Pendidikan yang ada di Indonesia ini semuanya berada di bawah cakupan Depdiknas atau lebih dikenal dengan sebutan Departemen Pendidikan Nasional. Jika dilihat dari strukturnya, Departemen Pendidikan Nasional berada di bawah naungan Departemen Pendidikan nasional yaitu Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, kemudian ada juga Direktorat Jenderal manajemen Pendidikan Dasar dan menengah serta Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan tenaga kependidikan.

Sekilas Info mengenai Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Tahun 1975 menandai awal dibentuknya DIKTI atau Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan di bawah pengawasan Departemen Pendidikan Nasional.  Dikti diberikan tugas pokok untuk membina serta mengawasi perguruan tinggi yang ada di Indonesia baik yang swasta maupun negeri serta melakukan pengawasan terhadap kemajuan mahasiswa dalam bidang akademik, penelitian serta jiwa pengabdian mereka terhadap masyarakat.

Seiring dengan perkembangan yang ada, Direktorat Jenderal kembali disusun kembali menjadi Direktorat Pembinaan Sarana Akademik, Direktorat Pembinaan Pengabdian dan penelitian kepada masyarakat, Direktorat Kemahasiswaan dan Sekretariatan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Tugas Pokok yang diemban oleh DIKTI adalah ditetapkan berdasarkan pada keputusan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0140/U/1975 yang dikeluarkan pada tanggal 12 Juli 1975 yaitu untuk melaksanakan serta menjalankan sebagian dari tugas tugas pokok dan penting yang ada di Departemen Pendidikan Nasional dan Kebudayaan pada bagian bidang pendidikan tinggi.

Terhitung pada tahun 1969, pemerintah telah melakukan perubahan pada pola kebijakan dalam pembangunan nasional serta pembangunan semesta berencana ke pola pembangunan Lima Tahun ( atau lebih dikenal dengan Repelita ) yang kemudian dijalankan secara bertahap baik melalui jangka pendek ( yaitu satu tahun ), jangka menengah ( yaitu lima tahun ) dan jangka panjang ( yaitu selama dua puluh lima tahun ). Kebijakan pembangunan ini digalakkan guna untuk meningkatkan anggaran pembangunan nasional yang sekarang jumlahnya sangat terbatas agar dapat digunakan lebih efektif dan efisien dan tidak terjadi pemborosan.

Sesuai dengan kebijakan yang telah dikeluarkan tersebut, anggaran yang telah diinvestasikan ke dalam program pembangunan pendidikan tinggi harus dicanangkan dan direncanakan dengan terstruktur serta terprogram dengan jelas agar dapat mencapai sasaran Tridarma Perguruan Tinggi yang diharapkan dapat dicapai dalam jangka pendek, menengah serta jangka pangjang. Oleh sebab itulah, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi ini dibentuk oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan ( sekarang lebih dikenal dengan sebutan Departemen Pendidikan Nasional )

Hakikat dari Dikti

Tujuan dari pendidikan dikti itu sendiri adalah untuk meningkatkan upaya sadar serta meningkatkan kualitas dari seorang individu atau pelajar itu sendiri dalam menguasai ilmu pengetahuan serta menambah pengalamannya. Hal demikian juga berguna untuk menambah pengalaman dari berbagai lembaga perguruan tinggi. Sebenarnya, perguruan tinggi tinggi merupakan suatu lembaga komunitas hidup dinasis yang memiliki peran untuk menumbuhkembangkan serta memotivasi agar kadar intelektual serta emosional dan spiritual yang dimiliki oleh seseorang ( mahasiswa ). Menanamkan nilai nilai kehidupan dalam bermasyaratkat serta mengejar dan menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh agar dapat bermanfaat dalam kehidupan.

Di masa sekarang ini, terlihat bahwa peranan dari Lembaga Pendidikan Tinggi semakin berkurang, sebenarnya Lembaga Pendidikan Tinggi bukanlah hanya sebagai suatu simbol belaka, namun Lembaga Pendidikan Tinggi ini harus dapat menjadi benteng kebenaran serta kejujuran ilmiah yang dapat menggambarkan suatu potensi sertasi prestasi yang telah dicapai oleh para kaum terpelajar yang dapat bermanfaat untuk mendukung serta memajukan lingkungan masyarakat yang ada di sekitarnya serta dapat membangun peradaban yang lebih baik dalam kehidupan manusia.

Tujuan Dikti

Dikti sendiri memiliki tujuan yaitu untuk memelihara keseimbangan dalam kehidupan sistem kelembagaan masyarakat serta berusaha dan berupaya untuk mengejar kadar intelektual yang tinggi serta adanya peningkatan pada moral menuju ke arah yang lebih dewasa. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, diperlukan pendekatan agar dapat menyelesaikan beberapa masalah yang sering muncul yaitu dengan menggunakan pendekatan kompromistis. Dalam rangka mengatasi permasalah pembangunan yang ada, pendidikan tinggi tidak hanya bersifat proaktif, tetapi harus juga berpartisipasi dalam pembangunan, berpegang teguh pada keyakinan secara fundamental yang dapat memberikan watak atau gambaran tentang misi dari pendidikan tinggi tersebut serta memfokuskan diri dalam pembentukan etika dan moral yang baik dan luhur.

Lihat Video Dibawah Ini Siapa Tahu Bermanfaat Untuk Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *