Variabel PenelitianPengertian Variabel Penelitian

Variabel penelitian sangat penting keberadaannya dalam penulisan ilmiah, baik itu skripsi, tesis, disertasi maupun penulisan ilmiah yang berkaitan dengan penelitian yang lainnya. Variable penelitian menjawab pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam rumusan masalah sehingga menjadikan penting keberadaanya dalam penulisan karya ilmiah. Selain itu, penentuan kesimpulan secara tepat dari masalah yang dikaji oleh peneliti dapat diperoleh dariĀ  informasi yang didapatkan dari kajian yang dilakukan pada variable penelitian. Sehingga, adanya variable penelitian hanya didapatkan apabila peneliti tersebut sudah memahami masalah yang akan diteliti serta sudah menemukan langkah demi langkah apa yang harus dilakukan untuk mengkajinya. Dalam melakukan pengumpulan data, metode pengelolaan data hingga langkah pengujian hipotesis, variable penelitian mengambil peran yang penting dalam persiapan untuk peneliti dalam menentukan metode yang akan digunakan.

 

Variabel Penelitian dan Jenis -jenisnya

Adapun jenis-jenis dari variable penelitian antara lain:

 

1. Variabel Bebas

Variabel bebas merupakan variable yang menyebabkan timbulnya variable terikat, dimana variabel ini dapat diubah-ubah, serta dapat memepengaruhi variable lain karena dapat diubah-ubah secara bebas oleh peneliti. Banyak nama yang dimiliki oleh variable bebas, diantaranya variable pengaruh, risiko, stimulus, predictor, independen, atau yang lainnya, namun yang lebih penting lagi bahwa dalam suatu penelitian keberadaan varibel ini adalah wajib.

 

2.Variabel Terikat

Variabel terikat adalah variable yang menjadi akibat dari adanya variable bebas. Variabel terikat sering pula disebut sebagai variabel dependen, variable pengaruh,variabel efek, variabel tergantung, variabel indogen, dan yang lainnya. Pada intinya variabel terikat menyatakan pengaruh dari adanya perubahan-perubahan yang dilakukan oleh variabel bebas dalam suatu penelitian.

3. Variabel Moderator

Yang dimaksud sebagai variabel moderator adalah variabel yang digunakan untuk menghubungkan antara variabel terikat dan variabel bebas, selain itu variabel ini juga ada yang menyebutnya sebagi variabel independen kedua. Sebagai contoh adalah pengaruh pemberian ekstrak dan fraksi kulit buah manggis terhadap pertumbuhan sel kanker pada mencit yang telah dibuat sakit. Dalam hal ini pemberian ekstrak dan fraksi kulit buah manggis merupakan variabel bebas, pertumbuhan sel kanker pada mencit adalah variabel terikat, sedangkan mencit yang telah dibuat sakit adalah variabel moderator.

 

4. Variabel Intervening

Variabel ini berada diantara variabel bebas dan variabel terikat, dimana variabel ini dinilai dari kajian yang dilakukan secara teoritis. Variabel ini tidak dapat diukur dan diamati akan tetapi memberikan pengaruh, meskipun pengaruh yang ditimbulkannya tidak terjadi secara langsung.

 

5. Variabel Kontrol

Variabel ini terdapat dalam penelitian yang menggunakan eksperimen. Adapun fungsi dari variabel ini adalah untuk menjaga variabel bebas dan variabel terikat dari pengaruh factor yang tidak layak untuk diteliti. Sebagai contoh pengaruh pemberian ekstrak dan fraksi kulit buah manggis terhadap pertumbuhan sel kanker pada mencit yang telah dibuat sakit. Dalam hal ini kata perngaruh menunjukkan adanya variabel kontrol.

 

Pengerucutan Variabel Penelitian

Selanjutnya, variabel penelitian dapat dibagi menjadi dua variabel setelah dikerucutkan, yaitu variabel yang dapat diukur dengan jelas, nyata dan yang kedua adala variabel yang tidak dapat diukur secara nyata namun tetap mempunyai pengaruh.

 

Variabel Penelitian dan Keterikatannya terhadap Studi Korelasional

Variabel penelitian yang mempunyai hubungan keterikatan terhadap studi korelasional ada 3 macam yaitu :

1. Studi Hubungan. Studi atau penelitian yang dilakukan ini digunakan untuk mendapatkan jawaban atau pemahaman dari variabel kompleks, sehingga apabila terdapat variabel yang diketahui tidak mempunyai hubungan sama sekali maka akan ditolak, sehingga yang benar benar diterima adalah variabel yang memang berhungungan dan dari sini akan timbul penelitian yang bersifat kausal-komparatif.

 

2. Studi Prediksi. Studi prediksi banyak sekali digunakan oleh para peneliti, apalagi jika terdapat keterikatan hubungan yang sangat layak antara variabel yang satu dengan yang lain, sehingga skor variabelnya dapat digunakan untuk memprediksi skor variabel lainnya. Sebagai contoh hasil ujian sekolah dapat digunakan untuk mempeediksi hasil ujian nasional pada masing-masing siswa.

 

3. Studi Korelasi dan Kausalitas. Studi ini digunakan oleh para peneliti untuk menganalisis hubungan variabel penelitian dalam jumlah yang besar yang terdapat dalam studi tunggal saja. Studi ini digunakan pada penelitian yang nantinya diharapkan hasil adanya hubungan kuat secara statistic korelasional (r) antara dua variabel, sehingga nantinya akan dilakukan uji lebih lanjut mengenai kausalitasnya. Studi ini dilakukan pada penelitian yang bersifat eksperimental.

Lihat Video Dibawah Ini Siapa Tahu Bermanfaat Untuk Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *