Unsur Helium dengan Nomor atom 2

 unusr helium

Kita semua tentunya pernah mendengar unsur helium ini. Unsur ini bukan lagi unsur yang asing atau baru bagi kita semua. Bagi anda yang tidak mengetahui seperti apa usnur ini, anda bisa melihat penerapan unsur helium ini pada pemompaan balon.

Helium atau He sendiri merupakan unsur kimia yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, tidak beracun, hampir inert, berupa gas monoatomik dan merupakan unsur pertama pada golongan gas mulia dalam tabel periodic yang memiliki nomor atom 2.

Titik didih dan titik lebur pada gas ini merupakan yang terendah di antara semua unsur. Helium berwujud hanyalah sebagai gas terkecuali pada kondisi yang sangat ekstrim. Kondisi ekstrim juga diperlukan untuk menciptakan sedikit senyawa helium yang semuanya tidak stabil pada suhu dan tekanan standar.

Helium juga memiliki isotop yang stabil kedua yang langka yang disebut sebagai helium-3. Sifat dari cairan varitas helium-4, helium I dan helium II sangat penting bagi para periset yang mempelajari mengenai mekanika kuantum, khususnya dalam fenomena superfluiditas dan bagi mereka yang mencari efek yang mendekati suhu nol absolute yang dimiliki materi.

Helium juga merupakan unsur kedua terbanyak dan kedua teringan yang ada di jagad raya, yaitu mencakup 24% massa keunsuran total di alam semesta dan jumlahnya 12 kali massa keseluruhan unsur berat lainnya.

Keberlimpahan unsur ini juga dapat ditemukan dalam matahari dan planet Yupiter. Hal ini karena tingginya energi pengikatan inti helium-4 berbanding dengan tiga unsur kimia lainnya setelah helium. Energi ini juga bertanggung jawab atas keberlimpahan helium-4 sebagai produksi fusi nuklir maupun peluruhan radioaktif.

Kebanyakan helium yang ada di alam semesta ini berupa helium-4 yang dipercaya terbentuk semasa Ledakan Dahsyat (Big bang Theory). Nama helium sendiri berasal dari dewa matahari yunani kuno, yaitu helios.

Di bumi sendiri, gas ini cukup jarang ditemukan. Kebanyakan helium yang ditemukan di bumi yang terbentuk dari peluruhan radioaktif unsur unsur berat (torium dan uranium) sebagai partikel alfa yang berinti atom helium-4.

Untuk lebih jelas mengenai unsur helium, simaklah uraian yang akan disajikan berikut ini.

  • Penemuan ilmiah

 

Keberadaan helium untuk pertama kalinya terpantau pada tanggal 18 Agustus 1868 yang berupa garisan spectrum yang berwarna kuning cerah dan mempunyai panjang gelombang 587, 49 nanometer yang berasal dari sprektrum kromosfer matahari.

Garis ini pertama kali dipantau oleh astronom Prancis yang bernama Jules Janssen pada saat terjadi gerhana matahari total di Guntur, India. Garis ini pertama kali diasumsikan sebagai natrium.

Kemudian pada tahun 1882, seorang fisikawan Italia yang bernama Luigi Palmieri berhasil mendeteksi helium di bumi untuk pertama kalinya melalui identifikasi garis spectrum D3 ketika ia menganalisa lava gunung Vesuvius.

Kemudian pada 26 Maret 1895, seorang kimiawan Skotlandia yang bernama Sir William Ramsey berhasil mengisolasi helium yang ada di bumi dengan memperlakukan mineral kleveit dengan berbagai jenis asam mineral.

  • Penggunaan helium

 

Setelah terjadinya penemuan yang dilakukan oleh Hamilton Cady dan David McFarland, hal tersebut menjadikan Amerika Serikat sebagai penyuplai gas helium terbesar di dunia. AS sendiri juga mensponsori tiga pabrik helium selama masa perang dunia ke dua.

Tujuannya adalah untuk mengisi balon penghalang dengan menggunakan gas yang tidak terbakar dan ringan dari udara. Meskipun proses ekstrasi menggunakan pencairan gas temperature rendah tidak sempat dikembangkan semasa perang dunia ke satu.

Pada umumnya, tujuan utama gas helium adalah untuk gas pengangkat pada kapal udara. Permintaan akan helium ini kemudian meningkat selama masa perang dunia II. Penggunaan helium setelah perang dunia II memang menurun, namun cadangan helium diperbesar pada tahun 1950 untuk memenuhi suplai helium cair sebagai cairan pendingin yang diperlukan untuk membuat bahan bakar roket.

Dalam sejarahnya, produksi helium di AS pernah mencapai 90% produksi helium komersial di dunia, dimana kilang ekstrasi di Kanada, Polandia, Rusia dan Negara lainnya memproduksi sisanya. Aljazair sendiri merupakan produsen helium kedua terbesar di dunia.

Inilah sekilas mengenai unsur helium. Semoga bermanfaat