakter manipulatif.

“Ada sekolah yang menjalankan UN dengan jujur, tetapi ada juga yang tidak karena ketakutan kalau anak-anak ini tidak lulus akan berpengaruh pada kualitas sekolah juga. Jadi, mau dibuat soal hingga berapa jenis saja, kalau memang sudah niatnya curang, tidak akan ada pengaruhnya,” kata Retno.

Retno juga mengatakan bahwa upaya pemerintah dengan membuat variasi soal sebanyak 20 paket untuk mencegah praktik kecurangan dalam UN tidak sejalan dengan pernyataan pihak kementrian yang selalu membantah adanya kecurangan dalam pelaksanaan UN tersebut.

“Ini kan lucu ya. Mereka membantah tidak ada kecurangan, tetapi soalnya dibuat 20 variasi agar siswa konsentrasi dan tidak tengak-tengok. Ini kan berarti mereka mengakui ada tindak kecurangan,” ujar Retno.

Retno menyimpulkan bahwa bagaimanapun caranya, UN sudah tidak sesuai, apalagi dijadikan sebagai alat penentuan kelulusan.

sumber : kompas.com , republika.co.id


Deprecated: Function get_magic_quotes_gpc() is deprecated in /home/tryoutsb/public_html/ujiansma.com/wp-includes/formatting.php on line 4798

Deprecated: Function get_magic_quotes_gpc() is deprecated in /home/tryoutsb/public_html/ujiansma.com/wp-includes/formatting.php on line 4798

Deprecated: Function get_magic_quotes_gpc() is deprecated in /home/tryoutsb/public_html/ujiansma.com/wp-includes/formatting.php on line 4798

Leave a Reply
Deprecated: Function get_magic_quotes_gpc() is deprecated in /home/tryoutsb/public_html/ujiansma.com/wp-includes/formatting.php on line 4798

Deprecated: Function get_magic_quotes_gpc() is deprecated in /home/tryoutsb/public_html/ujiansma.com/wp-includes/formatting.php on line 4798

Deprecated: Function get_magic_quotes_gpc() is deprecated in /home/tryoutsb/public_html/ujiansma.com/wp-includes/formatting.php on line 4798

Your email address will not be published. Required fields are marked *