Unsur-unsur Intrinsik Novel

unsur intrinsik novelNovel pastinya bukan lagi hal yang baru bagi kita semua. Beberapa di antara anda mungkin suka sekali membaca novel atau bahkan menulis novel anda sendiri. Membaca novel memang merupakan kegiatan yang menyenangkan.

Namun, sedikit sekali di antara anda yang memahami unsur-unsur intrinsik novel itu sendiri. Pada dasarnya, sebuah karangan sastra mempunyai dua unsur, yaitu unsur intrinsic dan unsur ekstrinsik. Salah satu karangan tersebut adalah novel.

Berbeda dengan cerita pendek atau cerpen, biasanya novel lebih kompleks dibandingkan dengan cerpen. Banyak sekali perbedaan yang bisa kita dapatkan dari sebuah novel dengan cerita pendek, salah satunya adalah dalam segi penokohan.

Penokohan yang ada pada cerpen biasanya lebih terbatas dari pada tokoh yang ada pada novel. Selain itu, suatu peristiwa atau kejadian tidak bisa mengubah nasib dari tokohnya pada cerpen, namun dalam novel hal tersebut bisa saja terjadi.

Novel sendiri bukan lagi bagian bagian cerita yang dpenggal menurut kisahnya, namun merupakan suatu kisah yang dari bagian bagian tersebut muncul satu gagasan utama yang dapat diambil sisi positifnya bagi pembaca.

Berbeda dengan unsur ekstrinsik novel yang lebih mengutamakan sisi luar dari novel, unsur intrinsic yang ada dalam novel justru merupakan satu bagian yang bisa kita katakana sebagai jiwa dari novel yang ingin disajikan oleh penulis.

Unsur ekstrinsik sendiri merupakan unsur yang bersifat opsional atau merupakan pilihan, bisa ada atau tidak ada dalam sebuah novel. Biasanya, unsur ekstrinsik sendiri mencakup latar belakang penulis, biografi penulis dan hal lain di luar naskah cerita.

Jadi, secara garis besar novel dibentuk oleh kedua unsur tersebut. Untuk artikel ini, akan dibahas lebih lanjut mengenai unsur-unsur intrinsik novel yang akan disajikan berikut ini.

  • Tema cerita

 

Tema dalam sebuah cerita dalam novel, merupakan keseluruhan topik yang ingin diangkat oleh pengarang yang akan menjadi sejenis benang merah yang menghubungkannya dengan novel yang akan ditulis dan dihasilkannya.

Perlu anda ingat juga bahwa topik dan tema di dalam novel mempunyai arti yang sedikit berbeda, meskipun cenderung sama jika diartikan secara harfiah. Tema di dalam suatu cerita sangatlah penting karena merupakan dasar dari cerita yang akan anda bangun, selain itu cerita anda juga akan lebih terfokus hingga tidak kehilangan arahnya.

Pada beberapa kasus, dalam satu cerita tidak hanya terdapat satu tema saja, melainkan bisa mengandung dua tema. Namun yang menjadi inti tetaplah satu tema dan sisanya disebut sebagai tema sampingan.

  • Tokoh atau penokohan

 

Dialog atau percakapan yang dilakukan antar tokoh merupakan suatu hal yang bisa menghidupkan sebuah cerita dalam novel. Dialog sendiri terbagi dua, yaitu dialog dan monolog. Sesuai dengan namanya, monolog, dimana mono yang berarti satu merupakan jenis percakapan yang dilakukan oleh satu orang.

Pada umumnya, anda bisa menjumpai percakapan monolog ini dalam konflik batin seorang tokoh. Sedangkan dialog merupakan percakapan antar dua tokoh atau lebih. Dialog atau monolog ini bisa menjadi sarana pengarang dalam menentukan sifat atau watak dari seorang tokoh.

  • Setting atau latar

 

Merupakan hal yang penting dalam sebuah cerita, dimana berfungsi untuk membangun suatu cerita dalam novel. Setting ini bisa berupa tempat atau tempat dimana sebuah kejadian berlangsung.

Selain adanya latar tempat, ada juga latar suasana dan waktu yang bisa menggambarkan suasana social atau lingkungan sekitar tokoh dan kapan berlangsungnya sebuah kejadian.

  • Sudut pandang

 

Merupakan unsur intrinsic yang biasanya berperan penting dalam sebuah novel, yaitu digunakan untuk memunculkan gambaran tokoh. Sudut pandang yang biasanya digunakan adalah sudut pandang orang pertama, orang kedua dan orang ketiga.

  • Alur

 

Alur yang biasanya digunakan oleh pengarang ada tiga, yaitu alur maju, mundur dan maju mundur. Dalam alur sendiri, ada tiga tahapan, yaitu pengenalan, masalah, dan yang terakhir adalah antiklimaks.

  • Amanat

 

Biasanya, sebuah novel atau karangan sastra mengandung pesan moral yang ingin disampaikan. Pesan tersebut bisa berupa narasi atau melalui dialog yang berlangsung.

Inilah sekilas mengenai unsur-unsur intrinsik novel. Semoga bermanfaat